Selasa, 31 Desember 2019
Bunga Derita
Dalam kesendirian terlukis raut wajah penyesalan, aksara berhamburan, hati kian membisu dalam kehampa'an.
Terbius aku dalam sepi.
Menatap kelam tanpa arti.
Terhempas diriku saat berlari mengejar angan dan mimpi-mimpi.
Lupakanlah puisi indah yang telah tercipta, biarkanlah baitnya lenyap seiring masa.
Ma'afkan aku dengan segala ego yang ada, sehingga kini telah tercipta kisah yang sirna.
Kunikmati kesendirian diujung senja bersema semilir angin menyapa.
Hanya sekedar menikmati seutas senyum dari pudar imajinasiku.
Menghayalkanmu dalam dunia fantasiku, bersamu adalah waktu yang akan selalu ku kenang.
Tanpamu adalah fase terburuk dalam hidupku. Namun, aku bersyukur karna telah mengakhiri derita ini.
Kehilanganmu membuatku seakan berjalan dalam gelap. Namun, disaat itupun terang telah datang dengan cerita indah.
Ku maknai arti cinta dalam renungan, Cinta bagiku adalah ketulusan
Mengihlaskan saat cintanya bukan lagi milik kita Dan melepaskannya saat tak lagi bahagia bersama.
Barisan batang-batang ketegaran mulai rapuh. Menggilas tanaman pencegah erosi hati tertanam ratusan tahun yang lalu, merah menyala api angkara melunakkan angkuh yang ku pertahankan sekian lama.
Masih bisa ku hirup sedikit aroma tanjung di lengan yang kau genggam sebagai salam, Bau yang halus mengetuk pintu dengan licik.
Sedikit tanjung yang berpadu dengan tubuhmu menjadi panah dengan racun yang mematikan menancap.
Aku bermusuhan dengan hari ini selamanya, Ketika kerajaanmu mulai mendeklarasikan kemerdekaan tanpa aku sebagai rajanya.
Seolah penghianatan yang menjadikan aku buronan sehingga menang seketika, Aku membangun istana itu dan kau bertahta tanpa aku disana.
Rajutan memori kiaskan kebodohan yang tidak pernah suram, Kita selamanya adalah katamu untuk menusukku mati. Lincah tak berjejak, Mencekik tanpa tenaga, Melukai tanpa terkena darah.
Dingin kabut masih menyelimuti undukan bumi tertinggi, ditempat itu sepenuhnya aku membenamkan diri.
Langit yang tadinya cerah seolah ikut mengerti kalut dalam hatiku
Perlahan ia ikut murung dan mengundang awan gelap untuk ikut berpesta pora. Sebentar lagi akan ku turunkan badai bisiknya.
Seperti roket kau melesat hilang
Dengan satu kali sentuh menembus awan bergumpal, Sebelum hirupan nafas ku keluarkan kembali secepat itu kau berpamitan pergi.
Aku ingin coba sekali lagi, bisikku
Tanpa menoleh kau sudah lagi tak bisa ku peluk dalam pandangan.
Kapan air mata akan mengering?
Aku tak tau, mungkin esok atau tidak sama sekali.
Aku tidak mau tumbuh besar dengan derita, aku hanya ingin bahagia seperti mereka. Lirih memohon kepada langit, aku berharap selamanya tak pernah bertambah usia agar derita usai.
Tanpa balasan aku hanya menganggap nikmat adalah sebuah hak, seperti keharusan bahagia harus aku terima.
Hidupku tidak hanya diperuntukkan untuk isi cerita hanya mengenai aku dan air mata yang berhasil ku usap kering.
Mengenai senyum masam yang ku jadikan semanis sakarin, harusnya ku torehkan senyum mereka yang aku lihat
Nafas tanpa ari mencekik membuat aku mati. Dulu kami selamanya bersama
Menjalani hari-hari dengan penuh warna, bersenda gurau di bawah cerahnya rembulan.
Semua tentangmu, sudah saya ketahui dan tak tersedia rahasia yang kusembunyikan lagi darimu
Karena saya begitu yakin denganmu.
Namun..
Kini semuanya cuman bayangan semu, bayangan yang membawa bencana dalam cerita dan kini Semuanya cuman kenangan, kenangan yang terkubur dengan derita bersama kehilangan.
Biarlah semuanya terjadi
Karena barang kali ini adalah yang terbaik. Semoga kau mendapat daerah yang indah, bahkan lebih indah dari seluruh kenangan kita.
Penerangan, Apa kau sedang mengejekku.?
Kuharap tidak, sebab semuanya telah usai dan menjadi harapan lalu.
Dunia hanya panggung sandiwara, siapa yang pandai bersandiwara dia yang memenangkan dinamika.
Biar waktu yang akan menjawab cerita. Untuk saat ini biarkan derita yang mengiasai jiwa.
Penulis : Kiliman Ariansyah
Minggu, 03 November 2019
Mahasiswa Adalah Aset Tuhan
Kami bukan tak suka kekuasaan, apalagi anti kekuasaan.
Kami hanya ingin kekuasaan yang benar-benar bicara tentang kepentingan rakyat.
Yang merasakan keluh kesan rakyatnya, yang merasakan jerit tangis rakyatnya, dan berjuang mensejahterakan rakyatnya.
Banyak hal yang mesti ditata sebagai rujukan utama dalam berbangsa dan bernegara. Mulai dari prilaku pemimpin, manfaat pemimpin, akidah pemimpin, dan konstitusi kepemimpinan.
Kekuasaan bukan alat pemuas nafsu dunia, apalagi pembangkit gairah asmara. Kekuasaan merupakan alat penyatu dan pembangun hubungan berbangsa dan bernegara, lebih-lebih mensejahterakan rakyat penghuni wilayah.
Pemimpin kami anggap sebagai pemantik publik, dan sebagai bapak/ibu sosial. Yang menjadi panutan pahaman dan sikap yang bisa dimengerti oleh akal sehat.
Jika yang terjadi adalah sebaliknya, maka jangan salahkan kami kalau ada hal-hal diluar dari akal sehat kami tunjukan. sebab, kau yang telah mengajarkan kami untuk bersikap demikian.
Jangan pernah menjajal sistem dengan sikap arogansi materialis. Tapi jajal lah sistem dengan relasi intelektual dan relasi nurani kemanusiaan. !
Agar kau tak menganggap bahwa tindakkanmu lah yang paling benar.
Terkungkung jiwa, terdiam rasa. Hanya bisa berharap adanya gemerlap dihari esok.
Telah banyak cabang antropologi yang kami pelajari, tak hendak membuat kami bijak dalam memahami dan mengerti satu dengan yang lainnya.
Kata per kata telah terlantun tapi tak satupun diterima dan didengar. Kami sadar bahwa anarkis tak etis dilakukan oleh para aktor pembangun bangsa.
Tapi oleh keadaan, dipaksa untuk bertindak tak wajar.
Dalam pahaman kami, untuk menciptakan restorasi perlu kegaduhan.
Jika niat baik tak lagi dihargai, maka anarkis menjadi alternatif dalam mewujudkan nilai humaniora dan menciptakan masyarakat madani.
Tak ada lagi kata yang bisa menjadi senjata andalan sebagai cerminan kaum intelektual.
Sebab, suara kini telah dibungkam, langkah telah dipangkas. Dalam pahaman mereka, akademisi hanya bingkai tak bermakna dan Intelektual hanya pembodohan akal yang tak berorentasi jabatan.
Sehingga tak sampai niatnya untuk membangun bangsa dan negara yang adil dan makmur.
Langkah pun kian tertatih menyisiri pinggiran jalan demi mengais secuil keadilan.
Hanya harapan yang menjadi semangat dalam perjalanan nanar pembuangan diri dari kemunafikan kekuasaan.
Berbagai polemik terjadi dan berlalu, tak membuatnya ibah untuk mencegah.
Mahasiswa bukan pelampiasan senjata.
Mahasiswa bukan pelampiasan politik.
Dan mahasiswa bukan pembuat onar.
Tapi, mahasiswa adalah aset negera yang mesti dijaga dan dihargai adanya.
Banyak pemimpin yang melupakan sejarah. Melupakan jerih payah mahasiswa dalam memerdekakan indonesia. Menganggap mahasiswa hanya sebagai sampah penghuni simpang jalanan.
Saya akui rekonstruksi berpikir penguasa hari ini fantastis. Saking fantastisnya, mereka membuat dirinya terlihat sangat bodoh dalam bertutur dan bertingkah. Sangat disayangkan jika hal itu dibiarkan berlarut-larut.
Ketika langkah perubahan diambil oleh para mahasiswa, seketika itupun terdengar suara;
Dar....Dir.....Dor.... Bunyi amukan senjata yang membabi buta. Memukul, Menendang, menembak itu keahliannya.
Hatipun bertanya. Apakah mereka pengayom, pelindung, pelayan masyarakat dan ataukah ia mereka adalah aset yang menjadi vampir pesuruhan penguasa.?
Entahlah..!!!
Mungkin mereka predator liar yang tak punya arah, kemudian membela siapa yang memasukkan selembar dalam kantongnya.
Perlu dipahami dan dimengerti oleh elit kekuasaan, bahwa mahasiswa bukan sekumpulan orang yang tak punya akidah dan nilai kemanusiaan.
Mahasiswa membuat kegaduhan karna ada alasan tertentu. Mereka risih melihat tindakan elit kekuasaan yang selalu memarjinalkan rakyat.
Mahasiswa tak butuh yang lebih. Yang mereka butuhkan hanya "kesejahteraan dan keadilan yang menyeluruh untuk rakyat penghuni negara".
Ingat bos...!!
Mahasiswa adalah aset tuhan yang menjadi penyatu disetiap perbedaan, dan menjadi pembangun disetiap kehancuran.
Mahasiswa adalah tuhan ke-dua dari tuhan-tuhan yang ada.!
Penulis : KILIMAN ARIANSYAH
Senin, 28 Oktober 2019
Rindu Juga Butuh Istrahat
Pada tegukan kopi terakhirku, tercurah harap dan cita.
Moga sapa pertamamu, awal kisah kita.
Di setiap pagi, ada yang mulai menggelitik sanubari, syair yang kau tulis mewakili isi hati, bagaimana kabarmu hari ini, Bidadari?
Nyatanya, hatiku tak cukup menjadi rumah bagi jiwa petualangmu.
Nyatanya, cintaku tak mampu mendinginkan panasnya geloramu.
Lalu aku bisa apa?
Mengais belas kasihanmu yang kau cecer sepanjang jalan?
Bukan, itu bukan cinta Jika hanya membawa luka dan derita.
Aku sempat cemburu pada awan, yang sering kali kau pandang.
Selalu ada yang melintas di kepala, entah itu syairmu, atau wajahmu yang hanya bisa kureka.
Rindu selalu punya cara sendiri, mempertemukan yang terbuang, atau menyatukan yang hilang.
Setiap orang memiliki batas kewarasannya masing-masing. Hanya saja, memilih bertahan, diam, atau melepaskan adalah kesepakatan hati dan akal. Pun kau yang sering pulang bertandang dan pergi menghilang.
Jika rindumu tak lagi jadi milikku. Lantas, apalagi alasanku kembali ke kota ini?
Ada jarak yang terbentang karena rindu. Ada cerita yang terbuat karena jarak.
Aku percaya, ceritamu dan ceritaku akan jadi cerita kita saat kita bertemu.
Tidurlah, sebab rindu juga butuh istirahat.
Rasa sayang yang kutulis dalam tetesan air mata ini dengan diam
jernihnya selalu menatapmu.
Selalu ada yang tak diceritakan,
langit kepada hujan.
Entah pagi bersambut kabut,
Atau mendung yang bikin murung.
Waktu menguji kita dengan perpisahan, jarak menguji kita dengan rindu, dan air mata adalah hujan yang ikhlas jatuh di dada masing-masing.
Serupa gelombang lautan, rindu datang saat kau diam, lalu tiba-tiba hilang saat kau kejar.
Rindu bisa memberikan cahaya
Pada mata yang sekalipun buta
Rindu juga bisa jadi petaka
Meski pada orang yang di surga.
Ah, biarlah …
Rindu tak butuh kata-kata.
Aku membiarkanmu menikmati fase-fase tersulit dalam menahan rindu, maka izinkan aku mewujudkan mimpimu untuk mengalami fase terindah untuk melepas rindu.
Gemelisik daun kering menyadarkanku
bahwa semestamu bukanlah aku.
Kerontang daun terseret angin
melebur menjadi luka hatiku.
Aku akan selalu mencoba untuk tetap baik-baik saja, sebab aku percaya perasaan itu datang tanpa direncanakan, dan pasti juga akan hilang tanpa direncanakan.
Tak semudah itu merangkai kata.
Jika pun sudah terangkai bibir tak semudah itu mengatakannya, dan masih terlalu rumit untuk di jelaskan.
Rindu ibarat sajak yang terangkai indah, yang siap disajikan pada pembaca.
Selanjutnya tinggal pembaca yang menilai, apakah menyentuh atau tidak.
Rindu juga ibarat mengaji huruf tanpa aksara, ada tapi jarang yang bisa membaca. Mungkin Rindu adalah hantu, atau mungkin tuhan.?
Entahlah..!
Yang dapat mengerti rindu, dia yang tau tentang Merindu. Dan satu yang ku pelajari dalam merindu, yaitu rinduku adalah mencintaimu.!
Penulis : KILIMAN ARIANSYAH
Sabtu, 26 Oktober 2019
Rindu Telah Mati
dan kopi menjadi bukti kita duduk di ambang pintu, menikmati suguhan langit bersama sunset.
Terlalu kuno memang bagi para pengelana cinta, tapi kita selalu memiliki cara untuk bahagia.
Ibarat hujan, ketika ia datang menghampiri, Ia serupa sajak yang belum usai untuk dibaca esok hari.
Aku pernah mengagumi Fajar lebih dari segalanya. Tapi itu dulu, entah kenapa kagum itu pudar layaknya bulan tertutup kabut.
Dulu kau selalu menjadi alasanku untuk ‘pulang’.
Di kota yang membuatku mengenang segala kenangan yang kita lalui bersama, dulu. Namun kini, semuanya berubah pilu dan kau tak lagi menjadi alasan dari kepulanganku.
Tempo lalu aku sering kali terbuai penasaran, seperti apa rasanya menyimak rinduku di balik layar, sambil melihatmu asyik menyandarkan pipi di bahuku.
Sekarang penarasan itu tak lagi berarti. Sebab, bidadari tak bersayap telah menghias relung hati.
Banyak yang hilang dari kota ini. tapi satu yang tak pernah hilang, bahkan selalu menyala dalam memori, yaitu kenangan suram paska itu.
Kenangan yang membuatku terkucilkan, Kenangan yang membanting rasa, dan kenangan yang menyadarkanku bahwa status sosial kita beda.
Tetaplah jadi bintang bagi mereka, berikan kilau indahmu selalu untuk mereka.
Aku do'akan semoga kau dan mereka selalu dalam bahagia. Kuharap takkan ada lagi korban amukan rasa yang kecewa oleh tingkah mereka, karna dekat dengan bintangnya.
Di hilangmu kali ini tuan.
Kunikmati saja perih yang meraja
Mungkin engkau tak berkehendak menengok hatimu. Namun, kutahu istanamu tak lagi terasa sama
Sejak kau bawa serta hatiku pulang ke sana.
Dari kotamu sempat kutemukan tenang, dari dirimu sempat kutemukan nyaman. Kemudian engkau menghilang, tak kutemukan tenang di kota lain tuan.
Kupikir ini rindu, ternyata candu yang telah menjadi tabu.
Kupikir akan jadi romansa, ternyata hanya sebuah fatamorgana.
Di atas bangku taman itu dulu, daun-daun di musim gugur, debu-debu luruh, dan angin yang membisu, adalah saksi akan sebuah tunggu yang beribu.
Untukmu yang tak lagi kutunggu, tabahku bagai bangku taman usang, yang rela dihujani dedaun dimusim gugur. Aksara puisiku berserakan, berjatuhan serupa daun kering. Dengan piluh kupunguti satu persatu menjadi komposisi rindu yang berujung amarah.
Akupun ambil posisi dan milih pergi. Dalam hati ku berucap, "Semoga kau tak merasakan apa yang kurasa".
Eh ternyata, semesta mencatat semua yang kurasa pada hari itu.
Dan kini semesta sangat suka melihatmu kesakitan menahan rindu, sebab dalam kesakitan menahan rindu kau akan mengerti tentang rasa dan asaku dulu.
Kesakitanpun akan membuatmu memilih bertemu atau hanya terus merindu tuan.
Kuharap kau tak menyimpan dendam karna ku memilih pergi.
Kuingin kau tau bahwa aku bukan sicundang rasa seperti yang kau kenal dulu. Kini semua telah berubah.
Aku dan kau telah beda jalan dan status. Ijinkan ku hidup bahagia dengan pilihanku. Jangan lagi kau usik, hingga memicu aku dan dia bertengkar karna ulahmu.
Aku rasa kau mengerti makna dari sajak ini, karna kau bukan anak kecil yang mesti dijelaskan secara detail akan maknanya.
Penulis: KILIMAN ARIANSYAH.
Kamis, 24 Oktober 2019
Cinta Bukan Partai Pengemis Suara
Biru yang damaikah?
Atau merah yang bergairah?
Ayolah, Kita sedang membicarakan cinta, Bukan partai pengemis suara.
Kau bagian dari hidupku yang tak akan pernah memudarkan harapan dan tersimpan abadi dalam relung hati.
Yang ku takuti dari mawar adalah hilangnya wangi yang damai dan berubah menjadi duri yang menyakiti.
Jika mencintaimu adalah mata pelajaran, maka aku akan hadir dan duduk paling depan agar dapat kau kesungguhan cinta yang kumiliki.
Bagaimana mungkin kau kan percaya akan rindu ini. Bila kau menganggap itu semua sebagai suatu hal yang palsu nan tabu.
Bisa tidak kau pahami sedikit hatiku.? Aku bukan melebihkanmu tapi aku justru memperhatikanmu.!
Menyukai orang sedingin dirimu buat aku sadar, jika kau menaruh perhatian tidak pada sembarang orang.
Kelelahan akan selalu datang untuk orang-orang yang tak mengerti arah, tak tahu dengan tujuannya, dan selalu merasa tak punya capaian.
Begitupun dengan diriku yang kini tak mengerti arah mana yang sedang kuperjuangkan.
Aku tersesat dalam tujuan yang semestinya mudah kutempuh.
Tujuan itu mungkin tentangmu atau tidak sama sekali.
Senja tiba dengan rona bayangmu yang memenuhi semesta. Sejauh mataku berkaca, wajahmu seperti lampu cahaya yang memenuhi segala.
Segala yang seringkali terjadi tanpa diharapkan, pun bagian kehidupan yang terkadang melahirkan kedukaan.
Senyatanya sepi adalah aku, perempuan yang kerap ditinggalkan cinta dan rindu bersama bayang semu.
Kalau rindu itu peluru, engkau pasti penembak paling jitu.
meski rinduku tak kau balas, meski rasa sayangku tak pernah kau anggap, tapi aku akan bertahan di atas segala perasaan yang sudah terlanjur kurawat. Hanya Tuhan yang mampu membuatmu dekat.
Hingga hujan redah, kita masih ragu siapa yang ingin memulai suara.
Jarum jam terus berputar semakin mendesak tapi kau dan aku masih gengsi untuk bersuara.
Hingga akhirnya rela menyiksa diri.
