Rabu, 26 Desember 2018

BIDADARI TAK BERSAYAP



Kau sungguh cantik dan angun bagaikan pelangi dikala tetesan terakhir air langit redah
Kecantikanmu membuat seluruh mata memandang berbinar-binar, terpikat dan terpanah.
Bidadari tak bersayap siapakah yang akan mendapatkan mu.?
Hehe konyol sekali pertanyaaku.!!
Tak apalah ini hanya sekedar pertanyaan, yang mungkin tak memiliki makna dan nilai.

Ketika kataku tak lagi bermakna ku harap tindakanku memberikan kesan hangat yang akan kau kenang sepanjang sejarah hidupmu
Sedih namun tak dirasakan
Resah namun tak terlihat
Sebab namamu ingin ku ukir indah dalam hati

Dulu kau sangat bisa menarik simpatik dan rasa yang ku miliki
Dulu kau sangat pandai dalam membuatku tertawa dan merindu
Dulu juga kau sangat cerdas dalam merangkai kata sehingga aku terlena dan luluh dalam lembaran cinta sejati yang kau berikan
Ternyata sekarang semuanya berbalik menjadi samurai yang melukai setiap sendi yang ada dalam sanubari

Kau buatku merana dan tersiksa dalam sendunya buaian asmara
Kaupun buat ku menangis tanpa meneteskan air mata melihat sandiwara layaknya drama korea yang kau mainkan
Mungkin kau sudah bosan melihatku
Atau mungkin kau sudah tak ingin mendergar kata cinta dariku
Karna sudah ada yang menurutmu jauh lebih baik dariku

Rasa resah pasti datang menghampiri setiap insan yang merindukan kasih sayang dan itulah yang kurasakan sekarang
Cobalah mengerti keadaanku
Cobalah pahami aku
Dan aku akan memahamimu seperti sang pangeran yang menanti tuan putri kembali
Aku bukan bidadari surga
Aku juga bukan pengendali cinta
Tapi aku adalah orang yang mencintaimu apa adanya

Aku tak ingin kau tau bahwa aku terluka karnamu
Aku hanya ingin kau tau klau kau adalah idaman hati yang takan pernah pupus hanya karna ruang dan waktu
Ahh..mungkin itu hanya impian semu yang kuhias dalam kalbu
Aku tak ingin terjebak dalam cinta sendiri
Sebab pentakit paling mematikan ketika kita lagi sayang-sayangnya dia malah pergi tanpa kata
Kuharap bukanlah aku yang kau jadikan benalu
Sebab ini hati bukan warung kopi

Denyut nadi mulai menyapa sel dalam urat
Membuatku sadar klau hidup perlu kesadaran secara rohani bukan jasmani
Cinta hanya setaka kata yang pernah kau ucap
Kasih hanya sekedar angin yang menghembus lalu pergi
Sayang hanya sekedar hujan yang membasuh lalu redah karna pelangi sudah tiba

Bidadari tak bersayapku katakan satu kata untuk aku titip dalam rasa yang berlabuh dipelabuhan cinta
Agar tak ada kecewa yang dititipkan oleh cinta nanti
Mungkin Serupa rentenir cinta atau serupa penjahat cinta
Entahlah aku juga tak tau
Yang jelas kau bidadari tak bersayapku.

KILIMAN ARIANSYAH

1 komentar:

Demokrasi Sumber Geopolitik

penyelenggaraan kekuasaan secara konsekuen mesti dijalankan berdasarkan normalitas prinsip demokrasi. Pemisahan wewenang, check and bal...