Sabtu, 15 Desember 2018

MAWAR MALAM MINGGU ITU "DIA"



Selamat datang cinta yang memberi aroma sejuta rasa, membangkitkan jiwa dan raga untuk meraih cita.
Engkau yang tidak pernah layu oleh pujian pujangga, menjaga diri dari godaan setang didalam dada.

Sederhana namun indah dipandang mata, melerai rindu untuk pertemuan pertama.
Hati tergentar dilanda rasa yang tak biasa, rasa yang melemahkan hati sang pejuang bahkan sampai membungkam suara.

Logika ilmiah sang pejuang dilanda kebimbangan, ketika hati dan pikiran saling berlawanan.
Dari mata turun ke hati, begitulah kata pujangga yang sudah mati.

Darimana semua rasa yang tak mampu digapai dengan logika?
Bagaimana bisa rasa nyaman ini ada ketika dia yang menemani?
Bagaimana bisa pikiran tak bisa lari dari jeratan duri di dinding hati?

Sang mawar telah berhasil menancapkan duri di sanubari, mengikat satu rasa yang kian pasti.
Apakah ini pertanda cinta atau tragedi, itu semua masih menjadi misteri.

Hati telah masuk dalam ranjau asmara yang tidak sengaja hati tersesat padanya, berdo'a kepada sang kuasa untuk selalu ada menemaninya.
menjaga setiap langkah kaki untuk bersanding dengannya nanti, dengannya yang selalu ada dilubuk sanubari.

Semoga cinta tak memenjarakan diri !
Semoga hati tak terluka saatnya berpaling pergi !
Semoga dia paham akan ketulusan diri !
Semoga sang mawar tak menancapkan duri !

Untukmu malam ini mawar berduri, hanya ada satu tempat engkau akan bersemi.
Didalam hati ini yang telah lama menanti, dalam rentang waktu yang belum pasti.
Semoga kelak hanya aku yang akan menemai.
Hanya untukmu sang mawar pemikat hati.

Penulis:MUH NUR ISLAMIA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Demokrasi Sumber Geopolitik

penyelenggaraan kekuasaan secara konsekuen mesti dijalankan berdasarkan normalitas prinsip demokrasi. Pemisahan wewenang, check and bal...