Malam semakin pekat dan kita tetap saling menunggu siapa yang memulai mengeluarkan suara “aku mencintaimu dan aku ingin berjumpa selayaknya dulu".
Mungkin di benakmu terselip sebuah rasa, tapi dalam pikirmu masih ada dendam yang membara.
Jangan pernah meninggalkan seseorang yang sungguh-sungguh mecintaimu demi orang lain yang membuatmu buta dalam mencinta.
Biarkan tuhan yang menentukan keadaan kau dan aku.
Yang pasti rasaku takkan bisa dipudarkan oleh apapun, meskipun itu amarah.
Penulis: Kiliman Ariansyah
Selasa, 22 Oktober 2019
JIWA DIPERKOSA RASA
Rintih hati bergejolak menyuarakan dersik langkah pagi ini, menahanku untuk tetap tinggal di dasar luka bersama pilu.
Langkahpun kian tertati menyisiri alunan amukan hati yang terus beraduh bersama lara, memaksa diri untuk tetap berada di sisi suram ini.
Kiniku terjebak dalam kebinggungan yang mendasar di ruang polemik jiwa dan rasa.
Ingin jiwa untuk mundur dan mencari wadah yang lain, tapi rasa tak mau renggang dengan seberkas sinar harapan itu.
Ingin sekali jiwa menyalakan tanda bahaya ketika gemuruh riuh problem menghampiri batin, tapi rasa tetap hadirkan berlian sewalaupun suar menggelegar menembus batas kesabaran diri.
Terkadang dunia terasa sempit dikala rasa menguasai jiwa, dan terkadang pula dunia seakan milik saya dikala jiwa menguasai rasa.
Bingung sih iya, tapi mau gimana lagi.
Rasa telah menjajahi jiwa hingga raga pun kian tersiksa.
Jauh sudah langkahku menyusuri hidupmu yang penuh tanda tanya.
Kadang hati bimbang menentukan sikapmu, tiada tempat mengaduh.
Hanya iman didadah yang membuatku mampu selalu tabah menjalani.
Malam-malam aku sendiri, hanya berteman sepi dan angin malam.
Hanya satu keyakinanku. Bintang kan bersinar menerpa hidupku dan bahagia pasti kan datang.
Sering kali ku renungi jalan hidupku yang tak tentu dan tak punya muara untuk dikunjungi.
Seberkas cahaya terang menyinari hidupku dan sesejuk embun lembut dipagi hari menjadikan semua insan sebagai dambaan didunia ini.
Seringku mencoba mengajarkan dan membimbingmu namunku gagal lagi.
Mungkin nasib ini suratan tanganku harus tabah menjalani.
Telah lama ku nantikan kesadaran dirimu menyapa dan menjunjung apa yang ku bimbing selama ini.
Meski hanya sehari, seminggu, dan sebulan tuhan tolong kabulkanlah.
Bukannya diri ini tak terima keadaan, hanya saja jiwa ini terkadang bimbang akan sebuah rasa yang ku miliki.
Percayalah kau pemilik hati ini. Mendekaplah dan rasakan cinta yang terdalam ini.
Sumpah ku mencintaimu, sungguh ku menyayangimu percayalah tak ada yang lain.
Entahlah ku tak terlalu mengerti.!
Mungkin esok atau lusa kau akan mengerti dengan maunya hati yang ingin memuliakanmu dimuka bumi.
Aku akui sinis ku bersikap dan bertindak.
Aku juga akui kurangku menyapa dan bersuar denganmu.
Perlu kau ketahui aku begini demi kita dan mereka. Sebab peradaban tak butuh yang banyak bicara. Yang dia butuhkan tindakkan nyata dan implementasi ril dari insan yang tersadarkan akan penuh nilai.
Zaman sedang diambang huru hara.
Negara sedang mainkan oleh para komunis. Itu petanda dunia takkan lama lagi.
Ku istimewakan mu lewat isyarat kasih dan sayang agar kau merasakan kesungguhan cinta yang sejati.
Aku bukanlah insan yang mudah terlena oleh ruang sehingga dapat melupakan waktu yang merekam jejak memori.
Akulah sang perindu yang akan setia menantikan waktu keindahan itu datang dalam ruang yang mungkin kau curahkan berkahnya nanti.
Ku semaikan harapan dalam ruang tak bertepi agar kau tak terapit oleh massamu yang kau anggap itu kebenaran padahal ego semata.
Aku tak pandai dalam membaca pikiran, aku tak pandai dalam memahami keadaan, dan akupun tak pandai dalam memberi harapan.
Aku hanya bisa berkata, "inilah aku apa adanya dengan segala kekurangan yang ku miliki".
Hidup perlu kesadaran agar jiwa enggan memberontak tak tau arah dan tujuan.
Hidup perlu kebijaksanaan agar merasakan dan memahami keadaan sekitar.
Garis hidup memang beginilah adanya,
Karna ku sadar ketentuannya lebih kuasa dari ketentuan-ketentuan yang ada.
Hidup mungkin kau anggap adalah segalanya, hingga kau terhanyut dalam lautan materi yang membuatmu hanya memikirkan duniawi.
Mati mungkin kau anggap hanyalah mimpi yang bisa kau ceritakan diakala bangun mu nanti. Sehingga, kau dapat berbuat semua-maumu dan sesuka-sukamu.
Latih diri agar terus berzikir.
Maki diri jika tak senantiasa bersyukur atas nikmatnya.
Dan caci diri jika tak beristigfar ketika pernah melakukan kesalahan.
Penulis : Kiliman Ariansyah
Kamis, 03 Oktober 2019
HEMBUSAN ANGIN CINTA
Ketika tanpa permisi aku menulis namamu di hatiku
Dan jauh sebelum kau menyadari
Cinta itu sudah tumbuh subur
Seperti busur yang menancap
Menembus dan terkunci
Cinta itu sudah tumbuh subur
Seperti busur yang menancap
Menembus dan terkunci
Karena, betapapun kau menolak
Telah kubingkai cinta di hatiku
Karena, aku tau alasanku menaruh hati
Telah kubingkai cinta di hatiku
Karena, aku tau alasanku menaruh hati
Aku tahu mengapa engkau yang kupilih
Sempat juga aku tidak ingin memberi tahu
Tentang perjalanan rasa cinta ini
Bergejolak di dalam hati
Sempat juga aku tidak ingin memberi tahu
Tentang perjalanan rasa cinta ini
Bergejolak di dalam hati
Cinta ini sudah memberontak
Ibrat balon yang terkena duri
Siap meledak, menunggu persetujuanmu.
Ibrat balon yang terkena duri
Siap meledak, menunggu persetujuanmu.
Aku terkadang meletakkan cinta pada kaca matamu
Yang setiap hari mampu memendam bening indah matamu
Dan dirimulan penutup debaran pada pintu-pintu kerinduan
Yang setiap hari mampu memendam bening indah matamu
Dan dirimulan penutup debaran pada pintu-pintu kerinduan
Ketika cinta kau simpan pada kerinduan
Menjelmakan cinta itu menjadi hujan
Menyiramkan kemarau dan memberikan kehidupan
Menjelmakan cinta itu menjadi hujan
Menyiramkan kemarau dan memberikan kehidupan
Maafkan saja aku yang tidak bisa menghembuskan wajahmu
Membiarkan angin membawa bayangan mu pergi
Membiarkan angin membawa bayangan mu pergi
Sebelum goresan pena ini berhenti
Tolong jangan salahkan aku
Tolong jangan katakan kalau kau terluka karena ku
Tolong jangan salahkan aku
Tolong jangan katakan kalau kau terluka karena ku
Aku tengah menantimu, mengejang bunga randu alas
di pucuk kemarau yang mulai gundul itu
di pucuk kemarau yang mulai gundul itu
Berapa Juni saja menguncup dalam diriku dan kemudian layu
yang telah hati-hati kucatat, tapi diam-diam terlepas
yang telah hati-hati kucatat, tapi diam-diam terlepas
Awan-awan kecil melintas di atas jembatan itu, aku menantimu
Musim telah mengembun di antara bulu-bulu mataku
Musim telah mengembun di antara bulu-bulu mataku
Kudengar berulang suara gelombang udara yang memecah bintang-bintang yang sedang gelisah
Telah rontok kemarau-kemarau yang tipis ada yang mendadak sepi
Di tengah riuh bunga randu alas dan kembang turi aku pun menanti
Di tengah riuh bunga randu alas dan kembang turi aku pun menanti
Barangkali semakin jarang awan-awan melintas di sana
Dan tak ada, kau pun, yang merasa ditunggu begitu lama
Dan tak ada, kau pun, yang merasa ditunggu begitu lama
Kiliman Ariansyah
Rabu, 18 September 2019
KUBURAN RINDU
Segenap jiwa mengheningkan cipta
Menunggu angin membawa kabar gembira
Darimu ku belajar bercinta
Tanpamu ku merasa gundah
Aku bukan pelantun irama
Apalagi pembuat melodi indah
Aku hanya sayap surya yang merindukan cahaya purnama
Dersikan ombak memukul samudra
Membawa mimpi menuju angkasa
Langit terus menampung derita
Mendengar suara dari burung cemara
Ada sejarah yang terus terurai dalam cerita.?
Yah.. Kurasa tidak.!
Sebab sejarah telah tertutup oleh aroma pantai ampena
Aku bukan laut penampung sampah muara
Aku juga bukan pantai penampung derita
Akulah manusia penuh dengan dosa yang sedang merindukan kata bahagia
Seruling dunia telah dimainkan oleh pemilik kopmleks singaraja
Itu petanda bahwa ada yang sedang merasa tersiksa
Cintamu cintaku hanya cinta-cintaan
Seperti kuda yang sedang dikendarai dalam arena balapan
Wajah merona memberi aroma
Membuatku luluh dalam susana
Aku tak pandai merangkai kata
Hanya mampu bersuara lewat pena
Dalam hening penuh derita
Ku rangkai kata bersama luka
Adakah jalan untuk menuju roma
Agar ku temukan kasih yang seirama
Terminal kasih menerima untuk kau singgahi
Tapi tak rela untuk kau tinggal pergi dan menyimpan kenangan bersama luka
Jeritan penumpang terdengar riuh di setiap sudut pangkalan
Itu petanda resahnya rindu ini ingin bertemu
Tertati ku terharu Ingin meraih bintang tapi tak mampu
Semerbak harum bunga melati
Menambah haru pada jiwa menanti
Diam dengan Seribu derita hanya mampu menunggu cerita
Lautan api membakan jajaran pulau malaka
Memberi pukulan pada jiwa yang sedang merana
Teropong masa depan telah terbuka
Pemantik-pemantik kata mulai bersuara
Menunggu cahaya memberi petunjuk menuju surga
Bibir ini dapat membohongi rindu
Tapi rindu takkan pernah membohongi ruang dan waktu
Terimalah sajak ini dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Hancur hati ini melihat semua gambar diri yang tak bisa ku ulang kembali
Segala cara telah ku coba
Agar ku bisa tanpa dirimu
Namun, semua berbeda.!
Bukannya diri ini tak terima kenyataan
Hati ini hanya rindu.
Indah lentik matamu
Manis senyum bibirmu
Hitam panjang rambutmu
Membuatku terbuai dalam peson mu
Berkali kali ku coba melepas semua beban rindu
Tapi tak mampu dan berujung pilu
Andai waktu bisa menjawab
Ku ingin bertanya apa aku telah bahagia
Ku rasa sang waktu jika bisa menjawab diapun tak ingin bersuara
Melihat derita yang tak kunjung usai
Salahkah jika ku tinggal pergi.?
Dosakah ku lepas diri.?
Entahlah.!!
Aku juga tak mengerti tentang cerita ini
Cerita yang menjebak ku dalam ruang tak berapit
Dan cerita yang membuangku dalam jurang kehancuran.
Pondok luka beri ku ruang untuk kuburan rindu
Agar ku kubur rindu ini bersama asmara lama.
Penulis : Kiliman Ariansyah
Minggu, 15 September 2019
BENDERA ISTIMEWA

Tentang irama materi menghiasi hati dan pikiran ini, membuatku berimajinasi menembus batas kesadaran.
Istimewamu bukan hanya beri ilusi
Istimewamu bukan hanya beri opini
Tapi istimewamu adalah harga diri yang harus kami jaga dan kami rawat seperti diri sendiri.
Kamu bukan hanya lambang yang menjadi pembeda dari lambang-lambang yang ada.
Hijaumu mengajarkanku bahwa hidup butuh perjuangan dan pengorbanan.
Ku janjikan pada diri ini untuk tetap menjunjung tinggi nilai marwahmu.
Dan ku janjikan pada dunia untuk berdiri di atas lafas yang kau tanamkan pada jiwa dan raga ini.
Campuran warna kesempurnaan hijau hitam telah melekat dan menyatu bersama sukmaku.
Kamu bukan hanya warna yang menjadi pembeda dari warna-warna yang ada, Tapi kamulah jati diriku yang sesungguhnya.
Aku bisa berdedikasi berkatmu, Aku bisa memberi edukasi berkatmu, Dan aku bisa berekspresi karnamu.
Hitammu membuatku sadar bahwa gelap tak selalu suram. Akan ada jalan disetiap kesulitan, dan akan ada satu pintu yang terbuka dikala pintu-pintu dunia tertutup untukku.
Mimpiku indah jika membelaimu sebelum tidur.
Ku terbangun dikala irama mu dilantunkan oleh para kadermu.
Dan ku menangis jika melihat keterpurukanmu.
Hijau hitamku...
Kaulah nyawa dari segala nyawa.
Kaulah harta dari segala harta.
Kaulah cahaya dari segala cahaya.
Dan kaulah wadah dari segala wadah.
Sebab engkaulah pemantik dari semangat yang ada di setiap jiwa-jiwa kadermu yang tersadarkan akan penuh nilai.
Teropong masa depan telah terbuka, Pemantik-pemantik kata mulai bersuara, dan cahaya menuju surga telah nampak dalam ruang tak bertepi.
Aku, dia, dan mereka bisa membuka cakrawala yang tertutup semua itu berkat edukasi yang telah engkau tanamkan.
Singkirkan semua benalu yang membuat nafas tertati dalam ruang tak berapit.
Jayalah himpunanku.
Dari sejarah ke sejarah terus bercerita tentangmu.
Tentang sejuknya IMAN mu.
Tentang dalamnya ILMU mu.
Dan tentang ramahnya AMAL mu.
Aku sulit menemukan kalimat yang tepat untuk memujimu.
Jagat raya telah bersabda menyanjung namamu.
Langit telah berdoa untuk keselamatan kadermu.
Bumi mengikrarkan dirinya dan bersedia untuk kau berkibar diatasnya.
Seluruh isi alam semesta senantiasa berzikir memuja namamu.
