Masih nyaring kabar di telinga wanita tua tentang keperkasaan pemuda negeri yang menggemparkan dunia, bergerak dan berjuang dengan alunan darah juang yang merindukan keadilan.
Penjajah dibikin lumpuh dengan mantra, pemimpin dibikin tumbang dengan tekad bahwa rakyat haruslah sejahtera.
Dalam pidato bapak negeri bahwa maju mundur sebuah bangsa berada ditangan pemuda, pemuda yang mencintai tanah pertiwi dengan mengorbankan jiwa dan raga,
Pemuda yang tidak peduli mereka lahir dari keluarga tuan atau budak, pemuda yang tidak mengenal perbedaan suku bangsa dan agama.
Hahaha....
Aku boleh tertawa ?
Jika yang aku lihat sekarang adalah pemuda yang membisingkan telinga semua manusia dengan keangkuhan dan keserakaahan merampas hak punggawa negeri.?
Pemuda yang sudah dininabobokan oleh dunia hedonis dan gemerlap dunia fana, sehingga mereka tidak lagi membicarakan tentang sejarah negeri yang bahkan mereka lupa dengan kdentitas dan jati diri.
Mereka hanyut dalam kenangan !
Mereka terpikat dengan dengan asmara !
Mereka terlena dengan harta, tahta, dan wanita !
Mereka adalah pecundang pemerkosa jaman !
Di kelas tengah MAHASISWA berada dan memperjuangkan hak rakyat,
Itu hanya cerita lalu dari uraian kisah punggawa negeri yang paham akan hakikat.
Idealis dengan lantang diperdepatkan di berbagi meja dan kursi goyah, wacana keluar masuk dengan tekad yang mebara. Idealis dipandang sebagai cemilan yang tak mengenyangkan, kerakusan melanda punggawa negeri diambang huru-hara dengan sikap sok idealis.
Kau campakan tanggungjawab diatas pundak dengan mengeluh keberatan, kau coreng nama pejuang pendahulu dengan manipulasi perjuangan.
Engkau bukan lagi pejuang keadilan, tetapi hanya sebagai pejuang pajangan !!!
#PASUKAN_BIRU
Penulis : MUH NUR ISLAMIA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar