Selasa, 11 Desember 2018
NAMAMU DALAM RUANG TAK BERAPIT
Aku tak sanggup ada jika kau rindu belaian mesra. Aku tak siap terjaga saat kau menangis menahan kecewa karnaku. Aku tak bisa melihatmu bahagia ketika aku buat kesalahan.
Maaf jika luncuran kataku membuatmu terluka dan membuatmu duka. Tahukah aku mati jika tak ada kamu. Mungkin ku akhiri saja nyawa ini jika tak ada kau disisi. Tapi terlalu hangat pelukan keluarga sehingga aku tak sanggup membiarkan cinta mereka lenyap karna kecerobohanku.
Kau masih berarti dalam lamunan malamku. Masih termimpi walau tak setakjub dulu seolah kau adalah cahaya kehidupan dalam jiwaku. bayangan masa depan yang pernah kau khayalkan masih terpatri dalam sanubari.
Mampukah aku berarti bagimu jika sisi bumi pisahkan kita.?
Kita berjumpa dalam tikungan hari ceria dan berpisah dijalan lurus ego. Lama cinta pergi membawa kita terbang menuju angkasa dan coba meraih rembulan malam. Suatu saat nanti jika kau lihat purnama ilahi Kuingin menemukannya kembali bersamamu bidadariku.
Mungkin kau tak pernah tahu apa yang kutulis disini yang terkadang tak tereja di setiap syairnya tapi satu yang harus kau tahu bahwa disini ada hati yang tetap setia menantimu kembali dalam dekapan hati.
Aku ingin melihatmu selalu tersenyum bahagia meski dalam mimpi, ku ingin ukir bahagia meski satu debu, ku ingin jemput mimpi dengan bayangmu yang selalu memantul dalam dinding hati. Izinkan aku mencintaimu meski dalam goresan pena.
Aku ingin mencintaimu layaknya mentari yang bergulir sempurna dari kanan ke kiri, aku ingin mencintaimu seperti udara yang tak terlihat namun dapat kau rasa hembusannya.
Mungkin bagimu rinduku tak kasat mata. Aku ingin bercerita padamu bahwa rindu ini sangat menyiksa batin yang tak terbaca maknanya.
Biarkanlah aku simpan dan kurajut bersama mimpi dalam dekapan hati ini.
Pada sedikit kisah hidupmu yang pernah kau bagi ceritanya. Pada sekeping hatimu yang rela kutumbuhi bunga kita. Namamu yang selalu menggetarkan sekeping hatiku sehingga hati tak mampu berucap jika tiadamu.
apa yang aku harap untuk saat ini.? apa yang aku pinta untuk nanti.? apa yang aku simpan untuk esok pagi.?
apa yang tersisa dihati.? Tiada lain tiada bukan hanya namamu dan kisah kita bidadari surgaku.
Ini ruangku, ruang dimana kosong tanpa ada bayangmu yang selalu mantul dinding hati. Ini surgaku, surga dimana kenangan manis tentang kita ku ingat kembali. Aku ingin kau kembali bidadariku, kembali hanya sekedar memberimu tawa untuk mengobati ruang rindu dalam hati ini.
ku tak ingin yang lain, ku tak ingin kisah yang lain, ku tak ingin rindu yang lain, yang aku inginkan kau kembali dalam cerita ini. Cerita aku dan kau sehingga kedepan menjadi kita.
Hanya lautan dengan badai
kosong, hanya jarak-jarak yang tak terjangkau dalam mimpi. Aku tanpamu bagai daun yang gugur diwaktu kemarau. aku tak ingin apapun ku hanya ingin sesaat denganmu.
sesaat tuk lepaskan beban rinduku akan kehilanganmu. tangisku sesaat tuk sadari kau disitu. kau ada untukku tidak karena aku
tapi karenamu aku bangkit.
Kini semua berbeda. Tak ada lagi senyum di sudut bibir ku. Tak ada lagi tawa dalam hari ku. Tak ada lagi sinar dalam tatapan ku. Semua sirna, semua lenyap bersama bayangmu.
Bintang yang slalu menyapaku, Bulan yang tersenyum melihat ku. Kini seakan menjauh dan meninggalkan ku dalam gelapnya malam. Aku terpuruk dalam kesepian Sejak kepergian mu.
"Kadang aku teringat saat aku tersenyum karnamu, saat aku terlelap karnamu, dan Semua itu masih melekat erat dalam memory ku".
Terkadang ada rasa penyesalan.
Karena aku tak pernah buat mu bahagia. Aku slalu egois. Aku tak pernah peduli. Saat kau terluka karena sikap ku, aku malah ketawa dan membuatmu meneteskan air mata.
"Bidadariku, ma.af karna aku pernah menyakitimu".
Ingin rasanya aku menemui mu demi mengobati rasa rinduku. Tapi aku tak mampu Karena kita tlah terpisahkan oleh ruang dan waktu.
Aku hanya bisa berharap dan menanti sebuah cahaya yang menghampiri dalam gelapku.
kau seakan muncul dan tenggelam kembali. ku cari sisa waktu dengan suara aku rindu kamu. kau hanya mimpi buruk dan bagai pertanyaan;
apakah kau telah lupakan ku?
apa kau sudah kuat melangkah tanpaku?
Melangkah meninggalkan diriku?
kutitipkan semua pesan ini dalam kata semoga kau membaca. aku disini terus mencintaimu meski ternyata tak kau indahkan aku. aku lelah, aku ingin menyerah kau tinggalkan diriku
meski pernah berucap takkan hilang dariku. meskipun itu semua salahku.
kini aku sendiri
tak lagi berpikir kau akan kembali
aku hanya ingin mati membawa cinta ini hingga ku berpegang tetap dengan senyum meski hidup dalam kematian.
KILIMAN ARIANSYAH
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Demokrasi Sumber Geopolitik
penyelenggaraan kekuasaan secara konsekuen mesti dijalankan berdasarkan normalitas prinsip demokrasi. Pemisahan wewenang, check and bal...
-
KKN (Kuliah Kerja Nyata), merupakan sebuah program pengabdian mahasiswa pada masyarakat setara 2 sks yang wajib diikuti oleh seluruh maha...
-
Begitu banyak hal yang ingin aku tuangkan dalam secarik kertas, tentang apa saja yang yang mampu dipandang mata dalam realitas. Mulai d...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar