Kamis, 13 Desember 2018
SECARIK KERTAS UNTUK MAHASISWA
Begitu banyak hal yang ingin aku tuangkan dalam secarik kertas, tentang apa saja yang yang mampu dipandang mata dalam realitas.
Mulai dari sejarah yang dirubah sesuka hati saapai kepada senjata yang digunakan untuk memanipulasi.
secarik kertas kecil mingkin tidak akan mampu meenguraikan semuanya, tetapi setidaknya dia mampu menjadi alat yang selalu jujur terhadap apa yang disampaikan, selalu terbuka untuk semua mata yang memandang perlunya sebuah kebenaran.
Dia mejadi data dikala konflik dan huru-hara yang mempertaruhkan nasib, meski terkadang sesekali dia menjadi senjata untuk menikam dan membunuh satu sama lain.
Menjijjkan ketika mendengar kabar kebenaran yang diperkosa oleh amarah dan nafsu, seakan semua kalangan mendukung satu-persatu.
Oposisi sampai yang adikuasa memandang enteng dengan sikap yang pongah, bahwa bukti kebenaran tak ubahnya sebagai alat pengenyang setelah semua nasib ribuan kepala dia kunyah.
Kaum terpelajar dengan title masyarakat ilmiah-pun bersuara, menodongkan pisau tajam sebagai bukti kesriusan dalam merubah tangisan dari jutaan suara.
Dengan title midle class mereka berjanji akan tanggungjawab sebagai bentuk perpanjangan sumpah yang selalu dikumandangkan dijalanan.
Sudahkah mampu meeubah keadaan?
Sudahkah mampu menjadi yang sebenaenya?
Sudahkah mampu menjadi apa yang dicitakan?
dan mungkinkah semua status,sumpah, dan tanggungjawab itu hanya omong kosong belaka?
Ketika pada kenyataannya Mahasiswa yang bersuara lantang layaknya pendekar petarung malah berbalik arah menggunakan sarung?
Ketika Mahasiswa yang berdiri dibarisan depan yang menantang kekuasaan malah meminta imbalan pribadi sedangkan yang lain harus berpuasa?
Ribuan kepala yang menyuarakan kebenaran malah terjual oleh kepentingan segelintir pecundang?
Begitu miris dan naif perbudakan diambang batas yang dulunya pernah bersumpah tanah air tanpa penindasan.
Begitu buruk pribadi yang dulunya pernah berbahasa satu tanpa kebohongan.
Begitu busuk hati merka yang pernah berikrar mencintai keadilan.
Mereka yang menjual sumpah demi adalah sampah !
Bagi kamu yang masih sadar dengan seumpah yang pernah diperjuangkan dengan tetesan darah dan nanah.
Bagi kamu yang masih kokoh berdiri diatas kebenaran.
Bagi kamu kamu kamu yang masih bersyukur menggunakan dengan title sebagai mahasiaswa.
Jangan pernah menyerah terhadap kemunafikan.
Jangan pernah berhenti melawan penindasan.
Jangan pernah goyah karena harta.
Jangan pernah bungkam ketika kedaan mengharuskanmu untuk melawan.
Jangan diam !
sebab hidup adalah perjuangan.
Sebab kebenaran adalah tujuan.
Sebab kemunafikan adalah lawan.
Sebab penindasan adalah setan.
Bangkitlah MAHASISWA !!!
Penulis : MUH NUR ISLAMIA
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Demokrasi Sumber Geopolitik
penyelenggaraan kekuasaan secara konsekuen mesti dijalankan berdasarkan normalitas prinsip demokrasi. Pemisahan wewenang, check and bal...
-
KKN (Kuliah Kerja Nyata), merupakan sebuah program pengabdian mahasiswa pada masyarakat setara 2 sks yang wajib diikuti oleh seluruh maha...
-
Begitu banyak hal yang ingin aku tuangkan dalam secarik kertas, tentang apa saja yang yang mampu dipandang mata dalam realitas. Mulai d...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar