Minggu, 16 Desember 2018
MEMOAR LUKA LARA
Satu kata untuk sang luka klau aku sedang rapuh dalam sejarah
Sapaku bertasbih dalam jejak langkah sang pujangga
Rasaku masih bersandar dalam angan dan harapan semu
Wahai sang pembuat luka, aku ingin menjadi sang rasa yang bisa membuat perisai cinta.
Sebuah pena yang mengajarkanku mengukir sejarah
Selembar kertas membuatku sadar bahwa menampung tinta itu berguna dikala senja pudar
Kisah lama mungkin tak se_eksotis magnet penarik kata
Tapi ku sadar bahwa kisah lama membuatku kuat untuk hidup dan bertahan hidup dalam alur dunia
Sedikit kisah lama yang pernah kau tuangkan dalam wadah cinta membuatku sadar bahwa tak selamanya yang indah bisa kita pandang lama
Keresahan dan kerinduan yang menyayat hati pada sejarah lama membuatku risih dan resah
Ingin ku mengulang kembali masa itu tapi apa daya sejarah tinggal sejarah
Daur ulang jiwa menjadi alasan hati tetap mencari kebahagian sesungguhnya
Kau sajak yang pernah ditorehkan tinta
Dan kau rembulan yang pernah menyapa sang senja yang redup dan pudar diufuk sana
Aku harap akulah rembulan yang akan memberi sinar pada luka lama yang pernah dibuat oleh sang pembohong rasa
Sakit.?
Memang, tapi tak ingin ku ingat.
Bahagia.?
Pernah, tapi tak kekal abadi selamanya.
Masa depan.?
Ah..itu hanya bualan sang pembuat luka agar hati tetap tenang dalam derita yang coba dia dramakan dalam sinetron cinta.
Kapal-kapal tua menjadi saksi bisu cinta kita tumbuh dan berkembang dalam kalbu
Ini bukan sejarah pari-purna tapi sejarah hati yang terluka olehnya.
Wahh..kurasa akan ada yang salah tafsir tentang ini semua.
Perkara cinta memang sulit dipecahkan oleh sang raja apalagi cecungu manusia.
Perkara cinta hanya mampu dipecahkan oleh hati lewat rasa bukan dipecahkan akal lewat nafsu.
Aku yakin kau mengerti alur tinta yang kurangkai dalam kata.
Selat makassar bima menjadi sandaran cinta kita berlabuh dalam cerita
Kau tatap gelombang sambil berkata aku suka kepribadian anda.
Kata-kata ini yang membuatku selalu teringat dan terbayang akan kisah di kapal tua yang berlayar dari pelabuhan makassar menuju pelabuhan bima.
Hingga disuatu ketika akupun mengakui aku juga punya rasa yang sama padamu.
Perbedaan tahta dan kasta menjadi pemisah kisah cinta yang sudah terjalin tiga tahun setengah lamanya.
Akupun sadar kau orang terpandang dan punya segalanya sedangkan ku hanya anak petani ulung yang hidup dengan bercocok tanam disawah.
Aku berpikir untuk ambil keputusan agar pergi tanpa meninggalkan kata dari pada mendengar caci maki dari keluargamu yang sangat luar biasa
Mungkin dengan jalan yang ku ambil bisa menjadikanmu dewasa
Mungkin juga bisa membuatmu lebih bijaksana.
Kuingin titip pesan dari hati yang pernah kau singgahi "jaga diri baik-baik dan tetap jadi perempuan tangguh yang pernah ku kenal".
Kau tetap jadi rembulan yang takan pernah reduh dalam kenangan.
KILIMAN ARIANSYAH
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Demokrasi Sumber Geopolitik
penyelenggaraan kekuasaan secara konsekuen mesti dijalankan berdasarkan normalitas prinsip demokrasi. Pemisahan wewenang, check and bal...
-
KKN (Kuliah Kerja Nyata), merupakan sebuah program pengabdian mahasiswa pada masyarakat setara 2 sks yang wajib diikuti oleh seluruh maha...
-
Begitu banyak hal yang ingin aku tuangkan dalam secarik kertas, tentang apa saja yang yang mampu dipandang mata dalam realitas. Mulai d...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar