Kata demi kata telah kurangkai untuk membalut luka lara
Keresahan mulai nampak seiring sang surya berkata sudahi semuanya
Beda cerita jika kata dibalas dengan rasa
Sebab kata mungkin hanya sekeder bualan semata
Tapi rasa takan pernah menghianati kata
Apalagi kata yang menyimpan rasa itu sangat menyiksa
Lebih baik tersesat dalam lembah berapi dari pada Tersesat dalam lembah cinta
Sebab cinta punya prinsip untuk melukai hati yang sedang bahagia
Cinta memang sulit untuk dipecahkan apalagi didiskusikan
Terlalu mudah jalaludin rumi dan khalil gibran mendefinisikan cinta
Sedangkan pada dasarnya cinta itu sebuah kata yang lebih mematika dari racun tikus yang disebarkan di got para pengobral dosa
Ini coretan tinta derita bukan tinta cinta
Ini juga bukan coretan rasa melainkan coretan luka dari seorang pengembalan asmara
Dalamnya lautan tak mampu mengukur seberapa dalam cinta penyair pada seorang putri
Dan begitu juga dunia tak mampu membungkus sebuah kata hanya dengan sekedar janji semata
Brandal tak boleh jatuh cinta sebab cinta tak bisa menetap ketika pertikaian terjadi
Sebuah cerita yang pernah dibuat bukan ajang anti kemapanan
Bukan juga ajang pencarian luka yang dijadikan tinta sejarah
Ini adalah ajang pencarian rasa yang telah ditelan oleh sang cinta dalam gelapnya sang malam
Aku sebenarnya iri kepada rembulan yang begitu bahagia menyambut sang senja tenggelam
Ingin rasanya cinta juga dibalut dan disentuh oleh cinta itu sendiri
Tapi apa daya energi tak mampu mencapai puncak sang illahi
Bintang-bintang begitu girang melihat kepedihan yang dirasakan oleh rembulan
Mereka memojokkan rasa yang ada pada rembulan
Tak sadarkah sang bintang klau sang rembulan punya cara membuat yang lain bahagia
Bintang sangat girang sehingga tak memikirkan mereka akan dilenyapkan oleh sang rembulan
Rembulan berkata sambil tersenyum siput "aku akan tenggelamkan diriku agar mentari datang dan kalian redup tanpa bayang"
Mentaripun begitu bahagia menyambut peryataan dari sang rembulan
Dan akhirnya tawa-tawa girang dari sang bintang lenyap bersama senyum siput sang rembulan yang di sambut baik oleh sang mentari
Sang mentaripun terlalu bahagia dalam menyambut sapaan sang rembulan sehingga tak bisa dirinya mengontrol cahaya yang dia berikan, yang dapat menaburkan Luka-luka lara yang membara bersama kenangan yang sudah lama terendap jauh dalam mimpi yang kelam
Resah jiwaku menanti sang gerhana kembali menyapa dunia
Aku tau aku bukan seorang pangeran
Aku juga tau aku bukan sang raja
Tapi aku sangat tau klau aku adalah sang pengembala yang hadir untuk menjaga bukan menyiksa
Percayalah aku bukan pemain sinetron cinta
Aku hanya pemain kata yang coba mengukir sajak dalam lembaran layar monitor
Yakinlah aku hanya pandai dalam membuat kata
Tapi tak pandai dalam membuat luka
Sehingga cintapun mampu terjaga
Jadilah dirinya sejati tanpa harus bergantu pada rasa yang sudah menyiksa
Jadilah pribadi yang tangguh tanpa harus menyulam teh manis masa lalu
Diam dan mati hanya milik mereka yang tak mampu berdiri diatas kakinya sendiri
Berkaryalah bersama hati agar tak keliru dalam menuai kisah romansa
KILIMAN ARIANSYAH

Tidak ada komentar:
Posting Komentar