Rabu, 12 Desember 2018

PESONA GADIS DESA HANCUR DIKOTA



Ayunya sang putri mutiara desa kini redup dalam arus gelombang pengobral dosa dalam kota
Didesa bagaikan sapu sejagat sesampainya dikota serupa sapu pangkalan sampah dalam gerobang bapak penghuni selokan himalaya
Gadis desa yang menjadi rebutan para pemuda handal desa kini tak lagi suci lantaran dikota jadi rebutan sibapak berkedok plat merah

Barang dipasar yang mahal harganya menjadi alasan gadis desa menyerahkan diri pada bapak bertopeng penguasa
Kecantikan dan kepolosan raut wajahnya menjadi pembangkit nafsu para aktivis rupiah
Tanpa sadar sigadis kalau dirinya sudah diperkosa oleh nafsu barang distro si ibu tina dilampu merah sana

Pengen hidup mewah dikota tapi keluarga kekurangan segalanya menjadi landasan utama mereka melepas perawan demi sidaun merah
Gadis desa yang dulunya menjadi kebanggan orang tua kini telah beralih haluan menjadi kebangaan sipenjual es cendol dipenghujung jalan menuju surabaya

Sungguh mulia orang tua melepas sikecil cantik untuk berdikari dalam ruangan hampa 
Ehh..ternyata sicantik mungil sudah tak tahan ingin melepaskan selaput darah pada kamar kosong milik bapak kusuma
Janda rasa perawan itulah mereka
kawin berkali-kali tapi belum nikah-nikah juga

pesan orang tua.!
Nak kamu jaga diri baik-baik ditanah rantauan, jaga kesehatan dan jangan lupa makan.
Pas nyampe kota kepanasan ingin susu sapi milik om sapri dipojok kandang kampungnya bibi sumarni
Udah dikasih jatah eh malah cari lagi mangsa sipenunggang kuda yang kuat dan perkasa

Karung-karung sampah belum terisi penuh oleh bahasa pembasmi hama
Mungkin akan diisi oleh siputri cilik utusan mama papa dikampung idaman para pembual berkelas raksasa
Saya kira hanya surti yang pergi cari kerja lalu pulang bawah buah hati
Rupanya siputri kecil tak berdosa lebih genit untuk mencari mangsa

Setelah akhir bulan telpon kerumah dia bilang "mah pah minta uang semester klau ngak bayar semester ngak dijinin kuliah"
Pas dikirim telpon teman dia bilang "eh kita makan direstoran mana maklum guekan anak orang kaya"
Tak sadar dirinya telah berdosa pada orang tua dan berbohong pada media masa

Padahal sang bapak dirumah banting tulang peras keringat demi mencari sesuap nasi untuk keluarga dan sebatang rokok untuk pemuas mulut yang mendoakan kesuksesan buat sang putri tercinta
Sedangkan sang ibu rela tak tidur semalam demi memikirkan apa yang harus dikerjakan besok untuk menutupi kekurang ekonomi rumah tangga yang mulai melemah lantaran sang buah hati minta jatah preman dengan alasan bayar kuliah

Aduh dek...!!
Kasih tu kau punya tubuh dicabik-cabik tanpa penghulu
Dikampung kau laksan rembulan yang memberi sinar kehidupan
Tapi dikota kau bagai sampah peradaban.
Ini dunia yang terbalik atau memang akalmu yang lagi datang bulan sehingga sensitif ketika lihat sihidung belang.?

Entahlah aku juga tak tau karna aku bukan tuhan yang tau segalanya
Tapi setidaknya aku hanya ingin berkata sadarlah kau dari kelamnya dunia kapitalisasi moral pada lingkungan kota neng ayu serupa kulit kayu.

KILIMAN ARIANSYAH

1 komentar:

Demokrasi Sumber Geopolitik

penyelenggaraan kekuasaan secara konsekuen mesti dijalankan berdasarkan normalitas prinsip demokrasi. Pemisahan wewenang, check and bal...