Belaian embun pagi menyapa sang fajar
Membuat jiwa serasa diudara
Adakan sinar pada pagi hari yang akan ku nikmati diesok hari.?
Ku ingin lihat indahmu pada malam hari agar tak ada ragu ketika ku bangun nanti duhai pujaan hati.
Senyumanmu membuat ragaku menjadi kaku
Indah raut wajahmu membuat jiwaku gugup bagaikan bunga putri malu
Wahai pujaan hati nyanyikan lagu cinta untukku kenang dikemudian hari
Bila nanti kau tak kembali kenanglah aku sepanjang hidupmu
Jauh tak berjarak dekat tak bersentuhan begitulah aku denganmu
Kau ciptakan lagu indah kau senyum semanis buah
Satu tapi pasti dan sangat berarti kau tetap ku cinta.
Mutiaraku...
Kaulah pelita hidup dalam gelapnya hariku
Kaulah rembulan yang bersinar tanpa menunggu waktu untuk bersinar
Dan kaulah bintang yang selalu gemerlapan diatas dilangit sana.
Mutiaraku...
Aku ingin menjemput bahagia mesti sehelai rambut saja
Aku ingin menjemput impian walau dengan bayangan semu
Aku ingin mati dalam dekapan hati yang selama ini kunanti di ujung dermaga cinta
Mutiaraku...
Buatlah duniaku berwarna dengan kasih sayangmu yang sempurna
Buatlah duniaku berwarna dengan lembut belaian mesramu
Dan buatlah duniaku indah dengan membangun keluarga kecil dalam rumah tangga.
Hari-hari yang ku nanti di ujung jalan menepi harapan semoga tersampaikan
Kau membuat jiwaku serasa bagai disurga
Kau membuat jiwaku sejuk bagaikan dalam kolam salju
Kau membuat jiwaku tenang bagai dalam alunan melodi rumput hijau.
Aku cinta kau bunga revolusi
Aku menyayangimu bintangku
Aku ingin memilikimu seumur hidupku mutiaraku
Lautan rindu yang kau ciptakan sangat menyiksa jiwa ini sehingga aku tak ingin mati sampai seribu tahun lagi.
Jauh jalan yang harus ku tempuh mungkin gelap bahkan mungkin terang
Kau sangat pandai mendiamkan dirimu dalam hati ini
semoga apa yang disemogakan bisa tersemogakan lewat lantunan sajak yang ku mainkan
Sajakku mungkin hanya celoteh dinding yang menghiasi kertas putih
Sajakku mungkin hanya rangkaian kata yang mengiris dinding kalbu
Dan sajakku mungkin hanya sebuah kata yang ku tuangkan lewat pena cakar menjulang langit
Tapi... perlu kau ketahui bahwa sajakku adalah luapan rasa yang kumiliki sa.at ini dan sampai nanti.
KILIMAN ARIANSYAH

Tidak ada komentar:
Posting Komentar