Selasa, 11 Desember 2018

MENATAP NASIB DIBALIK DINDING



Sebuah rahasia dibalik dinding yang memisahkan waktu sekarang, esok dan nanti
Kamu merupa rahasia tuhan yang menjadi teka teki dunia fana ini
Mudah menarik susah melepaskan
Letusan lembah berapi membuat hati melebur bersama abu fulkanik

Air hujan menjadi sandaran utama ketika rasa mulai gelisa pada lamunan kata
Meretas nasib yang kelam menjadi berwarna dengan dunia pengetahuan
Tuhan ijinkan aku mati dalam sajak revolusi bumi pertiwi
Jarak melanda lautan sahdu yang merindukan kamu yang disana

Merana dan tersiksa menjadi konsekuensi jika sudah berani menjadi pembantu hantu dalam lembah cinta yang menyiksa jiwa dan raga
Botol-botol kaca menjadi pelampiasan kalbu
Merajut kembali impian lewat alur malam diskotik

Entah itu rasa atau kisah aku juga tak mengerti
Aku hanya mengerti kisah yang kita rajut dalam dinding kasih pada malam itu
Memori lama membuatku kuat dan tangguh dalam menghadapi hidup ini
Ingin melepaskan roh dari jasad tapi tuhan tak berkehendak

Kaulah angin yang menyejukkan rasa dalam jiwa
Kaulah api yang membangkitkan amarah dalam dinginnya masa yang menyiksa batin
Ini bukan film india
Ini juga bukan film bariprima
Ini adalah sebuah sajak yang mengantarkan kita pada rasa yang sesungguhnya

Sejarah dibalik dinding membuat ku ingin hidup kembali layaknya bayi yang baru lahir dari kandungan ibunda ratu
Senandung bulan bintang selalu menghiasi redupnya malamku
Membuat diriku teringat masa dibalik dinding kabut putih sa.at itu

Sikecil terpuruk dalam sangakar senja
Aku terpuruk dalam bilik bambu yang mengingatkan diri pada kabut rahasia dinding itu
Semuanya memang tak seindah rasa yang ku mimpikan
Rasanya hanya sebuah ilusi layaknya opini yang diwacanakan lewat media
masa

Aku tak ingin dengar lagi kata-kata itu
Aku tak ingin lagi ingat kata-kata itu
Dan aku tak ingin lagi mengucap kata-kata itu
Kata-kata yang coba memenjarakan jiwa dalam alunan yang sama
Aku ingin hidup bebas bagaikan air yang mengalir terus menerus tanpa ada yang harus di takuti untuk menghalanginya

Adzan mulai terdengar merdu ditelinga ini
Hatipun mulai teriris dengan kisah hari itu
Ini bukan nyanyian nina bobo untuk anak-anak
Tapi ini adalah puisi untuk rembulan yang pernah redup dalam wajah sang idaman hati
seminar romantis dalam kisah rama dan sinta selalu ku impikan dalam suatu hubungan

Dengarlah jeritan ini wahai idaman hati
Dengarkan sya'ir indah yang ku rangkai untukmu bukan untuknya
Kuharap kau mengerti dengan tidak menyelipkan namanya dalam indahnya cerita yang kita ceritakan dihari ini
Dia bagian kenangan ruang dan waktuku
Dan kau adalah harapan masa depan yang harus ku wujudkan bersama mimpi yang telah ku rangkai bersama anganku

KILIMAN ARIANSYAH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Demokrasi Sumber Geopolitik

penyelenggaraan kekuasaan secara konsekuen mesti dijalankan berdasarkan normalitas prinsip demokrasi. Pemisahan wewenang, check and bal...