Selasa, 11 Desember 2018
AYAH! ENGKAU ADALAH SEGALANYA
Ayah ....
Mengapa kisah kita terpenggal?
Mengapa kasihmu tak kekal?
Kumerindu senja bersama
Bertiga dengan ibunda
Ayah ....
Luapan ego mengguncangmu
Uap nafsu menguras jiwamu
Lirikan rayu si gadis jalang
Buah hati pun kau buang
Ayah ....
Jiwa ini jarang terjamah belaianmu
Rasa ini tak terdekap pelukanmu
Kau pergi memeluk buah nafsu
Sejenak kami dilupakanmu
Ayah ....
Walau tanpamu aku hidup
Kubuang ragu tak sanggup
Berjalan meski terpincang
Tetap syukurku terbentang
Ayah....
Kau adalah orang yang selalu Berkorban untuk anak-anak dan istri tercintamu
Ayah....
Kau selalu ada ketika kami
membutuhkan mu baik materi
maupun tenaga mu
Ayah....
Kau adalah sosok pemimpin
yang menjadi panutan dalam hidupku
Ayah....
Setiap hari kau peras keringat mu
hanya untuk aku dan ibu
Ayah....
Aku sebagau anak hanya bisa
berdo'a semoga allah selalu
melindungimu.
Ayah....
Aku selalu berdoa agar
setiap langkahmu di mudahkan
oleh sang pencipta
Ayah....
Hanya do'a dan rasa bangga
yang bisa ku berikan padamu
lewat prestasi di sekolahku
semoga dengan itu bisa menghapus rasa lelahmu.
Ayah....
Rasa sayangku padamu tak bisa
diungkapkan dengan kata-kata
Aku sayang kamu ayah.
Ayah....
Beribu kata telah kau ucapkan..
Beribu cinta tlah kau berikan ..
Beribu kasih telah kau curahkan..
Hanya untuk anak mu..
Ayah....
Kau ajarkan ku tentang kebaikan..
Kau tunjukan ku tentang arti cinta..
Kau jelaskan ku tentang makna kehidupan..
Dan kau mendidik ku dengan sungguh kasih sayang..
Ayah...
Betapa mulianya hati mu..
Kau korbankan segalanya demi anak mu..
Kau banting tulang hanya untuk anak mu..
Kini ku berjanji untuk semua kerja keras mu..
Ku berjanji untuk semua kasih sayang mu..
Dan ku berjanji untuk ketulusan hati mu..
Bahwa aku akan selalu menjaga mu..
Aku akan selalu menyayangi mu hingga akhir hiup ku..
Terima kasih ayah untuk semua kasih sayang mu..
Ayah....
Semerbak harum indah ku bawa serangkai bunga..
Aku bertamu mengunjungi nisanmu..
Lukisan nisan ini tertulis namamu..
Tanda bahwa satu jiwa pernah hidup di dunia...
Ayah....
Aku datang seorang diri..
Ingin berkeluh kesah tentang jiwa yg lara ini..
Biarlah aku bercerita di depan nisanmu...
Aku ingin bercerita semua tentang hidupku...
Ayah....
Jika kau mendengarku..
Lihatlah anakmu yg dulu mungil dan kecil..
Kini telah menjadi remaja yg rupawan....
Lihatlah aku ayah..
Lihatlah aku..
Aku tumbuh dengan wajah seperti engkau..
Darahmu mengalir dalam jiwaku..
ayah....
Senjamu tak akan pernah redup..
Sebab kasihmu akan terkenang hingga akhir hayat.
Ayah....
Tenanglah engkau disana.
Aku berjanji akan menjadi remaja seperti yg kau pinta.
Ayah....
Lirih rinduku bergejolak menepi pada malam yg sunyi..
Semilir angin membelaiku di saat tangis menerpaku...
Pedih perih rindu ini seolah tiada henti..
Bayangmu membuatku lemah untuk berdiri..
Aku tak tahan menahan pedihnya hidup..
Aku tak mampu bangkit jiwaku selalu terpuruk..
Ayah....
Melodi ku mesra tangis menggema ketika penaku menulis namamu..
Tangis menjadi bumbu dalam syairku..
Aku tak kuasa saat ku catat majas tentang kerinduanku..
Rasanya sakit perih karna tangisku tak pernah ada jawabnya..
Luka memang kurasakan..
Namun penaku tak pernah berhenti mencatat syair tentangmu..
Aku hanya mampu mengungkap rindu melaluibatang puisiku..
Diamku adalah tangisku..
Senyumku adalah sedihku..
Puisiku adalah rinduku..
I miss you father
Penulis : KILIMAN ARIANSYAH
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Demokrasi Sumber Geopolitik
penyelenggaraan kekuasaan secara konsekuen mesti dijalankan berdasarkan normalitas prinsip demokrasi. Pemisahan wewenang, check and bal...
-
KKN (Kuliah Kerja Nyata), merupakan sebuah program pengabdian mahasiswa pada masyarakat setara 2 sks yang wajib diikuti oleh seluruh maha...
-
Begitu banyak hal yang ingin aku tuangkan dalam secarik kertas, tentang apa saja yang yang mampu dipandang mata dalam realitas. Mulai d...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar