Jumat, 21 Desember 2018

RINTISAN PARA PENYAIR PINGGIRAN



di balik gubuk kecil yang terhempas di persimpangan jalan
Aku hidup sebatang kara
Aku memandang di sekitar ku sambit menatap indah rumput yang bergoyang dan iringan angin sebagai penyejuk hati
Ku tatap dan menatap akankah hidupku terus lesu tak bermakna
Ataukah ada malaikat penyelamat yang membawa rahmat ke alam surga.

Aku tak tau arahku akan kemana!
Seiring berjalannya waktu, malampun terus berganti haripun terus berlalu, ku dengar kicauan burung yang begitu indah dan merdu seakan-akan hatiku berharap dalam dirinya menemani kisah ku di setiap hari-hari ku.
Sembaring menunggu kehadiran sang illahi rabbi,
Ku duduk  termenung dan berhayal, bisakah aku menjadi bunga surga yang harum mewangi agar engkau tak bosan mencium dan memandang ku dalam-dalam dan meresapi keadaanku yang sesungguhnya,
Bukan hanya pijakan mistis yang engkau mainkan tapi penuh dengan kebahagiaan dan kata-kata cinta.

Terlalu banyak kata-kata indah yang terlontar dalam mulut jahatmu tapi tak pernah sedikit pun kebenaran itu ada, sedang ku percaya pada mu bahwa engkau akan hadir untuk ku.
Jangan bisik kalau hatimu tak berbisik
Jangan kata kalau hatimu tak berkata
Jangan berjanji kalau hatimu tak berjanji karna semua itu akan menjadi dusta.

Penulis : Sukardin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Demokrasi Sumber Geopolitik

penyelenggaraan kekuasaan secara konsekuen mesti dijalankan berdasarkan normalitas prinsip demokrasi. Pemisahan wewenang, check and bal...