Minggu, 16 Desember 2018

MAJA LABO DAHU MENJELMA MALU TAPI MAU



Dibumi yang pernah terkenal sebagai serambi mekah, tempat dimana ulama dan raja-raja melukis sejarah.
Mereka yang terdiri dari semua golongan dan kasta memerah otak demi kelanjutan generasi muda.
Hingga sekarang kisah mistis sang empuh masih terus bergemuruh.

Hadir dengan slogan maja labo dahu yang dibalut anggun dengan busana rimpu.
Sebuah pesan mendalam demi menjaga keperawanan putri daerah.

Begitu damai dan elok suasana lampau yang tercipta.
Dari hasil keringat nenek tua yang menetes bak mutiara.
Merasa tentram ketika gelap menghampiri, jendela ditutup dan putra putri mengaji.

Kisah yang indah dan kaya akan budi luhur dan hikmah.
Seperti sebuah cerita pengantar lelap dikala malam diselimuti gelap.
Sebuah kisah dari penjarahan sampai masa kemerdekaan.

Namun kini apalah daya sebuah cerita yang melenakan generasi dalam romantisme sejarah para petuah.
Generasi yang lupa akan rasa syukur kepada tuhan dan lebih memilih mengingat kenangan bersama mantan.

Mereka lupa dengan mantra-mantra para sangaji yang pernah menyambut mereka lahir kedunia dengan suci.
Perawan desa lebih memilih diperkosa dibandingkan dengan memperindah lantunan suara.
Terlalu larut dalam asmara bagai kapal karam ditengah muara.

Sekarang jelaslah sudah kenyataan mampu menimbun sejarah.
Dimana kata maja labo dahu menjadi alat zinah yang terkesan malu tapi mau.

Mulai tenar anak lahir tanpa ayah yang hanyut sampai ke tepi muara.
Sering terdengar kabar dijantung daerah terjadi pertumpahan darah.
Sedangkan para penerus kerajaan tenang saja duduk diatas singgasana.

Kota tepian air menjadi ladang subur bagi tragedi yang datang bergilir.
Maja labo dahu menjelma menjadi tangisan pilu.
Pesona rimpu ditinggalkan perawan karena tidak laku.
Kisah kota serambi mekah hanya tinggal cerita dalam sejarah.

Penulis : MUH NUR ISLAMIA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Demokrasi Sumber Geopolitik

penyelenggaraan kekuasaan secara konsekuen mesti dijalankan berdasarkan normalitas prinsip demokrasi. Pemisahan wewenang, check and bal...