Minggu, 16 Desember 2018

MENTARI HUKUM TAK LAGI TAJAM



Hanya sebuah ilusi manusia bahwa hukum adalah cerminan keadilan dan payung kesejahteraan Rakyat
Para koruptor diijab kabul oleh hakim dan rakyat miskin dijadikan kambing hitam untuk menaikkan tahta dan jabatan parang pemangku moncong bersenjata
Kami sadar sebagai generasi hukum hanya pengontrol kebijakan
Tolong pak tua jangan buat kami murka dengan tindakkan hukum rimbah

Trompet keadilan selalu ditiup dimeja hijau para pemangku kebijakan
Tapi implementasi dari keadilan sangat nihil didapatkan oleh kaum tertindas hari ini
Adakah hal yang bisa dijadikan acuan dasar oleh para kaum tertindas yang ditindas oleh penguasa milineal.?
Ataukah mungkin keadilan hanya pada taraf rupiah yang ditawarkan oleh sipengais rupiah.?
Pertanyaan-pertanyaan ini bukan harir dengan tiba-tiba melainkan ada alasan dasar yang menjadi rujukan sehingga pertanyaan itu hadir dan membara dalam benak anak bangsa

Pantas saja hukum sampai sekarang tak ada yang mampu definisikan secara spesifik
Karna memang hukum hanya seperangkat aturan yang dibuat untuk melindungi maling-maling berdasi "koruptor".
Haha.. Kau harus tau pak tua kami punya cara untuk menegakkan aturan yang diberlakukan oleh negara tanpa harus mengikuti konstitusi yang berlaku tanpa makna
Hukum kepastian tidak mampu dijalankan maka hukum rimbah menjadi alternatif terakhir

Jangan heran jika banyak terjadi pembunuhan, pembantaian dan pemerkosaan di negara indonesia sebab, mereka menajamkan perisai aturan hanya pada rakyat miskin bukan berlandaskan kejadian dan fakta hukum yang terjadi.
Aku bukan generasi pembenci aparatur penegak supermasi hukum tapi aku adalah bagian dari generasi yang merindukan suara keadilan itu sendiri.
Harapan anak bangsa tidak sirna dalam ruang persidangan tapi harapan anak bangsa sirna dalam nyanyian pembasmian para pemangku kebijakan supermasi hukum.

Selogan "tegakkan kebenaran sewalaupun langit runtuh" itu hanya bualan yang tak punya makna untuk dikenang oleh generasi bangsa
Dan slogan "semua sama dimata hukum" itu hanya gerakan pengumpulan koin-koin emas oleh hakim dari pemilik modal yang mampu bayar mahal dalam kolom meja agar bisa memberi kebijakan yang sesuai dengan angka yang ditawarkan oleh mereka

Aduhh pak tua ingat ini dunia!!
Ingat umur dan ingat akhirat
Jangan bertindak serupa hama yang berserakan di cafe sana
Kasihan itu kepala digadai karna rupiah
Kasih itu anak-anak nya dikasih makan dari hasil penipuan media masa
Kau yang seharusnya jadi panutan bangsa tidak ada sama sekali yang bisa diandalkan oleh generasi muda
Kau selayaknya ada diruangan rumah sakit gila bukan dimeja penguasa

Peradaban generasi baru dimulai jangan dulu senang karna bisa berkuasa 
Kami akan hadir dengan ribuan kata yang menghantui setiap yang yang merasa besar dalam ketiak penguasa
Oh tuhan tolong!
Jangan cabut nyawa mereka karna aku masih ingin membuatnya tersiksa dalam ruangan hampa dengan tahta
Kuda-kuda raksasa coba dibuat jadi pelampiasan rasa ibah dan haru akan jabatan yang dimiliki si pembuat kata

Ingin ku ketawa tapi tak ada suara untuknya yang sedang duduk manis dimeja sana
Aku hanya bisa berkata tunggulah ajal dunia yang akan generasimu berikan bapak tua
Ini bukan ancaman semata tapi ini kata-kata yang bisa mengganggu tidurmu dimalam nanti dan malam berikutnya
Kami bukan senja yang meninggalkan luka tanpa kata tapi kami generasi yang akan meninggalkan kesan dalam sejarah hukum negara yang bobrok akibat ulah penguasa

KILIMAN ARIANSYAH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Demokrasi Sumber Geopolitik

penyelenggaraan kekuasaan secara konsekuen mesti dijalankan berdasarkan normalitas prinsip demokrasi. Pemisahan wewenang, check and bal...