Selasa, 11 Desember 2018

DIAM DAN MATI DALAM RASA



Bagai hidup dalam kematian yang terasa nyata
Hidup bagai kota yang tak berpenghuni
Jika alasan membuat semua hidup, aku ingin beralasan aku ingin hidup denganmu.

Bukan maksudku dan bukan inginku melukaimu
Sadarkah kau disinipun terluka melupakanmu, menepikanmu, kuharap Kau ma.afkan aku.

Lupakan saja diriku bila itu membuatmu kembali bersinar dan berpijak seperti dulu lagi
caci maki saja diriku bila itu membuatmu tertawa dan legah seperti dulu kala

Angin musik selalu bersaya'ir dengan merdu
Tapi rasa memakin menepi bersama angan semata
Kau hidupkan api diatas air  bagaikan kata bibalik rasa

Bersembunyi dibalik kasih membuat raga menepi dalam sajak bersemai luka lara
Kua layaknya senja yang meninggalkan kesan tanpa luka
Ku harap rembulan mampu menutupi kisah yang tak sanggup ku kenang dalam kasta dan suara mata

Sayup-sayup mata sipemuda memuja sang punjanga
Tak bisa dikira kita akan terlisah
Derita bukan deritamu, kau hanya pandai berkata tanpa memikirkan apa yang kurasa

Dalam keramaian masa aku hanya pandai terpisah dengan kata aku ragu tentang cinta
Bumi hangus dalam senja, Kau dan aku hangus dalam cinta
ketika rasa mulai menyapa aku tak sanggup menjemput dengan kata

Seruan kata tentang cinta selalu memuja jiwa yang tersiksa
Seruan kasih dibalik kita membuat kenangan ketika kita mulai terpisah
Jangan katakan rindu jika hanya dalam bayangan semu

KILIMAN ARIANSYAH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Demokrasi Sumber Geopolitik

penyelenggaraan kekuasaan secara konsekuen mesti dijalankan berdasarkan normalitas prinsip demokrasi. Pemisahan wewenang, check and bal...