Minggu, 16 Desember 2018

GENERASI YANG DIHARAMKAN OLEH SANG PENGUASA DALAM MEDAN JUANG



Masih teringat dalam ingatan ketika nyali dan bukti mengukir sejarah.
Ditanah permai nan luhur tempat kayu dan batu menjadi tanaman.

Nampak tilas masa silam ketika kritikan nyaring terdengar menentang kejahatan dijalan-jalan.
Ramai riuh bergemuruh dengan berbagai rupa dan warna bendera.
Bersatu demi keadilan untuk rakyat yang sedang kelaparan oleh ulah penguasa keparat.

Kehebatan mantra yang menggetarkan nusantara, bahwa mereka adalah pemuda bagian penting dari negara.
Dengan kebenaran yang selalu digenggam mereka maju dimedan juang.
Mereka yang terikat oleh satu kata MAHASISWA.

Perjuangan panjang yang dimulai dari mengusir penjajah negeri sampai dengan reformasi.
Bagaimana dengan berani mereka menentang tirani kekuasaan demi tercapainya kesejahteraan.
Mereka yang telah menorehkan sejarah manis dan tidak pernah mengaku sebagai aktivis.

Ketika zaman beralih dari reformasi ke arah moderenisasi.
Berlahiran ribuan sampai jutaan generasi.
Banyak pecundang yang mengaku sebagai pejuang.
Mereka adalah anak haram jada dari perselingkuhan komunis dengan belanda.
Mengaku bertanah air satu dalam negeri, ternyata mereka iblis yang sedang mengintai dibumi permai.

Generasi harapan bangsa disimpang jalan, saling berburu masa demi pengahargaan.
Semua tidak lagi berlandaskan pada realita ketika mereka malah sibuk dengan media masa dan sosialita.
Menyedihkan ketika mereka bahkan tidak perduli ketika ibu pertiwi diperkosa dan ditiduri.
Mereka tetap berdansa dan tertawa ketika kerabat dan keluarga sedang terpenjara karena berbicara keadilan.

Lain kabarnya dengan mereka bersuara lantang tapi tidak pernah berani untuk menyerang.
Mereka yang tumbang sebelum berperang.
Mereka yang mati hanya karena materi.
Mereka yang bermuka dua dan culas dalam mengkritisi tapi mereka sejatinya apatis.

Apa gerangan yang terjadi?
Apakah ini semua alasan dari macam-macam ideologi?
Atau mungkin ini semua ulah iblis yang berevolusi?

Jangan hanya kau jawab dengan lisanmu, sebab negara tak butuh itu.
Jawablah dengan sikapmu, sebab dengan itu negara maju.

Penulis : MUH NUR ISLAMIA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Demokrasi Sumber Geopolitik

penyelenggaraan kekuasaan secara konsekuen mesti dijalankan berdasarkan normalitas prinsip demokrasi. Pemisahan wewenang, check and bal...