Kamis, 13 Desember 2018
ANAK PERAWAN DISANGKAR SURYA
Santun dalam bersapa, damai dalam berkata begitulah adanya sang pengawas dalam bilik penasehat murka.
Sajak-sajak yang dirangkai oleh putri surya dengan suara indah demi hasrat sang penguasa kini tak lagi indah lantaran tong sampah disimpan depan pintu rumah.
Adakah sejarah yang mencatat nyanyian sang bunga indah dalam alunan merdu di tengah rembulan malam sang gua hira.?
Adakah lamunan kata yang membisikan telinga sang idola pesisir di ujung dermaga sana.?
Kurasa tidak!!
sebab sibapak tua sedang bergoyang didepan meja sana.
Dalam heningnya malam dia rajut mimpi bersama bayangan masa depan dengan harapan semoga bisa bertahan dalam desarnya aliran air mata dibalik kota tua.
Para pemangsa botak sedang antri diloket para penghuni kamar kosong pojok kiri kos-kosan milik bapak pembuat petuah.
Ini bukan rencana sipembuat berita tapi rancangan sipemeluk luka
Dengan rasa ibah dia berkata
Yah! aku siap untuk semuanya.
Jangan terlalu sinis dalam membaca karna tulisan ini bukan bualan semata melainkan realitas pada dunia nyata.
Kau bisa merasakan surya lewat recehan rupiah yang ada dikantung bapak tua dengan antrian manja diloket sana.
Ini bukan kisah perempuan muslimah yang digilir aktivis rupiah.
Tapi, ini kisah siperawan yang hidup disangkar surya.
Rasa gelisa terus menghantui sang pemilik rasa, Mungkin dia takut untuk tersiksa.
Kau sudah pernah jadi suci dalam harapan keluarga
Tapi kau tak terlihat suci karna selaput sel sudah mengeluarkan Zat merah serupa tinta.
Wuiihhh..sakit sudah tentu, tapi mau bilang apa? rupiah sudah didepan mata.
Bantal-bantal permata menyaksikan kesahduan tetesan air mata pada diri yang belum terbiasa.
Hembusan angin manja pun sudah mulai menghiasi telinga
Sambil berkata sudah cukup aku tak mau lagi dengan rasa yang sama.
Bukankah kau pernah berkata klau rupiah bisa menghentikan semua tanpa ada rasa sesal dalam dadah sipengobral dosa?
Ah..kurasa kau belum lupa dengan sapaan kecil pada waktu senja.
Umur dunia belum seberapa tapi tindakkan sibapak tua sudah melewati angkasa
Tak kasihankah pada sikecil mungil disarang sana yang menjerit menahan sakit yang begitu menyiksa
Kurasa kau tak punya hati untuk memaknai itu semua
Sebab kau sudah menggila dengan kemolehan paha sipenunggang sepeda.
Sadarlah nak kau bukan baju yang dikucek kiri kanan
Huff... memang benar kata pepatah "lebih susah memupuk satu perawan dibanding memelihara seribu ekor sapi disawah".
Kalau sudah bosan mengilas diatas sofa cobalah bersujud diatas sajadah
Mungkin rahmat tuhan akan kau dapatkan selagi belum masuk goa bawah tanah.
KILIMAN ARIANSYAH
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Demokrasi Sumber Geopolitik
penyelenggaraan kekuasaan secara konsekuen mesti dijalankan berdasarkan normalitas prinsip demokrasi. Pemisahan wewenang, check and bal...
-
KKN (Kuliah Kerja Nyata), merupakan sebuah program pengabdian mahasiswa pada masyarakat setara 2 sks yang wajib diikuti oleh seluruh maha...
-
Begitu banyak hal yang ingin aku tuangkan dalam secarik kertas, tentang apa saja yang yang mampu dipandang mata dalam realitas. Mulai d...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar