Senin, 31 Desember 2018

SUCI DALAM CERMINAN DEBU



Kata per kata telah ku untai untuk mu sang rasaku
Aku sadar tak selamanya kata-kata itu menjadi mutiara berharga
Ada sa.atnya mutiara tersebut jadi bara yang membuat tinta hitam dalam keharmonisan cinta kita
Aku juga sadar tak selamanya kata memberikan bukti yang akan menjadi landasan kepastian untukmu
Tapi perlu kau ketahui bahwa kataku adalah wakil dari hatiku yang ingin membuat mu suci dalam benci dan permata dalam kasih

Memang sa.at ini aku belum mampu memberikan kepastian yang membuatmu bahagia
Aku juga belum mampu membuatmu nyaman secara totalitas dalam rasa
Aku ingin mengatakan aku tak ingin membuatmu menderita karna hidup sensara karna aku orang tak berada
Aku ingin membuktikan semuanya nanti setelah semua hal yang aku takuti terpenuhi sehingga kaupun tak mengeluh akan penderitaan yang kita alami nanti

Wahai sang bidadari hati
Cobalah untuk mengerti akan rasa yang ku miliki, Akan ketakutan yang kuhadapi nanti dan akan kita bangun dikemudian hari.
Aku punya rasa yang lebih dari rasa yang kau miliki
Aku juga punya kasih yang permata lebih dari binar matamu
Aku juga punya sayang yang lebih dari mutiara seperti mutiara kasih yang kau miliki
Aku hanya ingin membuat mu bahagai dengan kenyemana masa depan yang bisa dipandang oleh orang lain

Aku tak ingin kau dikucilkan lantaran memilih laki-laki brensek dan kurangajar sepertiku
Aku hanya ingin buktikan pada dia dan mereka yang pernah mengukir masa suram dalam hidupmu
Klau orang yang kau pilih adalah orang yang mampu membuatmu bahagia dan bisa menjadi dambaan surga untuk kau banggakan nantinya
Hingga akupun merasa bahagia bisa membuat mu bangga
Lebih-lebih pada mata orang tua dan keluargamu

Aku akui aku pernah mengukir kisah suram ketika bersamamu
Aku juga akui aku pernah mengukir masa sakit ketika kau ingin merasa tenang
Aku minta ma.af ketika aku pernah tak membuatmu tenang dan nyaman
Aku juga minta ma.af ketika tingkahku kadang membuat hatimu teriris dan sensara
Perlu kau ketahui tak sedikitpun niatku membuat mu bersedih apalagi sampai meneteskan air mata
Air mata mu terlalu berharga untuk kau teteskan gara-gara tingkahku yang kurangajar dan biadab ini

Semuanya terasa suram bilang tak ada mu disisi
Semuanya terasa gundah ketika kau tak bersamaku
Dan semuanya tersa mati ketika kau memilih pergi dari dekapan hati
Aku tak pernah melihat masa suram yang sering kau sebutkan
Aku juga tak ingin memoar kisah lara yang mebuatmu menderita
Aku hanya ingin membangun cinta agar tak ada curiga yang menyiksa jiwa
Pada sa.atnya nanti kau akan menjadi ratu dalam hati bidadari tak bersayapku "I...Y"
Tapi ku harap untuk sa.at ini kau dapat mengerti

KILIMAN ARIANSYAH

Rabu, 26 Desember 2018

PEMBOHONG RASA



Dulu kau sangat bisa menarik simpatik dan rasa yang ku miliki
Dulu kau sangat pandai dalam membuatku tertawa dan merindu
Dulu juga kau sangat cerdas dalam merangkai kata sehingga aku terlena dan luluh dalam lembaran cinta sejati yang kau berikan
Ternyata sekarang semuanya berbalik menjadi samurai yang melukai setiap sendi yang ada dalam sanubari

Kau buatku merana dan tersiksa dalam sendunya buaian asmara
Kaupun buat ku menangis tanpa meneteskan air mata melihat sandiwara layaknya drama korea yang kau mainkan
Mungkin kau sudah bosan melihatku
Atau mungkin kau sudah tak ingin mendergar kata cinta dariku
Karna sudah ada yang menurutmu jauh lebih baik dariku

Rasa resah pasti datang menghampiri setiap insan yang merindukan kasih sayang dan itulah yang kurasakan sekarang
Cobalah mengerti keadaanku
Cobalah pahami aku
Dan aku akan memahamimu seperti sang pangeran yang menanti tuan putri kembali
Aku bukan bidadari surga
Aku juga bukan pengendali cinta
Tapi aku adalah orang yang mencintaimu apa adanya

Aku tak ingin kau tau bahwa aku terluka karnamu
Aku hanya ingin kau tau klau kau adalah idaman hati yang takan pernah pupus hanya karna ruang dan waktu
Ahh..mungkin itu hanya impian semu yang kuhias dalam kalbu
Aku tak ingin terjebak dalam cinta sendiri
Sebab pentakit paling mematikan ketika kita lagi sayang-sayangnya dia malah pergi tanpa kata
Kuharap bukanlah aku yang kau jadikan benalu
Sebab ini hati bukan warung kopi

Denyut nadi mulai menyapa sel dalam urat
Membuatku sadar klau hidup perlu kesadaran secara rohani bukan jasmani
Cinta hanya setaka kata yang pernah kau ucap
Kasih hanya sekedar angin yang menghembus lalu pergi
Sayang hanya sekedar hujan yang membasuh lalu redah karna pelangi sudah tiba

FAZTA

BIDADARI TAK BERSAYAP



Kau sungguh cantik dan angun bagaikan pelangi dikala tetesan terakhir air langit redah
Kecantikanmu membuat seluruh mata memandang berbinar-binar, terpikat dan terpanah.
Bidadari tak bersayap siapakah yang akan mendapatkan mu.?
Hehe konyol sekali pertanyaaku.!!
Tak apalah ini hanya sekedar pertanyaan, yang mungkin tak memiliki makna dan nilai.

Ketika kataku tak lagi bermakna ku harap tindakanku memberikan kesan hangat yang akan kau kenang sepanjang sejarah hidupmu
Sedih namun tak dirasakan
Resah namun tak terlihat
Sebab namamu ingin ku ukir indah dalam hati

Dulu kau sangat bisa menarik simpatik dan rasa yang ku miliki
Dulu kau sangat pandai dalam membuatku tertawa dan merindu
Dulu juga kau sangat cerdas dalam merangkai kata sehingga aku terlena dan luluh dalam lembaran cinta sejati yang kau berikan
Ternyata sekarang semuanya berbalik menjadi samurai yang melukai setiap sendi yang ada dalam sanubari

Kau buatku merana dan tersiksa dalam sendunya buaian asmara
Kaupun buat ku menangis tanpa meneteskan air mata melihat sandiwara layaknya drama korea yang kau mainkan
Mungkin kau sudah bosan melihatku
Atau mungkin kau sudah tak ingin mendergar kata cinta dariku
Karna sudah ada yang menurutmu jauh lebih baik dariku

Rasa resah pasti datang menghampiri setiap insan yang merindukan kasih sayang dan itulah yang kurasakan sekarang
Cobalah mengerti keadaanku
Cobalah pahami aku
Dan aku akan memahamimu seperti sang pangeran yang menanti tuan putri kembali
Aku bukan bidadari surga
Aku juga bukan pengendali cinta
Tapi aku adalah orang yang mencintaimu apa adanya

Aku tak ingin kau tau bahwa aku terluka karnamu
Aku hanya ingin kau tau klau kau adalah idaman hati yang takan pernah pupus hanya karna ruang dan waktu
Ahh..mungkin itu hanya impian semu yang kuhias dalam kalbu
Aku tak ingin terjebak dalam cinta sendiri
Sebab pentakit paling mematikan ketika kita lagi sayang-sayangnya dia malah pergi tanpa kata
Kuharap bukanlah aku yang kau jadikan benalu
Sebab ini hati bukan warung kopi

Denyut nadi mulai menyapa sel dalam urat
Membuatku sadar klau hidup perlu kesadaran secara rohani bukan jasmani
Cinta hanya setaka kata yang pernah kau ucap
Kasih hanya sekedar angin yang menghembus lalu pergi
Sayang hanya sekedar hujan yang membasuh lalu redah karna pelangi sudah tiba

Bidadari tak bersayapku katakan satu kata untuk aku titip dalam rasa yang berlabuh dipelabuhan cinta
Agar tak ada kecewa yang dititipkan oleh cinta nanti
Mungkin Serupa rentenir cinta atau serupa penjahat cinta
Entahlah aku juga tak tau
Yang jelas kau bidadari tak bersayapku.

KILIMAN ARIANSYAH

Selasa, 25 Desember 2018

TERENDAP LARAKU




Kata demi kata telah kurangkai untuk membalut luka lara
Keresahan mulai nampak seiring sang surya berkata sudahi semuanya
Beda cerita jika kata dibalas dengan rasa
Sebab kata mungkin hanya sekeder bualan semata
Tapi rasa takan pernah menghianati kata
Apalagi kata yang menyimpan rasa itu sangat menyiksa

Lebih baik tersesat dalam lembah berapi dari pada Tersesat dalam lembah cinta
Sebab cinta punya prinsip untuk melukai hati yang sedang bahagia
Cinta memang sulit untuk dipecahkan apalagi didiskusikan
Terlalu mudah jalaludin rumi dan khalil gibran mendefinisikan cinta
Sedangkan pada dasarnya cinta itu sebuah kata yang lebih mematika dari racun tikus yang disebarkan di got para pengobral dosa

Ini coretan tinta derita bukan tinta cinta
Ini juga bukan coretan rasa melainkan coretan luka dari seorang pengembalan asmara
Dalamnya lautan tak mampu mengukur seberapa dalam cinta penyair pada seorang putri
Dan begitu juga dunia tak mampu membungkus sebuah kata hanya dengan sekedar janji semata

Brandal tak boleh jatuh cinta sebab cinta tak bisa menetap ketika pertikaian terjadi
Sebuah cerita yang pernah dibuat bukan ajang anti kemapanan
Bukan juga ajang pencarian luka yang dijadikan tinta sejarah
Ini adalah ajang pencarian rasa yang telah ditelan oleh sang cinta dalam gelapnya sang malam
Aku sebenarnya iri kepada rembulan yang begitu bahagia menyambut sang senja tenggelam

Ingin rasanya cinta juga dibalut dan disentuh oleh cinta itu sendiri
Tapi apa daya energi tak mampu mencapai puncak sang illahi
Bintang-bintang begitu girang melihat kepedihan yang dirasakan oleh rembulan
Mereka memojokkan rasa yang ada pada rembulan
Tak sadarkah sang bintang klau sang rembulan punya cara membuat yang lain bahagia

Bintang sangat girang sehingga tak memikirkan mereka akan dilenyapkan oleh sang rembulan
Rembulan berkata sambil tersenyum siput "aku akan tenggelamkan diriku agar mentari datang dan kalian redup tanpa bayang"
Mentaripun begitu bahagia menyambut peryataan dari sang rembulan
Dan akhirnya tawa-tawa girang dari sang bintang lenyap bersama senyum siput sang rembulan yang di sambut baik oleh sang mentari

Sang mentaripun terlalu bahagia dalam menyambut sapaan sang rembulan sehingga tak bisa dirinya mengontrol cahaya yang dia berikan, yang dapat menaburkan Luka-luka lara yang membara bersama kenangan yang sudah lama terendap jauh dalam mimpi yang kelam
Resah jiwaku menanti sang gerhana kembali menyapa dunia

Aku tau aku bukan seorang pangeran
Aku juga tau aku bukan sang raja
Tapi aku sangat tau klau aku adalah sang pengembala yang hadir untuk menjaga bukan menyiksa
Percayalah aku bukan pemain sinetron cinta
Aku hanya pemain kata yang coba mengukir sajak dalam lembaran layar monitor
Yakinlah aku hanya pandai dalam membuat kata
Tapi tak pandai dalam membuat luka
Sehingga cintapun mampu terjaga

Jadilah dirinya sejati tanpa harus bergantu pada rasa yang sudah menyiksa
Jadilah pribadi yang tangguh tanpa harus menyulam teh manis masa lalu
Diam dan mati hanya milik mereka yang tak mampu berdiri diatas kakinya sendiri
Berkaryalah bersama hati agar tak keliru dalam menuai kisah romansa

KILIMAN ARIANSYAH

JAKET SANG PENGEMBARA



Perkara hati memang sulit untuk dipecahkan semudah kita berucap
Apalagi ketika ada benalu yang muncul dalam rasa ketiga
Karna benalu yang baru hadir sangat membuat jiwa sejuk dan adem laksana diri sedang berada di hujan salju
Tapi hati takan pernah bohong dengan rasa yang dia miliki sebab perkara cinta mampu dibungkus dengan kata aku sayang kamu

Memang lucu kalau diingat kembali setelah pertengkaran terjadi
Pertengkaran itupun kian menjadi mutiara yang akan menjadi permata yang siap dipinang seorang raja
Ini bukan cerita sang senja pada masa lalu
Tapi cerita rembulan yang bersemayam dalam jiwa dan raga
Sehingga akupun takan bisa menjadikan benang merah yang bisa ditarik ulur sang penjahit sebagai intan permata

Dibawah rembulan malam ku merasakan hadir kasih sayang yang pernah kita janjikan ketika kita pertama bertemu
Dengan syair lagu bongkar yang dinyanyikan oleh para pejuang peradaban desa laju kumerasakan indahnya kebersamaan yang mencuap dalam alunan lagu tersebut

Kau terlalu indah untuk ku miliki tapi kau juga terlalu sakit untuk dilepaskan
Melainkan aku harus bersabar menantikan waktu yang tepat untuk mengesahkan sejarah baru yang akan membuat kita menjadi sepasang kekasih idaman sang illahi
Yaitu menjadi suami istri
Ku harap kau mampu bertahan dengan ujian yang ku berikan sehingga nantinya kau menjadi perempuan hebat yang akan ku pilih sebagai pasangan hidup

Sedikit rasa yang kumiliki ingin kau tau bahwa cinta ini tulus tanpa memikirkan masa kelam yang sangat suram
Perempuanku kau serupa putri malu yang sangat sensitif untuk sebuah kata yang pernah disentuh kulit tak berdosa dari pemuda idaman lama
Hehehe..aku tak memerlukan kata yang indah untuk menghias keharmonisan ini tapi aku hanya butuh janji yang akan menguatkan kisah ini.

Desik pasir dilautan menjelma mimpi merajut kasih bersama sang bidadari
Dalam hening mebisukan jiwa tapi tak sedikitpun senduhku menitihkan air mata
Kau perempuanku
Kau bidadariku
Dan kau penyemangatku
Tetap jadi wanita tangguh yang bisa membuatku semangat dalam melangkah menuju masa depan cerah dan cemerlang

Musibah yang paling mengerikan bukanlah kematian tapi musibah yang paling mengerikan adalah perpisahan dalam suatu hubungan yang sudah kita bangun bersama dengan mimpi yang begitu indah
Bukan sekedar ucapan atau bualan lama
Tapi sebuah janji yang menyatukan jiwa dan raga

Ramai penghuni dunia menyuarakan "cinta kamu"  dan "cinta kamu"
Hahaha...lucu sih tapi mau bilang apa lagi kasih tak sampai untuk menyatukan rasa aku dan dia sebab kasih ku sudah terpenjara oleh sayang mu
Dengarkan cerita sang hujan yang sedang meceritakan indahnya alur cerita kita
Maukah kau dengar.?
Atau mungkin kau akan akhiri cerita itu.?

Semua itu kuserahkan padamu sebab perasaan takan bisa dibatasi dengan kata melainkan dengan rasa itu sendiri
Perempuanku..!!
aku ingin ciptakan surga dalam kalbu agar tak ada neraka yang kau rasakan dalam cinta
Sebab cinta bukanlah kata tapi cinta adalah tindakan nyata dari sang pengembara sipemilik jaget kusam dengan suara lantang di mimbar jalanan

Rumah singgah waktu itu membuatku sadar bahwa pejuang bukan terpaku mati pada pukulan apalagi tembakan
Matinya semangat sang pemilik jaket kusam ketika semangat generasi tak lagi terlihat dan dirasakan oleh orang banyak
Karna generasi adalah harapan utama bangsa dan negara
Generasi adalah tombak kemunculan peradaban dunia
Dan generasi adalah tulang punggung sang pemakai jaket kusam seorang pengembara

KILIMAN ARIANSYAH

DIMANAKAH POSISI HmI?



Keresahan mengisi ruang pemikiran kader umat dan kader bangsa.
Ketika masyarakat terjarah, mereka yang ada diatas tahta malah tertawa.

Mereka memang bukan orang bodoh dan gagal paham tentang sejarah, tetapi mereka adalah orang yang berdalih untuk mengukir sejarah.
sejarah harum dimasa silam kini mereka ganti dengan kisah kelam dipenghujung malam.

Memperkuat egosentris dengan mengakukan diri sebagai aset dari bangsa, tapi realitas selalu dipandang sebelah mata.
Dengan sombong dan lantang berbicara keadilan, tapi hanya berakhir sebagai wacana.

Para pendekar jalanan yang dulu lantang berteriak melawan penindasan, kini terperangkap dalam politik pencintraan.
Omong kosong bicara kedaulatan, sedangkan ribuan potensi bangsa diterlantarkan.

Aku meragukan indenpendensi organisatoris dan etis dari mereka para politisi.
Kala itu pernah berjaya dan bergandengan tangan dengan masyumi yang lahir dari negara matahari terbit.
Setelah hilang dengan lantang sang tokoh menyatakan partai islam no dan islam yes.
Padahal darinyalah negeri menderita virus sekularisme.

Mungkin wahib berkata benar dengan segala kerisauannya tentang kader yang larut dalam romantisme sejarah.
Sehingga kini wadah perjuangan tidak lagi memiliki taring dalam menyelesaikan masalah.

Ketika politik praktis dan hubungan pribadi masuk dalam wadah, maka darah juang seakan halal diperjual belikan.
Sementara rakyat menjerit kesakitan dijalanan dan kolong jembatan.

Retorika mantap dan nyaring terdengar dengan panduan tangan lincah, membuat rakyat dan organisasi menjadi tumbal dalam ambisi perpolitikan.

Bukti berbicara dengan ribuan tragedi yang diciptakan.
Ketika generasi yang sadar akan esensi perjuangan malah dibungkam dengan dalih kekuasaan.
Ketika potensi yang terbina sebagai lima insan cita dibiarkan menunggu ditengah panasnya pelita.

Tragedi kian parah dan masuk lebih dalam.
Organisasi diperkosa dan dilegitimasi bersuku-suku dan berbangsa-bangsa.
Mencuci otak setiap generasi baru dengan pahaman liar, bahwa setip yang berbeda adalah lawan.

Omong kosong dengan wacana berteman lebih dari saudara ketika perdebatan berakhir dengan pertikaian pribadi dan saling dendam.
Meminjam kata dinamika agar terlihat lincah, terlihat menggelikan ketika mengoceh tanpa tau arah kiblat NDP dan AD/ART.

Peringatan dimasa milaneal ketika teknologi dan kecanggihan menjadi alat saling melengserkan.
Jangankan menjawab tantangan zaman, bersatu saja belum mampu diadakan.
Terlalu jauh ketika berbicara tentang keadilan sedangkan setiap keadilan terpenjara dalam egosentrisme.

Aku rindu dengan lingkaran diatas tanah rata yang merubah pandangan apatis.
Bukan kumpulan elit politisi yang menjual jubah organisasi.

Aku menunggu untuk sebuah jawaban yang tak pasti.
Jawaban yang mungkin pernah ada tapi tersapu oleh besarnya ambisi.
Dimanakah Posisi HMI?

penulis : MUH NUR ISLAMIA

Jumat, 21 Desember 2018

RINTISAN PARA PENYAIR PINGGIRAN



di balik gubuk kecil yang terhempas di persimpangan jalan
Aku hidup sebatang kara
Aku memandang di sekitar ku sambit menatap indah rumput yang bergoyang dan iringan angin sebagai penyejuk hati
Ku tatap dan menatap akankah hidupku terus lesu tak bermakna
Ataukah ada malaikat penyelamat yang membawa rahmat ke alam surga.

Aku tak tau arahku akan kemana!
Seiring berjalannya waktu, malampun terus berganti haripun terus berlalu, ku dengar kicauan burung yang begitu indah dan merdu seakan-akan hatiku berharap dalam dirinya menemani kisah ku di setiap hari-hari ku.
Sembaring menunggu kehadiran sang illahi rabbi,
Ku duduk  termenung dan berhayal, bisakah aku menjadi bunga surga yang harum mewangi agar engkau tak bosan mencium dan memandang ku dalam-dalam dan meresapi keadaanku yang sesungguhnya,
Bukan hanya pijakan mistis yang engkau mainkan tapi penuh dengan kebahagiaan dan kata-kata cinta.

Terlalu banyak kata-kata indah yang terlontar dalam mulut jahatmu tapi tak pernah sedikit pun kebenaran itu ada, sedang ku percaya pada mu bahwa engkau akan hadir untuk ku.
Jangan bisik kalau hatimu tak berbisik
Jangan kata kalau hatimu tak berkata
Jangan berjanji kalau hatimu tak berjanji karna semua itu akan menjadi dusta.

Penulis : Sukardin

Kamis, 20 Desember 2018

MEMBASUH LUKA DENGAN KATA



Bait-bait kata telah ku luangkan lewat pena blogspot demi memuaskan dahaga hati yang sudah lama haus akan cinta yang hakiki
Senja meyapa diriku dalam tenang dan hening sehingga membuat diri perpuruk dalam sapaan cinta
Bolehkah aku memilih untuk tetap diam dan bersemayam dalam satu hati agar tak ada hati yang akan terluka lagi.?

Tahun akan segera berganti dengan waktu yang terus membasuh pilu dalam hati
Ohh cinta..
kurasa kau masih ingat kenangan itu
Kenangan yang membuatmu tak bisa pergi dariku
Aku minta ma.af jika perbuatanku tidak menunjukan klau aku cinta padamu
Kurasa kau mengerti kenapa aku melakukan hal demikian.!

Aku tak pandai dalam menjaga hati tapi ketika kau ajarkan aku akan sangat pandai dalam mendiamkan hati
Itu semua tergantung dirimu perempuanku
Sangat banyak lagu yang memngigatkanmu
Dan sangat banyak perempuan yang bisa menghadirkan bayanganmu
Tapi tak semuanya bisa seperti mu

Apa mungkin harus merelakan semuanya berlalu tanpa kenangan
Ataukah aku harus ukir kenangan itu lewat kata "aku rindu"
Ku rasa jika kenangan harus ku ukir kembali akan banyak hati yang terluka karna kenangan itu
Yah.. aku harus merelakan semuanya meski hati terpenjara dalam sajak

Aku bukan pembuat puisi cinta
Aku juga bukan penya'ir rasa
Tapi aku adalah orang yang tetap ada disetiap hembusan nafasmu perempuanku
Aku hanya mampu mendinginkan hati tanpamu dan kau hanya bisa membuat tugu api diatas kisahku

Masih teringat sa.at kau telepon dan berkata "abang aku masih mencintaimu dan sampai sekarang belum ada yang bisa mengantikanmu dalam hatiku"
Kata-kata sedikit membuatku luluh tapi takan membuatku kembali hanya dengan kata itu
Sebab torehan luka yang keluargamu buat sangat dalam diruang hatiku

Ma.afkan ku jika dulu aku tak sempat buatmu bahagia dan ma.afkan juga jika dulu aku pernah membuat luka dalam hatimu
Perlu kau ketahui
Kaulah sang senja yang tetap ada dan terus hidup dalam ruang rembulan malam
Yang telah menjelmah menjadi bintang kejora

Banyak yang menganggap aku ini pecundang cinta
Banyak juga yang menganggap aku ini penjahat hati
Tapi aku tak mau mengerti dengan hal demikian sebab aku punya prinsip takan pernah menoleh hanya dengan sekedar ucapan apalagi dengan cerita kenangan yang diceritakan ulang
Karna bagiku kenangan adalah sejarah silam yang membuat kita lebih dewasa dalam menjalani semuanya

Yah..Aku memang rindu tapi itu hanya sebatas rindu pada kenangan bukan padamu
Yah..Aku juga pernah janji akan kembali jika suasana hati sudah tenang tapi itu hanya sekedar kata-kata agar kau mau melepaskan
Aku tak ingin menjadi penjara bagimu
Sebab keluargamu terlalu fanatik akan keharmonisan hubungan kau dan aku
Seakan-akan aku adalah bayangan hantu yang tak terlihat tapi bisa dirasakan

Semuanya sudah berlalu takan bisa kembali pulih
Semuanya sudah terjadi takan bisa ditarik lagi
Kau adalah kenanganku dan dia adalah masa depanku
Kita sama-sama rajut mimpi dengan masa depan bukan dengan kenangan
Sampai jumpa perempuanku
Ku yakin kau perempuan hebat yang bisa bertahan dalam segala ujian
Percayalah ikmat tuhan pasti kau dapatkan meski bukan denganku.

KILIMAN ARIANSYAH

Selasa, 18 Desember 2018

CINTA TERPENJARA AMBISI DAN EGO




Cinta bukan dirasakan dengan akal bulus sang pengiat materi
Cinta juga bukan dijiwai dengan ego persuasi semata
Cinta harus dirasakan dan jiwai dengan hati yang tulus
Sebab cinta bukan setakat kata I LOVE YOU apalagi I MISS YOU tapi cinta adalah rahmat yang diberikan allah kepada insan yang lagi merindukan ketenangan

Pada dasarnya kita hanya mengenal cinta sebagai taraf propaganda hati yang berusaha melampiaskan amarah lewat kata cinta
Tak sadar kita telah di marjinalkan oleh rasa kita sendiri
Tanpa sadar juga kita sudah diperkosa oleh ego hati yang berusaha menguasai jiwa dan nurani
Keterampilan iblis merasuk hati dan menguasai jiwa menjadikannya sebagai penguasa dunia gaib

Sangat banyak sekali perempuan maupun laki-laki yang merasa diri hebat dan berkuasa lantaran dikejar-kejar oleh lawan jenisnya
Sehingga menjadikan mereka angkuh dalam bercinta
Sadar sudah wahai insan tuhan. Setiap langkah pasti punya makna untuk menjadikan diri sebagai manusia berguna bukan sombong karna banyak yang naksir

Ketika hati mulai jatuh cinta sang bunga pun mulai meredupkan ayunya diatas sofa-sofa empuk
Ketika benar-benar dicintai dengan sepenuh hati dia malah banyak tingkah seolah ratu kumala
Ketika tersakiti dibilang semua laki-laki itu sama
Kalian sebenarnya harus sadar laki-laki akan setia dan bertahan apabila pasangannya terbuka dan mau menghargai setiap pengorbanan yang laki-lakinya berikan dan jujur tentang rasa yang sesungguhnya
Bukan malah saling mencari kesalahan pasangan agar bisa mencaci maki pasangan

Laki-laki juga punya hati
Laki-laki juga punya malu
Laki-laki juga punya rasa bosan jika perempuannya selalu mempertahankan ego ketika memiliki masalah atau sedang membahas sesuatu
Dan laki-laki akan pergi jauh tanpa kata jika perempuannya sangat ambisi dalam segala hal tanpa memikirkan keadaan yang laki-lakinya rasakan
Tulisan ini tidak memojokkan seorang perempuan melainkan sedikit memberi masukan agar hubungan tetap awet dan bertahan lama

Belajarlah menghargai
Berlajarlah menerima
Dan belajarlah jujur
Bukan malah drama serupa artis korea
Jangan terlalu terkoptasi dengan suasan dunia yang hingar bingar sehingga eksistensi keperempuananmu kau lupakan dalam filosofis alam semesta
Perlu diketahui laki-laki itu hanya mahluk yang diciptakan untuk mencintai bukan di ciptakan untuk peka terhadap suasana ynag belum perempuannya katakan dengan suara

Ketika perempuan marah sang laki-laki bertingkah layaknya anak kecil yang selalu memberi tawa pada perempuannya
Tapi ketika laki-laki marah karna kekanak-kanakan perempuan malah dibilang "coba mengerti perasaan perempuan"
Astagfirullah..
Laki-laki bukan sensasi yang harus kau tampilkan dalam media
Laki-laki juga bukan asesoris yang dapat kau andalkan pada teman-teman mu selagi kau mau
Ketika sudah tak mau kenapa tidak jujur saja jangan malah mencari kesalahan yang membuat kesan perpisahan serupa mancing ikan

Jangan pernah berkata masih cinta jika tindakkan sangat melukai laki-laki mu
Jangan pernah katakan suka jika perkataan mu sangat menyiksa batin laki-laki mu
Dan jangan pernah mau menikah jika tabiat yang kau terapkan belum bisa kau rubah
Karna laki-laki butuh kenyamanan bukan kegaduhan
Laki-laki butuh kesejahteraan bukan pemberontakan
Dan laki-laki butuh kasih sayang bukan cemo'ohan dari perempuan yang dia sayangi

Ketika laki-laki melakukan kesalahan kata dan tindakan perempuan bilang "dasar anjing, setan, babi".
Tapi ketika perempuan melakukan kesalahan laki-laki hanya tersenyum dan berkata aku tetap mencintaimu dan tolong sedikit kau rubah tabiatmu
Apakah laki-laki itu hanya bahan diskiasis.?
Dan apakah laki-laki hanya pelambiasan amarah dari selingkuhan yang telah menyakiti.?
Yah... kurasa begitu.!

Dipenghujung jalan sang laki-laki pun punya rasa lelah untuk bertahan dan lebih memilih pergi karna selama dia bertahan tak dihargai
Laki-laki pun lebih memilih tersakiti dari pada harus menderita dengan perkataan dan tindakan sepihak dari perempuannya
Kata terakhir yang ingin diucapkan "selamat tinggal dan jaga diri baik-baik".

KILIMAN ARIANSYAH

KU RINDU DARAH JUANG PEMUDA



Ku tuliskan surat rindu untuk mu wahai para pemuda pejuang
Didalam diriku tertanam rasa iri dan berharap pemuda dapatmerubah tatanan negeri ini
Engkau adalah harapan bangsa yang berjiwa merdeka untuk negeri
Tanpa mengeluh demi kemajuan
Banyak orang yg menyatakan pemuda alalah penentu kemajuan negara

Begitu bangga dan bahagianya ketika pemuda di percaya sebagai tongkat estafet kemajuan negara
Kami berharap kepada pemuda negeri ini jangan berdiam diri lihatlah rakyatmu negeri ini, mereka di sedang di rampas haknya
Negeri ini sedang terombang ambing pemudaku

kami percaya bahwa engkau mampu selamatkan negeri ini yang penuh ironis dan sandiwara yang di buat sang penguasa negeri, kita perbudak, kita di tindas harga diri kita di injak2, tidak engkau berpikir tentang semua atau kah kita hanya berdiam diri melihat kekejaman negeri ini
Kami rindu......
Kami rindu.....
Kami rindu.....

Cetakan sejarah juang pada masa dulu kau ukir dalam sejarah perjuangan sampai nenek moyang mu masa itu dapat hidup bebas dan sejahtera, pemuda ku kenapa tidak hari kita harus kembali melawan, apa yang harus takutkan terhadap penjajahan penjahat di negeri kita sendiri, mari pemuda ku
Negeri ini membutuhkanmu...
Negeri ini butuh kebebasan......
Negeri ini butuh kesejahteraan.....
Bangkitlah.... Bangkitlah.....
Bangkitlah

Penulis : sukardin

Senin, 17 Desember 2018

MENGUBAH PARADIGMA MEMBANGUN DUNIA



Semesta akan bersembah sujud sembaring menunggu perintah sang illahi robbi
Kesadaran yang yang hakiki bukan pada tataran standar nilai apalagi standar materi
Tapi kesadaran sejati adalah akan hadir dikala anak cucu adam merindukan terciptanya masyarakat madani
Paradigma atau ideologi merupakan landasan utama dalam hidup bersosial
Jangan katakan merdeka jiwa paradigma masih diukur dengan meter penguasa

Dengan lembut sajak sang peniti pena berkata aku adalah anak bangsa yang mulai hidup dalam alur tanpa makna
Bisakah ku rubah dunia hanya dengan kata-kata.?
Atau mungkin aku bisa rubah dunia dengan pembuktian nyata.?
Pertanyaan ini sangat membingungkan sebuah jiwa yang merasa resah akan sebuah kata INDONESIAKU BELUM MERDEKA

Sambutlah perubahan dengan tindakan dan bukti nyata bukan dengan retorika
Buat dunia berwarna dengan mendidik merdeka generasi penerus bangsa
Raihlah hari mu yang bermata mulia dengan langkah dan implementasi luas dalam ruang akademisi yang luar biasa bukan luar binasa
Malam begitu sunyi untuk membuat sebuah kata. Tapi,  jiwa sang pejuang muda akan selalu menyalah diatas tugu luka sang pengembara senja

Seru seruan anak bangsa dalam membangun dunia sangat terpancarkan dari raut muka yang bercahaya
Paradigma lama perlu diubah agar dunia baru bisa dibangun secara bersama
Paradigma rimba sangat ironis jiwa ditata oleh pejuang bangsa
Sebab generasi kita perlu literasi untuk mewujudkan masyarakat madani
Tanah indonesia tanah kramat siapa yang berhati busuk pasti binasa

Kata-kata bukan sebuah untaian yang menidurkan nilai
Tapi kata adalah cerminan hati yang dituangkan dalam tinta pena
Samar-samar langkah perjuangan itu karna samar nya tulisan pada dinding media
Media tidak lagi jadi literasi bijaksana tapi dia sudah menjelma sebagai penghancur dunia
Maka nalar logika muda perlu dibentuk dengan ilmu pengetahuan dan filsafat cinta

Perdebatan-perdebatan panjang mulai mengeliling lilin-lilin literasi yang siap menjadi gardan perubahan masa depan indonesia
Lewat paradigma yang dibangun dalam lamunan malam
Mudah-mudah berguna dengan alasan dia terus berjuang untuk anak cucu bangsa masa depan indonesia
Sang pejuang muda akan terus hidup dan berkembang dalam rahim ibu pertiwi demi tercapainya tujuan mulia bangsa

Sudah lama aku menanti hadirnya sang pejuang revolusi
Sudah lama aku menanti hadirnya sang pejuang reformasi
Dan sudah lama aku merindu generasi yang ingin membangun dunia madani
Kuharap inilah sa.at yang tepat untuk mewujudkan tujuan dan mimpi yang sudah lama ku impikan dalam benak sendiri
Tokoh penyair dan tokoh sufi bisa duduk manis sembaring bersulang teh manis dalam kursi indonesia yang yang lagi pesimis

Dalam arus globalisasi kuharap generasi tetap berdiri kokoh tanpa ada kata keraguan untuk mati diatas nama kebenaran dan kesejahteraan untuk umat dan bangsa
Jika harapan dan tujuan itu terwujud alangkah bahagia jiwa yang sudah lama merana karna indonesia di ambang huru hara
Dan dunia yang diambang murka oleh tindakkan rezim penguasa jalim serupa vampir penghisap asap dikolom sampah sana

Mengubah dunia bukan langkah mudah untuk dijalankan
Sangat memerlukan ketangkasa ide dan gagasan agar semua dapat tercapai dengan sempurna
Prodak-prodak kapitalis sudah merajalela dan merasuk masuk dalam sanubari generasi bangsa
Begitu mulia jika langkah pencegahan pemusnahan tradisi paradigma mulai diretas dengan lintas literasi untuk generasi masa depan bangsa

2019 ganti haluan untuk kursi indonesia itu bukan solusi tepat yang harus dicapai melainkan itu hanya menambah beban hutang negara karna pertarunga  paradigma kapitalis sangat kental dipakai dalam medan juang politik indonesia sehingga hukum dijadikan alat aduh domba oleh penguasa yang memegang tahta
Mari sama-sama mengubah paradigma untuk membangun dunia dalam harapan dan cita-cita bersama.

KILIMAN ARIANSYAH

PERCIKAN TANAH SURGA DIDESA



Singgah sana surga didesa, ku titipkan ribuan harapan dan keinginan yang bersumber pada potensi alam, ia yang sa.at mulai di kenal sebagai desa wisata yang berada didesa risa kec.woha kab.bima.
Didesa inilah ku ukir seribu janji dan kini aku hadir untuk desa tanah surgaku.

Percikan-percikan surgamu memberikan kesejukan, ketentraman dan kedamaian lewat nilai potensimu yang begitu indah membisukan jiwa yang gundah menjadi tenang dan kini kami bangga karna desaku bukan lagi dianggap sebagai pemuda yang gila yang terlalu banyak berhayal.

Akan tetapi lewat pembuktian dan semangat kami kini desaku sudah mulai dianggap oleh masyarakat luas.
Desaku... engkau harapan kami
Desaku... tanahmu subur tak berkeping
Desaku... potensimu adalah kekuatan dalam menata dan ditata
Desaku... jadilah surga hidup kami selamannya sampai engkau menjadi surga.

Desaku..
Kau tempat paling indah yang pernah ku singgahi didunia ini
Aku bangga telah dilahirkan dengan semangat para pemuda yang berani berjuang dengan nama kebenaran
Kau takan pernah lekat oleh ruang dan waktu sembaring menanti kau jadi tanah dambaan sang idaman bumi pertiwi

Sa.at ini kau sedang mempoles jiwa juang penghunimu dengan ribuan kata-kata manja yang lahir dari lautan amarah pemudanya
Kau menjadi bidadari cantik ditanah surga desa risa
Desaku kau dikagumi dan disanjungi oleh semua orang
Desaku... teruslah bangkit, semangatku untuk mu takan pernah pudar.

Penulis : SUKARDIN

Minggu, 16 Desember 2018

CINTAKU TAK BERMAKNA



Hanya cinta semu dan rindu palsu yang pernah terucap dari bibir manismu
Lalu kemanakah sejatinya cinta itu kau semaikan?
Kemanakah rindu itu kau labuhkan jika bukan untuk ku?
Adakah orang lain yg telah bertahta di hatimu?
Adakah jiwa-jiwa lain yg telah mengetuk pintu hatimu?
Aahh entahlah
Aku tak tahu
Yang ku tahu disini ada hati yang mendambamu
Disini ada hati yg menanti akan kehadiranmu.

Kau tahu?
Sebelumnya aku pernah mencintai tapi cintaku tidak pernah sedahsyat ini
Sebelumnya aku pernah merindu tapi rinduku tidak pernah sebias ini.
Kau tahu itu kenapa?
Itu karena di hatiku engkau sudah menjadi raja
Raja yg menguasai mimpi2 ku, menguasai pikiranku serta menggodaku hatiku melalui makna tersembunyi dan arti pentingmu yang dahsyat.

Akankah kau tahu itu?
Akankah kau memposisikanku dengan posisi yang sama?
Aaahh ku rasa tidak sebab sajak2 yang kau ciptakan kau labuhkan hanya untuknya
Ungkapan2 cinta yang kau torehkan terpatri hanya padanya.
Sedangkan aku?
Aku hanya sebatas penemani dikala hatimu bimbang
Aku hanya sebatas penemani ketika hatimu gundah.

Aku sadar cintaku mungkin tidak sesempurna cintanya
Kasih sayangku mungkin tidak setakjub kasih sayangnya
Dan belaianku mungkin tidak selembut belaiannya
Tapi ketahuilah
Cintaku tidak semu
Rasaku tidak main2

Andai aku bisa
Aku ingin membuat penghapus ajaib agar aku bisa menghapus bayangmu dibenakku
Tapi sayangnya aku tak bisa
Aku tak kuasa
Sebab rasa yg telah kau titipkan sudah terlanjur membuatku terlena
Syair2 cinta yg kau tancapkan sudah terlanjur tertambat dalam jiwa.

Ayolah!
Ini bicara tentang cinta bukan perihal cerita
Jika rasaku mengusik ketenanganmu dan rinduku tak berarrti apa2
Pintaku cuma satu
Hunuslah pedangmu tikam tepat di jantung hatiku karena dengan begitu semua rasaku terbunuh.


Penulis : Suci Lestari

MENTARI HUKUM TAK LAGI TAJAM



Hanya sebuah ilusi manusia bahwa hukum adalah cerminan keadilan dan payung kesejahteraan Rakyat
Para koruptor diijab kabul oleh hakim dan rakyat miskin dijadikan kambing hitam untuk menaikkan tahta dan jabatan parang pemangku moncong bersenjata
Kami sadar sebagai generasi hukum hanya pengontrol kebijakan
Tolong pak tua jangan buat kami murka dengan tindakkan hukum rimbah

Trompet keadilan selalu ditiup dimeja hijau para pemangku kebijakan
Tapi implementasi dari keadilan sangat nihil didapatkan oleh kaum tertindas hari ini
Adakah hal yang bisa dijadikan acuan dasar oleh para kaum tertindas yang ditindas oleh penguasa milineal.?
Ataukah mungkin keadilan hanya pada taraf rupiah yang ditawarkan oleh sipengais rupiah.?
Pertanyaan-pertanyaan ini bukan harir dengan tiba-tiba melainkan ada alasan dasar yang menjadi rujukan sehingga pertanyaan itu hadir dan membara dalam benak anak bangsa

Pantas saja hukum sampai sekarang tak ada yang mampu definisikan secara spesifik
Karna memang hukum hanya seperangkat aturan yang dibuat untuk melindungi maling-maling berdasi "koruptor".
Haha.. Kau harus tau pak tua kami punya cara untuk menegakkan aturan yang diberlakukan oleh negara tanpa harus mengikuti konstitusi yang berlaku tanpa makna
Hukum kepastian tidak mampu dijalankan maka hukum rimbah menjadi alternatif terakhir

Jangan heran jika banyak terjadi pembunuhan, pembantaian dan pemerkosaan di negara indonesia sebab, mereka menajamkan perisai aturan hanya pada rakyat miskin bukan berlandaskan kejadian dan fakta hukum yang terjadi.
Aku bukan generasi pembenci aparatur penegak supermasi hukum tapi aku adalah bagian dari generasi yang merindukan suara keadilan itu sendiri.
Harapan anak bangsa tidak sirna dalam ruang persidangan tapi harapan anak bangsa sirna dalam nyanyian pembasmian para pemangku kebijakan supermasi hukum.

Selogan "tegakkan kebenaran sewalaupun langit runtuh" itu hanya bualan yang tak punya makna untuk dikenang oleh generasi bangsa
Dan slogan "semua sama dimata hukum" itu hanya gerakan pengumpulan koin-koin emas oleh hakim dari pemilik modal yang mampu bayar mahal dalam kolom meja agar bisa memberi kebijakan yang sesuai dengan angka yang ditawarkan oleh mereka

Aduhh pak tua ingat ini dunia!!
Ingat umur dan ingat akhirat
Jangan bertindak serupa hama yang berserakan di cafe sana
Kasihan itu kepala digadai karna rupiah
Kasih itu anak-anak nya dikasih makan dari hasil penipuan media masa
Kau yang seharusnya jadi panutan bangsa tidak ada sama sekali yang bisa diandalkan oleh generasi muda
Kau selayaknya ada diruangan rumah sakit gila bukan dimeja penguasa

Peradaban generasi baru dimulai jangan dulu senang karna bisa berkuasa 
Kami akan hadir dengan ribuan kata yang menghantui setiap yang yang merasa besar dalam ketiak penguasa
Oh tuhan tolong!
Jangan cabut nyawa mereka karna aku masih ingin membuatnya tersiksa dalam ruangan hampa dengan tahta
Kuda-kuda raksasa coba dibuat jadi pelampiasan rasa ibah dan haru akan jabatan yang dimiliki si pembuat kata

Ingin ku ketawa tapi tak ada suara untuknya yang sedang duduk manis dimeja sana
Aku hanya bisa berkata tunggulah ajal dunia yang akan generasimu berikan bapak tua
Ini bukan ancaman semata tapi ini kata-kata yang bisa mengganggu tidurmu dimalam nanti dan malam berikutnya
Kami bukan senja yang meninggalkan luka tanpa kata tapi kami generasi yang akan meninggalkan kesan dalam sejarah hukum negara yang bobrok akibat ulah penguasa

KILIMAN ARIANSYAH

MEMOAR LUKA LARA



Satu kata untuk sang luka klau aku sedang rapuh dalam sejarah
Sapaku bertasbih dalam jejak langkah sang pujangga
Rasaku masih bersandar dalam angan dan harapan semu
Wahai sang pembuat luka, aku ingin menjadi sang rasa yang bisa membuat perisai cinta.

Sebuah pena yang mengajarkanku mengukir sejarah
Selembar kertas membuatku sadar bahwa menampung tinta itu berguna dikala senja pudar
Kisah lama mungkin tak se_eksotis magnet penarik kata
Tapi ku sadar bahwa kisah lama membuatku kuat untuk hidup dan bertahan hidup dalam alur dunia

Sedikit kisah lama yang pernah kau tuangkan dalam wadah cinta membuatku sadar bahwa tak selamanya yang indah bisa kita pandang lama
Keresahan dan kerinduan yang menyayat hati pada sejarah lama membuatku risih dan resah
Ingin ku mengulang kembali masa itu tapi apa daya sejarah tinggal sejarah

Daur ulang jiwa menjadi alasan hati tetap mencari kebahagian sesungguhnya
Kau sajak yang pernah ditorehkan tinta
Dan kau rembulan yang pernah menyapa sang senja yang redup dan pudar diufuk sana
Aku harap akulah rembulan yang akan memberi sinar pada luka lama yang pernah dibuat oleh sang pembohong rasa

Sakit.?
Memang, tapi tak ingin ku ingat.
Bahagia.?
Pernah, tapi tak kekal abadi selamanya.
Masa depan.?
Ah..itu hanya bualan sang pembuat luka agar hati tetap tenang dalam derita yang coba dia dramakan dalam sinetron cinta.

Kapal-kapal tua menjadi saksi bisu cinta kita tumbuh dan berkembang dalam kalbu
Ini bukan sejarah pari-purna tapi sejarah hati yang terluka olehnya.
Wahh..kurasa akan ada yang salah tafsir tentang ini semua.

Perkara cinta memang sulit dipecahkan oleh sang raja apalagi cecungu manusia.
Perkara cinta hanya mampu dipecahkan oleh hati lewat rasa bukan dipecahkan akal lewat nafsu.
Aku yakin kau mengerti alur tinta yang kurangkai dalam kata.

Selat makassar bima menjadi sandaran cinta kita berlabuh dalam cerita
Kau tatap gelombang sambil berkata aku suka kepribadian anda.
Kata-kata ini yang membuatku selalu teringat dan terbayang akan kisah di kapal tua yang berlayar dari pelabuhan makassar menuju pelabuhan bima.
Hingga disuatu ketika akupun mengakui aku juga punya rasa yang sama padamu.

Perbedaan tahta dan kasta menjadi pemisah kisah cinta yang sudah terjalin tiga tahun setengah lamanya.
Akupun sadar kau orang terpandang dan punya segalanya sedangkan ku hanya anak petani ulung yang hidup dengan bercocok tanam disawah.

Aku berpikir untuk ambil keputusan agar pergi tanpa meninggalkan kata dari pada mendengar caci maki dari keluargamu yang sangat luar biasa
Mungkin dengan jalan yang ku ambil bisa menjadikanmu dewasa
Mungkin juga bisa membuatmu lebih bijaksana.

Kuingin titip pesan dari hati yang pernah kau singgahi "jaga diri baik-baik dan tetap jadi perempuan tangguh yang pernah ku kenal".
Kau tetap jadi rembulan yang takan pernah reduh dalam kenangan.

KILIMAN ARIANSYAH

BAJUKU DICULIK DAN DIPERKOSA OLEH MONCONG SENJATA




Dalam arus yang sangat deras ku ukir lamunan bersama pena
Dalam merdunya nyanyian darah juang, ku persembahkan sajak bersama bunga-bunga revolusi.
Katakan bahwa aku bukan pejuang agar diriku tersindir dan mau menjadi pejuang
Air mata menetes dalam lautan manusia yang melihat tindakkan sang penguat raga
Dia sangat berani menjadi pembaharuan masa depan

Disa.at lantang suara menyampaikan kebenaran, disa.at itu pula moncong-moncong predator dihadirkan.
Disa.at gembiranya raga bergoyang bersama perubahan, disa.at itu pula mereka hadirkan malaikat-malaikat kematian.
Kau bagai pahlawan pembasmi peradaban
Kau hadirkan ribuan manusia tak punya malu didepan para generasi tunas bangsa yang sedang asik melantunkan seruan perjuangan.

Dengarkan ku yang sedang memanggil jiwamu dalam angin malam
Dengarkan ku yang mencium indah kebenaran bersama rembulan
Dan dengarkan ku yang sedang berjuang demi masa depan anak cucu adam
Aku bukan pengembala kuda yang setiap sa.at kau bisa perintah
Aku juga bukan pemain domino yang setiap sa.at bisa kau kocok diatas rupiah yang sedang kau bagikan

Aku adalah Aji-ajian yang selalu gerah melihatmu menjadi hantu-hantu peradaban
Moncong-moncong yang kau hadirkan takan membuat diri ini gentar dan mundur dalam garis perjuangan
Ancaman dan kengkangan senjata saya anggap itu adalah centilan dan rayuan wanita-wanita cantik yang menggoda dan merongrong hati sang pejuang sejati

Kau tak layak dipanggil manusia sebab kau serupa dengan kangguru diluar sana
Kaupun tak layak dipanggil penguasa sebab kau serupa dengan mahluk buas diluar sana
Hhhhmmmm..
Kurasa kau sedang tidak waras pak tua.!!
Kau tau banyak arti tentang moncong senjata
Tunjukkan klau moncong-moncong untuk membela bukan membelah
Keringat yang menetes dibumi pertiwi menjadi catata dalam meraih keharuman untuk generasi

Mendali-mendali hanya labang yang kau gantung dalam pundak
Kau sebenarnya tak layak menggantung mendali itu sebab kau tidak mencerminkan keadilan dalam penegakkan sepurmasi mendali yang kau kenakkan dipundak terhormat dan berpangkat itu bapak dungu
Hahahha.. ingin coba menguji atau merasa takut untuk diuji.?
ayolah jujur saja?
Aku takan memarahimu karna aku sadar kau buaya buntu yang sedang mencari nafkah untuk keluarga dirumah.

Hukum tak lagi mencerminkan keadilan dan kesejahteraan pada warga negara
Benar syair yang dilantunkan musisi MARZINAL mengatakan bahwa "Hukum adalah lembah hitam dan maling-maling kecil dihakimi maling-maling besar dilindungi".
Maling telur dipenjarakan, koruptor dibebaskan.
Ini penegak hukum yang sinting atau peguasa yang kelewatan kurang warasnya.?
Jadi bingung!!

Ahh..itu pertanyaan konyol bagi pecinta jalanan.
Semakin kau hadirkan moncong senjata semakin itu pula semangat terpatri dalam jiwa sang pejuang harapan bangsa
Jangan kau anggap kami pembuat resah karna berteriak lantang dijalan raya
Kami adalah generasi perubah yang cinta akan aparatur negara.

Kami rindu sengatan senjata masa itu dan kami rindu pukulan tongkat masa kini
Tembak dan pukulan yang coba diperangi tak sedikitpun membuat kami bersedih karna kami sadar perjuangan membutuhkan pengorbanan
Nyawa menjadi hembusan angin tak bermakna jika tak dihembuskan didalam alunan syair darah juang
Jika mati sebuah kewajiban.!
Haram hukumnya mati sebagai pecundang.

Yang sadar akan kemerdekaan pasti mengerti alur pena yang dituangkan diatas
sebab jiwa juang yang ditanamkan tak boleh mati lantara kertas setan yang menjadi acuan
Generasi muda harapan bangsa harus lahir dan membumi dalam lautan amarah revolusi bukan evolusi.

KILIMAN ARIANSYAH

MAJA LABO DAHU MENJELMA MALU TAPI MAU



Dibumi yang pernah terkenal sebagai serambi mekah, tempat dimana ulama dan raja-raja melukis sejarah.
Mereka yang terdiri dari semua golongan dan kasta memerah otak demi kelanjutan generasi muda.
Hingga sekarang kisah mistis sang empuh masih terus bergemuruh.

Hadir dengan slogan maja labo dahu yang dibalut anggun dengan busana rimpu.
Sebuah pesan mendalam demi menjaga keperawanan putri daerah.

Begitu damai dan elok suasana lampau yang tercipta.
Dari hasil keringat nenek tua yang menetes bak mutiara.
Merasa tentram ketika gelap menghampiri, jendela ditutup dan putra putri mengaji.

Kisah yang indah dan kaya akan budi luhur dan hikmah.
Seperti sebuah cerita pengantar lelap dikala malam diselimuti gelap.
Sebuah kisah dari penjarahan sampai masa kemerdekaan.

Namun kini apalah daya sebuah cerita yang melenakan generasi dalam romantisme sejarah para petuah.
Generasi yang lupa akan rasa syukur kepada tuhan dan lebih memilih mengingat kenangan bersama mantan.

Mereka lupa dengan mantra-mantra para sangaji yang pernah menyambut mereka lahir kedunia dengan suci.
Perawan desa lebih memilih diperkosa dibandingkan dengan memperindah lantunan suara.
Terlalu larut dalam asmara bagai kapal karam ditengah muara.

Sekarang jelaslah sudah kenyataan mampu menimbun sejarah.
Dimana kata maja labo dahu menjadi alat zinah yang terkesan malu tapi mau.

Mulai tenar anak lahir tanpa ayah yang hanyut sampai ke tepi muara.
Sering terdengar kabar dijantung daerah terjadi pertumpahan darah.
Sedangkan para penerus kerajaan tenang saja duduk diatas singgasana.

Kota tepian air menjadi ladang subur bagi tragedi yang datang bergilir.
Maja labo dahu menjelma menjadi tangisan pilu.
Pesona rimpu ditinggalkan perawan karena tidak laku.
Kisah kota serambi mekah hanya tinggal cerita dalam sejarah.

Penulis : MUH NUR ISLAMIA

IBLIS BERBAJU RAPI DAN BERDASI



Selamat datang dibumi pertiwi tempat iblis berbaju rapi dan berdasi.
Negeri orang gila akan jabatan dan materi dengan slogan memberi bukti bukan janji.

Lahir dari rahim  paratai hasil perselingkuhan ambisi dan koalisi.
Lahir dengan selamat dengan nama manipulasi.
Tumbuh dewasa dengan penuh arogansi.

Terpilih sebagai punggawa negeri dengan beragam tawaran solusi yang pada akhirnya hanyalah sebuah ilusi.
Suaranya lantang dan nyaring terdengar untuk menutupi jeritan rakyat didalam sangkar.
Raut wajah gagah berseri demi merampas  hak rakyat  pribumi.

Jutaan pribumi menggantungkan harapan, bahwa kelak mereka tidak akan kelaparan.
Menagih janji yang sekian lama dinanti-nanti.
Mereka terjajah dinegeri sendiri, dinegeri yang dinafkahi oleh hasil keringat  pak tani.

Rakyat geram dan melawan, setelah sebelumnya ada dalam penindasan.
Mereka berteriak lantang diberbagai media, tapi tertahan oleh macam-macam kebijakan.
Undang-undang yang seharusnya berpihak pada yang lemah kini beralih tangan kepada penguasa.
Dan ada kalanya mereka yang bersuara akan berakhir dipenjara.

Begitu hebat iblis berdasi, bahkan sampai ulama berparptisipasi.
Bersatu padu menjual gadis pribumi keluar negeri atau memperkosa mereka dimeja-meja judi.

Mulai dari hasil alam sampai anak haram yang ditelantarkan wanita malam diperkosa dengan kejam.
Keringat dan darah membuatnya semakin semangat dan bergairah.

Begitu ironi kehidupan dalam negeri, ketika kekuasaan jatuh ketangan mereka yang gila materi.

Sangat jelas mereka pandai bersilat lidah dan manipulasi.
Memikat hati lewat janji pembangunan untuk menimbun bangkai rakyat yang mati.
Berdalih dengan nama tuhan seperti cara licik para syaitan.

Aku memberinya sebuah nama, nama yang tak pernah ada dan kau dengar selama ini.
Nama yang sesuai dengan zaman globalisasi, yaitu iblis berbaju rapi dan berdasi.

Penulis : MUH NUR ISLAMIA

HmI DI CULIK OLEH POLITIK



Wahai para generasi hijau hitam dimanakah engkau bersinggah sehingga?
kini engkau bungkam dan terhipnotis dengan era milenea, hijau hitam yang slalu ku junjung tinggi di atas ke parkasa, annya yg slalu memberi warna di atas rahim ibu pertiwi kini sudah layu bagaikan bunga tampa tangkai karna sudah teropsesi oleh politik praktis.

wahai sang laskar hijau hitam kemanakah engkau berada bukankah engkau lahir untuk merealisasikan revormasi, HmI yang ku junjung tinggi nilai-nilai konstitusinya dalam terapan NILAI DASAR PERJUANGAN kini entah kemana sehingga.! engkaupun terkungkum dalam kegelapan yang sunyi,kini engkau bagaikan mayat yang mengalami mati suri dalam rautan melodi dan ratapan ibu pertiwi.


Wahai HmI ku kini engkau menjadi  kambing yg di kambing hitamkan dalam keberada,an mu.
Konstitusi sebagai landasan lima insacita mu kini engkau jadikan kapas yg tidak bernilai.
Apakah engkau lupa akan janji mu independen secara etis, namun hari ini telah lahir kader manifestasi pki yang hanya hidup di organisasi demi jabatan dan ketenaran dirinya. 

Bukankah kida sadari secara seksama bahwa HMi adalah organisasi yg mengajarkan kita untuk berpikir ilmiahh dan bertindak rasional. Oh hmi ku kau bagaikan sehalai kapas yg di hembus angin sehingga singgah tak tau arah.

Penulis : FIRDAUS

GENERASI YANG DIHARAMKAN OLEH SANG PENGUASA DALAM MEDAN JUANG



Masih teringat dalam ingatan ketika nyali dan bukti mengukir sejarah.
Ditanah permai nan luhur tempat kayu dan batu menjadi tanaman.

Nampak tilas masa silam ketika kritikan nyaring terdengar menentang kejahatan dijalan-jalan.
Ramai riuh bergemuruh dengan berbagai rupa dan warna bendera.
Bersatu demi keadilan untuk rakyat yang sedang kelaparan oleh ulah penguasa keparat.

Kehebatan mantra yang menggetarkan nusantara, bahwa mereka adalah pemuda bagian penting dari negara.
Dengan kebenaran yang selalu digenggam mereka maju dimedan juang.
Mereka yang terikat oleh satu kata MAHASISWA.

Perjuangan panjang yang dimulai dari mengusir penjajah negeri sampai dengan reformasi.
Bagaimana dengan berani mereka menentang tirani kekuasaan demi tercapainya kesejahteraan.
Mereka yang telah menorehkan sejarah manis dan tidak pernah mengaku sebagai aktivis.

Ketika zaman beralih dari reformasi ke arah moderenisasi.
Berlahiran ribuan sampai jutaan generasi.
Banyak pecundang yang mengaku sebagai pejuang.
Mereka adalah anak haram jada dari perselingkuhan komunis dengan belanda.
Mengaku bertanah air satu dalam negeri, ternyata mereka iblis yang sedang mengintai dibumi permai.

Generasi harapan bangsa disimpang jalan, saling berburu masa demi pengahargaan.
Semua tidak lagi berlandaskan pada realita ketika mereka malah sibuk dengan media masa dan sosialita.
Menyedihkan ketika mereka bahkan tidak perduli ketika ibu pertiwi diperkosa dan ditiduri.
Mereka tetap berdansa dan tertawa ketika kerabat dan keluarga sedang terpenjara karena berbicara keadilan.

Lain kabarnya dengan mereka bersuara lantang tapi tidak pernah berani untuk menyerang.
Mereka yang tumbang sebelum berperang.
Mereka yang mati hanya karena materi.
Mereka yang bermuka dua dan culas dalam mengkritisi tapi mereka sejatinya apatis.

Apa gerangan yang terjadi?
Apakah ini semua alasan dari macam-macam ideologi?
Atau mungkin ini semua ulah iblis yang berevolusi?

Jangan hanya kau jawab dengan lisanmu, sebab negara tak butuh itu.
Jawablah dengan sikapmu, sebab dengan itu negara maju.

Penulis : MUH NUR ISLAMIA

Sabtu, 15 Desember 2018

PEJUANG TANPA NILAI ILMIAH " PE-TA-NI"



Puji syukur atas segala karunia sang penguasa alam, ditengah gegap gempita cahaya lampu diwaktu malam.
Dimalam yang begitu liar dimana sampah dan budak nafsu bergerilia dalam nestapa dunia.

Saat bersamaan terlihat mereka yang pulang dari ladang diwaktu petang demi membesarkan sebagian sampah.
Mereka yang tertimbun oleh kebiadaban penguasa yang memilki sifat bagaikan sampah.

Mungkinkah penyebnya pidato sang singa podium yang hanya meminta sepuluh pemuda dan perempuan tua untuk mengguncangkan dunia?
Sehingga mereka sekarang disiksa oleh kebijakan sang penguasa?
Atau mungkin ada kata yang dipenjara oleh lidah?

Jika memang demikian adanya, maka biarkan mereka dan keturunannya bebas untuk bersuara.
"Berikan Aku Sepuluh Petani Tua, Maka Akan Aku Nafkahi Seluruh Dunia".
Kata yang diinginkan oleh puluhan juta pemikul cangkul ditengah ladang.

Sejarah memang tak menorehkan namanya, sebab terlalu banyak nama dan jasa yang tak akan pernah muat dalam memori kepala.
Meskipun dari keringatnya terlahir sebagian besar penguasa, tapi namanya hanya sampai dipenghujung senja.

Aku melihatnya terluka dengan deraian airmata darah.
Menangis dipojok malam dengan nilai tukar anak alam yang tiada artinya.
Terdengar lirih tangisan yang memecah keheningan malam sebagai pengantar tidur dimasa kelam.

Dia bercerita tentang penguasa yang budiman.
Yang menerima segala keluh kesah dari jutaan kepala.
Penguasa yang menawarkan senyuman saat bersalaman.
Tapi sayang itu semua hanya sebuah tipuan.

Nasib bergelantungan diatas janji-janji penguasa.
Harga obat dan pupuk demikian melambung keangkasa.
Keparat bagi mereka yang memperkosa hak rakyat.

Suara tangisan mengiringi langakah sang anak dijalanan.
Bergemuruh riuh hasil perjuangan mereka yang bermandikan keringat.
Mengakat senjata dengan suara lantang "  sejahterakan petani atau malapetaka akan terjadi?".

Kita dibesarkan dari tanah yang berlumpur.
Kita berkeliaran diantara padi yang menguning.
Kita diterpa oleh hujan,badai dan sengatan mentari.
Jadi jangan pernah menganggap ini semua adalah nisbi.

Mari bangkit dan melawan.
Mari bergandengan untuk kesejahteraan.
Mari kita suarakan lebih nyaring agar telinga sang penguasa peka.
Kita lawan dengan tekat dan bukti bawha kita bangga menjadi anak petani.
Sebab kita makan dari hasil keringat petani tua yang memikul cangkul membelah ladang.

Penulis : MUH NUR ISLAMIA

MAWAR MALAM MINGGU ITU "DIA"



Selamat datang cinta yang memberi aroma sejuta rasa, membangkitkan jiwa dan raga untuk meraih cita.
Engkau yang tidak pernah layu oleh pujian pujangga, menjaga diri dari godaan setang didalam dada.

Sederhana namun indah dipandang mata, melerai rindu untuk pertemuan pertama.
Hati tergentar dilanda rasa yang tak biasa, rasa yang melemahkan hati sang pejuang bahkan sampai membungkam suara.

Logika ilmiah sang pejuang dilanda kebimbangan, ketika hati dan pikiran saling berlawanan.
Dari mata turun ke hati, begitulah kata pujangga yang sudah mati.

Darimana semua rasa yang tak mampu digapai dengan logika?
Bagaimana bisa rasa nyaman ini ada ketika dia yang menemani?
Bagaimana bisa pikiran tak bisa lari dari jeratan duri di dinding hati?

Sang mawar telah berhasil menancapkan duri di sanubari, mengikat satu rasa yang kian pasti.
Apakah ini pertanda cinta atau tragedi, itu semua masih menjadi misteri.

Hati telah masuk dalam ranjau asmara yang tidak sengaja hati tersesat padanya, berdo'a kepada sang kuasa untuk selalu ada menemaninya.
menjaga setiap langkah kaki untuk bersanding dengannya nanti, dengannya yang selalu ada dilubuk sanubari.

Semoga cinta tak memenjarakan diri !
Semoga hati tak terluka saatnya berpaling pergi !
Semoga dia paham akan ketulusan diri !
Semoga sang mawar tak menancapkan duri !

Untukmu malam ini mawar berduri, hanya ada satu tempat engkau akan bersemi.
Didalam hati ini yang telah lama menanti, dalam rentang waktu yang belum pasti.
Semoga kelak hanya aku yang akan menemai.
Hanya untukmu sang mawar pemikat hati.

Penulis:MUH NUR ISLAMIA

Jumat, 14 Desember 2018

CATATAN SEKAWAN PERJUANGAN



Lika-liku perjalanan kehidupan adalah hal terbaik yang harus disyukuri, sebab dari situlah awal perjuangan itu dimulai.
Belum mengenal apa-apa dan belum paham betul dengan perjuangan itu untuk siapa.

Dari ribuan kepala yang ada dalam naungan satu warna terlihat jelas kehadiran mereka yang berani melawan penindasan.
Mengahampiri dan menawarkan kehangatan dalam ikatan berteman lebih dari saudara.

Hari kian berganti dan waktupun bergulir kian pasti.
Kecambah muda dari tunas bangsa mulai tumbuh dengan kesadaran tentang siapa jati dirinya dibalik warna almamater.
Bersumpah setia untuk membenarkan yang benar dan menyalahkan yang salah.

Sahabat seperjuangan yang dipertemukan dalam wadah satu warna yang berasal dari berbagai pelosok negeri.
Melangkah bersama dengan seling bergandengan tangan dibawah langit senja, bersumpah serapah bahwa sejatinya perjuangan adalah ibadah.

Berbagai macam tantangan menghadang dari berbagai arah yang berusaha untuk membungkam tekad kebenaran mereka yang ingin bersuara.
Babak belur sudah tubuh tangguh yang melawan penindasan.

Dengan kaki pincang mereka tetap berdiri tegak diatas kebenaran, meski diterpa angin topan dan badai kebiadaban.
Berjalan perlahan sambil meneriakan kata merdeka dengan semangat dan tekad yang tidak akan hilang bahkan sampai tubuh lenyap dimakan rayap.

Sekawan yang pantang pulang saat berperang.
Sekawan yang berjuang walaupun bahaya sedang mengepung.
Sekawan yang selalu siap digaris depan dalam menyurakan kebenaran.

Aku bangga menjadi bagian dari kisah yang ada.
Kisah tentang kita dalam kata berteman lebih dari saudara.
Kisah tentang aku,kamu,dia, dan mereka dalam satu kata keluarga.

Penulis : MUH NUR ISLAMIA

Kamis, 13 Desember 2018

SECARIK KERTAS UNTUK MAHASISWA



Begitu banyak hal yang ingin aku tuangkan dalam secarik kertas, tentang apa saja yang yang mampu dipandang mata dalam realitas.
Mulai dari sejarah yang dirubah sesuka hati saapai kepada senjata yang digunakan untuk memanipulasi.

secarik kertas kecil mingkin tidak akan mampu meenguraikan semuanya, tetapi setidaknya dia mampu menjadi alat yang selalu jujur terhadap apa yang disampaikan, selalu terbuka untuk semua mata yang memandang perlunya sebuah kebenaran.
Dia mejadi data dikala konflik dan huru-hara yang mempertaruhkan nasib, meski terkadang sesekali dia menjadi senjata untuk menikam dan membunuh satu sama lain.

Menjijjkan ketika mendengar kabar kebenaran yang diperkosa oleh amarah dan nafsu, seakan semua kalangan mendukung satu-persatu.
Oposisi sampai yang adikuasa memandang enteng dengan sikap yang pongah, bahwa bukti kebenaran tak ubahnya sebagai alat pengenyang setelah semua nasib ribuan kepala dia kunyah.

Kaum terpelajar dengan title masyarakat ilmiah-pun bersuara, menodongkan pisau tajam sebagai bukti kesriusan dalam merubah tangisan dari jutaan suara.
Dengan title midle class mereka berjanji akan tanggungjawab sebagai bentuk perpanjangan sumpah yang selalu dikumandangkan dijalanan.

Sudahkah mampu meeubah keadaan?
Sudahkah mampu menjadi yang sebenaenya?
Sudahkah mampu menjadi apa yang dicitakan?
dan mungkinkah semua status,sumpah, dan tanggungjawab itu hanya omong kosong belaka?

Ketika pada kenyataannya Mahasiswa yang bersuara lantang layaknya pendekar petarung malah berbalik arah menggunakan sarung?
Ketika Mahasiswa yang berdiri dibarisan depan yang menantang kekuasaan malah meminta imbalan pribadi sedangkan yang lain harus berpuasa?
Ribuan kepala yang menyuarakan kebenaran malah terjual oleh kepentingan segelintir pecundang?

Begitu miris dan naif perbudakan diambang batas yang dulunya pernah bersumpah tanah air tanpa penindasan.
Begitu buruk pribadi yang dulunya pernah berbahasa satu tanpa kebohongan.
Begitu busuk hati merka yang pernah berikrar mencintai keadilan.
Mereka yang menjual sumpah demi adalah sampah !

Bagi kamu yang masih sadar dengan seumpah yang pernah diperjuangkan dengan tetesan darah dan nanah.
Bagi kamu yang masih kokoh berdiri diatas kebenaran.
Bagi kamu kamu kamu yang masih bersyukur menggunakan dengan title sebagai mahasiaswa.

Jangan pernah menyerah terhadap kemunafikan.
Jangan pernah berhenti melawan penindasan.
Jangan pernah goyah karena harta.
Jangan pernah bungkam ketika kedaan mengharuskanmu untuk melawan.

Jangan diam !
sebab hidup adalah perjuangan.
Sebab kebenaran adalah tujuan.
Sebab kemunafikan adalah lawan.
Sebab penindasan adalah setan.
Bangkitlah MAHASISWA !!!

Penulis : MUH NUR ISLAMIA

SENJAKU TELAH BERLALU



Kau titipkan pesan lewat rembulan yang akan menyinari isi alam semesta dengan senyuman pada diri sang pembuat luka
Aku dibuat tak berdaya dengan buaian asmara dari pemilik kata ketika sang fajar tiba

Wahai angin pengembara!!
Ku ingin buat luka tanpa kata
Ku ingin rajut cinta tanpa harus ada yang terluka
Ku ingin harumkan namamu pada sejarah sang pemusna rasa ibah
Ku yakin kau mengerti alur cerita bukan hanya membaca tanda dalam setapak kaki gajah

Senja berlalu meninggalkan kerinduan dalam jiwa sang pengembara
Tapi senja mengerti dan tau cara pergi tanpa harus meninggalkan luka dan minitipkan kesan untuk dikenang
Belahan jiwa dalam wujud sang rembulan pun datang menggati sang senja yang telah pergi tanpa meninggalkan kata

Indah cahaya rembulan tak mampu meredupkan kenangan yang pernah terukir dalam sajaknya sang senja yang membumi dalam sanubari sang pengembara cinta
Mampukah sang penguat rasa menahan rindu ketika sepi melanda kalbu.?
Hm... ku fikir tidak!
sebab senja terlalu indah untuk dilupakan dalam sejarah.

Terdengar suara jangkrik menya'irkan lagu indah untuk mengatar rasa pada kemuncak kerinduan kepada sang senja yang telah berlalu begitu cepat dalam sekejap mata
Ku pejamkan mata berharap kau kembali dalam dekapan jiwa
Tapi semuanya hanya harapan yang menambah luka

Aku lupa bagaimana cara melupakan rasa yang dulu pernah terbangun bersama sapaan senja
Aku juga lupa bagaimana cara bahagia dikala hati sedang gelisah dan merana
Tuhan bangunkan aku dari mimpi pada memori lama yang coba menyejukkan kembali hati yang sudah lama ditinggalkan oleh cinta

Senyum sapa bahagia tak ingin ku buat lagi dalam sejarah hidup sang pejuang cinta
Sebab aku tak ingin lagi memuar luka pada bunga revolusi yang akan menjadi tiang negara
Aku tak bisa berbohong dengan sebuah rasa klau aku masih menyimpan cinta untuk yang disana

Ku harap sang rembulan bisa mengajarkan ku akan sebuah kehilangan,
Dan ku harap sang fajar bisa memberi kedamaian disa.at ku buka mata.
Bahagia memang butuh luka untuk lebih bijaksana
Tapi hati tak bisa terima untuk ditinggalkan oleh rasa untuk yang kesekian kalinya

KILIMAN ARIANSYAH

ANAK PERAWAN DISANGKAR SURYA



Santun dalam bersapa, damai dalam berkata begitulah adanya sang pengawas dalam bilik penasehat murka.
Sajak-sajak yang dirangkai oleh putri surya dengan suara indah demi hasrat sang penguasa kini tak lagi indah lantaran tong sampah disimpan depan pintu rumah.

Adakah sejarah yang mencatat nyanyian sang bunga indah dalam alunan merdu di tengah rembulan malam sang gua hira.?
Adakah lamunan kata yang membisikan telinga sang idola pesisir di ujung dermaga sana.?
Kurasa tidak!!
sebab sibapak tua sedang bergoyang didepan meja sana.

Dalam heningnya malam dia rajut mimpi bersama bayangan masa depan dengan harapan semoga bisa bertahan dalam desarnya aliran air mata dibalik kota tua.
Para pemangsa botak sedang antri diloket para penghuni kamar kosong pojok kiri kos-kosan milik bapak pembuat petuah.

Ini bukan rencana sipembuat berita tapi rancangan sipemeluk luka
Dengan rasa ibah dia berkata
Yah! aku siap untuk semuanya.
Jangan terlalu sinis dalam membaca karna tulisan ini bukan bualan semata melainkan realitas pada dunia nyata.

Kau bisa merasakan surya lewat recehan rupiah yang ada dikantung bapak tua dengan antrian manja diloket sana.
Ini bukan kisah perempuan muslimah yang digilir aktivis rupiah.
Tapi, ini kisah siperawan yang hidup disangkar surya.
Rasa gelisa terus menghantui sang pemilik rasa, Mungkin dia takut untuk tersiksa.

Kau sudah pernah jadi suci dalam harapan keluarga
Tapi kau tak terlihat suci karna selaput sel sudah mengeluarkan Zat merah serupa tinta.
Wuiihhh..sakit sudah tentu, tapi mau bilang apa? rupiah sudah didepan mata.
Bantal-bantal permata menyaksikan kesahduan tetesan air mata pada diri yang belum terbiasa.

Hembusan angin manja pun sudah mulai menghiasi telinga
Sambil berkata sudah cukup aku tak mau lagi dengan rasa yang sama.
Bukankah kau pernah berkata klau rupiah bisa menghentikan semua tanpa ada rasa sesal dalam dadah sipengobral dosa?
Ah..kurasa kau belum lupa dengan sapaan kecil pada waktu senja.

Umur dunia belum seberapa tapi tindakkan sibapak tua sudah melewati angkasa
Tak kasihankah pada sikecil mungil disarang sana yang menjerit menahan sakit yang begitu menyiksa
Kurasa kau tak punya hati untuk memaknai itu semua
Sebab kau sudah menggila dengan kemolehan paha sipenunggang sepeda.

Sadarlah nak kau bukan baju yang dikucek kiri kanan
Huff... memang benar kata pepatah "lebih susah memupuk satu perawan dibanding memelihara seribu ekor sapi disawah".
Kalau sudah bosan mengilas diatas sofa cobalah bersujud diatas sajadah
Mungkin rahmat tuhan akan kau dapatkan selagi belum masuk goa bawah tanah.

KILIMAN ARIANSYAH

MERAIH MASA DEPAN MAHASISWA



memupuk generasi yang mau berprose sabar dan ikhlas
Bergerak untuk mewujudkan nilai-nilai yang terkikis oleh perubahan zaman.
Hari sakral golongan pemuda yang merindukan kata merdeka.
Memang semuanya bukanlah perkara mudah.

Meneguhkan hati dalam iman dan cinta.
Semoga apa yang menjadi harapan dan tujuan mulia ini mendapat kemudahan dari sang khalik.
Lelah dan letih sudah pasti menjadi konsekuensi perjuangan demi merubah dan meraih masa depan mahasiswa.

Jika sejatinya hubungan adalah kebahagiaan yang kita cari tak kunjung jua hadir mengahampiri, lalu untuk apa bergelut dalam kebimbangan yang tak bertepi.
Aku iri pada balita yang tertawa lepas tanpa beban pikiran.
Mencintai dalam diam merajut rindu ditengah kesunyian.

Melepas segala tragedi gelap dimasa kelam, dengan mengingat tanpa mengenang.
Menghayati setiap cinta yang datang dengan hujatan keras nan tajam bagai sebilah pedang yang tajam.

Saya mengerti dengan segala macam bentuk dinamika yang kini sedang terjadi.
Saling melempar singgungan dan mengubur tujuan yang dicitakan.
Apakah itu tujuan yang diharapkan demi terwujudnya masyarakat madani?
Atau mungkin ini strategi pembasmian agar generasi pada bungkam?

Pihak ketiga akan menang jika demikian.
Apakah perjuangan berlandaskan pada egosentris untuk saling eksis?
Kenapa tidak bergandengan tangan menapaki tujuan yang sama?
Pahaman kemahasiswaan tidak memerlukan ego dan tida memerlukan solidaritas materi.
Sekarang sudah saatnya kita bersatu dalam tujuan yang sama.

Kami disini menyambut setiap yang datang dengan senyuman.
Mencairkan suasana yang dulu pernah kaku hanya karena alasan dinamika.
Berteman lebih dari saudara membuat setiap moment terasa tidak perlu diabadikan lewat foto, tetapi dirasakan dan diabadikan dalam sanubari.

Jika sepasang kekasih saling mengikat hati dalam janji setia, maka persahabatan mahasiswa harus menyatukan segalanya demi tejad dan harapan.
Romansa romantis dan persahabatan mahasiswa tersaji dalam bingkai kesederhanaan yang mengajarkan kita akan makna bahagia yang sesungguhnya.

Dirimu tidak diajarkan untuk menjadi pecundang dalam setiap problema.
Dirimu dilahirkan dengan tekad dan harapan yang kuat.
Kenapa engkau sungkan untuk berbuat kebajikan dalam mengakan kebajikan?
Mengapa kau terlalu lena dengan buaian dan pujian?
Mengapa kau harus diam tanpa kata saat problema menantang keras realita?
Apa kau sudah keluar dari rel dan jalurmu?
Kau bukan kereta tua dengan mesin butut, tapi kau adalah sinar dalam gelap gulita.

Sudah saatnya bangkit dan melawan.
Meruntuhkan tembok derita yang tercipta oleh penguasa yang gila harta.
Keadilan seakan hanya berlaku sebelah mata.
Penindasan,pembodohan dan pemerkosaan terhadap sistim kian merajalela dalam bingkai satu warna.

Penulis : MUH NUR ISLAMIA

Rabu, 12 Desember 2018

IBU ADALAH MUTIARA BERHARGA



Ku tatap wajahmu di keremangan malam
Wajah tuamu yang mulai kusam
Kulihat dengan jelas kerut keningmu
Yang dulu tak pernah tampak
Tanganmu yang kuat
Kian lemah seiring usia
Langkah mu yang dulu tegap
Kini rapuh dan membungkuk

Maafkan aku ibu
Di saat semua orang berfikir aku telah dewasa
Aku masih jadi bocah nakal pembuat ulah
Aku masih menyuguhkanmu cerita duka
Yang kelak akan jadi gurauan manja
Kala aku jadi anakmu yang berguna

Dalam senyummu kau sembunyikan lelahmu
Derita siang dan malam menimpamu
tak sedetik pun menghentikan caramu
Untuk bisa memberi harapan baru bagiku
Seonggok cacian selalu menghampirimu
secerah hinaan tak perduli bagimu
selalu kau teruskan cara untuk masa depanku
mencari harapan baru kembali bagi anakmu

Bukan setumpuk Emas yang kau menginginkan di dalam kesuksesanku
bukan gulungan duit yang kau minta di dalam kesuksesanku
bukan juga sebatang perunggu di dalam kemenanganku
tapi permohonan hatimu membahagiakan aku

Dan yang selalu kau berkata terhadapku
Aku menyayangimu saat ini dan pas aku tak kembali bersama denganmu
aku menyayangimu anakku bersama dengan ketulusan hati ku

Akulah sang pengukir mimpi
Yang menghendaki pergi berasal dari sunyi
Yang hanyut oleh gelisah
Dan ditelan rasa bersalah
Ibu, kaulah matahariku
Terang dalam gelapku

Kau tuntun aku di jalur berliku
Yang penuh oleh batu
Ucapanmu bagaikan kamus hidupku
Aku berteduh dalam naungan do’amu
Memohon ampunan darimu
Karena ridho Allah adalah ridhomu
Aku senang memilikimu Ibu
Karena engkau sinar hidupku
Kaulah kunci berasal dari kesuksesanku
Ibu, maafkan aku

Ibu...
Maaf jika aku selalu membuatmu sakit selama 9 bulan berada di perutmu
Maaf jika aku selalu menangis saat aku lapar dan haus
Maaf jika aku selalu merepotkanmu disaat aku belajar berjalan
Terima kasih selalu mendengarkan ocehanku saat aku mulai bisa berbicara

Aku kini telah menjadi dewasa
Maaf jika aku tak pernah ada waktu untukmu
Maaf jika aku membuatmu merasa kesepian tanpa perhatian dariku
Aku pun tak pernah bisa membalas semua kasih sayangmu sejak aku di kandunganmu
Sampai akhirnya aku tersadar kau telah tiada

Aku selalu berdoa untukmu ibu
Orang yang selalu mencintaiku dgn tulus
Tak pernah aku menyesal hidup dari rahim mu
Dengan cinta dan kasihmu aku tumbuh dewasa seperti ini

Yaallah, dekatkan selalu dia di sisimu
Yaallah, berilah dia tempat terindah di surgamu
Karna kami sangat mencintainya
Terimakasih kasih ibu untuk cintamu yang tlah kau berikan padaku selama ini
Dari anakmu tercinta
ILOVEYOU IBU

KILIMAN ARIANSYAH

PESONA GADIS DESA HANCUR DIKOTA



Ayunya sang putri mutiara desa kini redup dalam arus gelombang pengobral dosa dalam kota
Didesa bagaikan sapu sejagat sesampainya dikota serupa sapu pangkalan sampah dalam gerobang bapak penghuni selokan himalaya
Gadis desa yang menjadi rebutan para pemuda handal desa kini tak lagi suci lantaran dikota jadi rebutan sibapak berkedok plat merah

Barang dipasar yang mahal harganya menjadi alasan gadis desa menyerahkan diri pada bapak bertopeng penguasa
Kecantikan dan kepolosan raut wajahnya menjadi pembangkit nafsu para aktivis rupiah
Tanpa sadar sigadis kalau dirinya sudah diperkosa oleh nafsu barang distro si ibu tina dilampu merah sana

Pengen hidup mewah dikota tapi keluarga kekurangan segalanya menjadi landasan utama mereka melepas perawan demi sidaun merah
Gadis desa yang dulunya menjadi kebanggan orang tua kini telah beralih haluan menjadi kebangaan sipenjual es cendol dipenghujung jalan menuju surabaya

Sungguh mulia orang tua melepas sikecil cantik untuk berdikari dalam ruangan hampa 
Ehh..ternyata sicantik mungil sudah tak tahan ingin melepaskan selaput darah pada kamar kosong milik bapak kusuma
Janda rasa perawan itulah mereka
kawin berkali-kali tapi belum nikah-nikah juga

pesan orang tua.!
Nak kamu jaga diri baik-baik ditanah rantauan, jaga kesehatan dan jangan lupa makan.
Pas nyampe kota kepanasan ingin susu sapi milik om sapri dipojok kandang kampungnya bibi sumarni
Udah dikasih jatah eh malah cari lagi mangsa sipenunggang kuda yang kuat dan perkasa

Karung-karung sampah belum terisi penuh oleh bahasa pembasmi hama
Mungkin akan diisi oleh siputri cilik utusan mama papa dikampung idaman para pembual berkelas raksasa
Saya kira hanya surti yang pergi cari kerja lalu pulang bawah buah hati
Rupanya siputri kecil tak berdosa lebih genit untuk mencari mangsa

Setelah akhir bulan telpon kerumah dia bilang "mah pah minta uang semester klau ngak bayar semester ngak dijinin kuliah"
Pas dikirim telpon teman dia bilang "eh kita makan direstoran mana maklum guekan anak orang kaya"
Tak sadar dirinya telah berdosa pada orang tua dan berbohong pada media masa

Padahal sang bapak dirumah banting tulang peras keringat demi mencari sesuap nasi untuk keluarga dan sebatang rokok untuk pemuas mulut yang mendoakan kesuksesan buat sang putri tercinta
Sedangkan sang ibu rela tak tidur semalam demi memikirkan apa yang harus dikerjakan besok untuk menutupi kekurang ekonomi rumah tangga yang mulai melemah lantaran sang buah hati minta jatah preman dengan alasan bayar kuliah

Aduh dek...!!
Kasih tu kau punya tubuh dicabik-cabik tanpa penghulu
Dikampung kau laksan rembulan yang memberi sinar kehidupan
Tapi dikota kau bagai sampah peradaban.
Ini dunia yang terbalik atau memang akalmu yang lagi datang bulan sehingga sensitif ketika lihat sihidung belang.?

Entahlah aku juga tak tau karna aku bukan tuhan yang tau segalanya
Tapi setidaknya aku hanya ingin berkata sadarlah kau dari kelamnya dunia kapitalisasi moral pada lingkungan kota neng ayu serupa kulit kayu.

KILIMAN ARIANSYAH

Demokrasi Sumber Geopolitik

penyelenggaraan kekuasaan secara konsekuen mesti dijalankan berdasarkan normalitas prinsip demokrasi. Pemisahan wewenang, check and bal...