Rabu, 12 Desember 2018

ANGIN LAUT MEMBAWA LUKA






Senandungku hanya untuk cinta
Raga cinta hanya untukmu sang angin manja
Kau belai mesra sekujur tubuh hingga terlelap dalam sepinya rahasia
Jangan manjakan ku dengan kesejukan
Karna aku takut terhanyut dalam lautan lawata

Kau sangat mempesona sa.at kau gerakan tangan diatas senar gitar dengan sangat manja
Kaukah bungan dunia yang diharapkan bangsa.?
Ataukah aku yang terlalu mengharapkan kau jadi bunga dahlia

Sembaring menanti rasa yang tersisa dalam dekapan jiwa
Aku ingin menjeput sejarah bersama angin yang membawa luka lara dalam susana ramah dan ramai di singgahsan surga pemuja lawata

Wahai angin pengembara bukakan tirai penghalang tentang cinta agar dia bisa rasakan hal yang sama
Mungkin matahari esok berkecup gemeninggalkan aku
Terlalu indah kisah yang harus ku lupa
Terlalu rumit mengatakan kejujuran yang ada

Lautan asmara bisikan padanya aku cinta dia
Bisikkan padanya aku sayang dia
Dan bisikkan padanya aku suka dia
Hanya memandang dari kejauhan yang bisa kulakukan selebihnya hanya ada rintihan bersama angin luka

Sorak soraya sang pembual disana membasuh tubuh yang gelisah dan merana
Bersama gitar ku temanin jiwa yang menampung amarah
Bersama lagu ku buat hati menari diatas luka yang terlarang
Ku pandang lautan yang indah nan ramah
Kubayangkan ada wajahmu yang bersemayam disana

Waktu terlalu cepat berlalu sehingga sajakku pun kian membisu dalam kalbu
Ingin ku putar alunan waktu agar ku bisa memandang mu lebih lama bersama angin lautan pantai lawata
Wahai sang pembangkit.!
Kumohon beri petunjuk untuk jiwa lara yang terluka

Sorak sorayapun berganti hening yang menyayat kalbu
Badai belum berlalu tapi kisah ini sungguh cepat berlabu bersama waktu yang membawa cerita aku dan kamu
Kau labuhkan harapan tanpa kepastian
Dan kau labuhkan kepastian dalam khayalan yang samar dimata

Dekap aku dengan pelukan mesra yang merasuk sukma
Belai aku dengan kasih sayangmu yang sempurna
Kita buat indahnya dunia bagaikan warna pelangi yang hadir sehabis hujan redah
Lembut tutur katamu membuatku tersanjung dalam alunan irama angin pengembara

Bisakah kau padang dengan rasa bukan dengan mata.?
Bisakah kau nikmati semuanya dengan hati bukan dengan rupa apalagi materi.?
Yah..kurasa tak bisa karna ini bukan lagi jaman primitif tapi ini jaman modern
Semuanya harus diukur sehingga, ketika segi-seginya cocok baru diangkut dan mau dimiliki oleh si bunga dahlia

KILIMAN ARIANSYAH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Demokrasi Sumber Geopolitik

penyelenggaraan kekuasaan secara konsekuen mesti dijalankan berdasarkan normalitas prinsip demokrasi. Pemisahan wewenang, check and bal...