Sembah sujud menuai air mata mengiringi langkah para pejuang muda.
Darah yang mulanya beku karna hambatan, kini telah kembali mengalir mendengar lantunan darah juang panah himpunan.
Kalimat Allah telah didengungkan, keringat menetes bukan halangan.
Dir Dar Dor bunyi tembakan, sedikitpun tak membuatku surut dalam gerakan.
Itu semua berkat ilmu dan keberanian yang telah kau titipkan.
Jika bukan tanpamu, aku tak tau kemana arah negara ini berpijak.
Dalam hujan tangis perbedaan.
Tokoh masyumi bisa duduk manis dengan tokoh nahdatul ulama berdiskusi kesejahteraan.
Dalam himpunan mahasiswa islam dalam kristis nasionalis, tokoh muhammadiyah dapat bersulang teh manis sembari bertukar pikiran dengan tokoh persis.
Sebab dalam himpunan mahasiswa islam, tokoh manapun, organisasi apapun, bahkan dengan tokoh nasionalis sekalipun bisa berpelukan mesra bahkan lebih mesra dari sepasang sejoli yang sedang jatuh cinta.
Himpunan mahasiswa islam mengajarkan bagaimana membangun negara ini dengan benar.
Himpunan Mengajarkan menghargai prularisme dan kebinekaan.
Himpunan mengajarkan tentang bebas merdeka asal tidak melanggar hak orang lain.
Apapun bentuknya, apapun warnanya, apapun agamanya, atau apapun itu, semuanya merupakan kader-kader bangsa.
Sebab tidak ada kata saling mengkafirkan karna kekuatan intelektual menjadi rujukan utama.
Ramai menyeruak membela kebenaran.
Berani bersuara lewat aksi hancurkan tirani.
Bersama hancurkan karang pemisah antara kita dan mereka.
Bersama raih kemenangan dan mewujudkan cita-cita mulia bangsa dan negara.
Dan kita sebagai mahasiswa rugi rasanya jika hanya diam terpaku mengikuti alur waktu perkuliahan.
Mari berhimpun bersama kami dan menjadi bagian dari jiwa kami.
Mari berproses demi kemajuan dan persatuan bangsa dan negara.
Mari berHMI agar kita temukan jati diri yang sesungguhnya.
Hidup mahasiswa.!
Jayalah HMI.!
Penulis: Kiliman Ariansyah
Rabu, 11 September 2019
MERETAS JALAN MENUJU IMPIAN
Sudah sangat jauh jalan yang telah ku tempuh, banyak kisah yang dilalui.
Ada tangis dan tawa, ada susah dan senang.
Tapi tak ada satupun yang bisa megurungi niat ku untuk mengekspresikan diri dalam panggung sandiwara ini.
Kan ku lukiskan sejarah ini dikala ku tua nanti dan akan ku ceritakan pada generasiku kelak.
Kau mungkin mengenalku lewat nama dari tinta pena.
Kau mungkin melihatku lewat sebutan warna.
Dan kau juga mungkin mendekatiku karna goresan luka yang telah digoreskan oleh sejarah lama.
Percayalah..!!
Aku bukan imajinasi yang pandai beri ilusi, aku bukan opini yang hanya bisa berikan janji.
Tulisan ini yang akan menjadi saksi bahwa aku bukan pecundang rasa dalam mimpi.
Sejuknya udara kipas hanya mampu menyejukkan raga tapi sejuk udara kasihku dapat melepaskan dahaga.
Bintangku, dapatkah kau berikan bukti bahwa rasa ini tidak sendiri.?
Ku harap kau mengerti tentang kasih yang ingin ku gapai lewat mimpi dijalan ini.
Ragaku ada disini bersama kesendirian dimalam ini, tapi rasaku masih terpenjara bersama mimpi yang belum mampu kuraih.
Belahan samudra telah menyatu menjadi satu untuk menyaksikan jalan yang telah ku retas demi meraih kasih sucimu.
Aku bukan legenda usang yang hanya dapat menyimpan penyesalan, Tapi akulah petarung rasa yang bermimpi mengapai bintang dilangit yang tinggi.
Indahmu bukan menjadi capaian dalam mimpi, tapi kasihmu lah yang menjadi harap dari mimpi.
Aku tak mengerti tentang keindahan materi, aku hanya mengerti tentang keindahan cinta sejati.
Malam, berikanlah petunjukmu agar dapat ku petik bintangmu.
Angin, bawalah rinduku menjelma bersama sejukmu agar dia dapat merasakan tulusnya rasa ini untuknya.
Bulan, apakah tulus dalamnya rasa cintaku tak cukup meyakinkan bahwa rasa ini benar-benar suci untuknya.?
Yah.. mungkin iya atau bisa jadi tidak. Aku tak mengerti.!
Dari ribuan kenyataan yang sudah ditentukan oleh sang illahi, satu yang tak bisa ku terima, yaitu bintang harapan pergi tanpa cerita.
Aku tau kau memang orang yang ada, aku tau kau punya segalanya.
Bukan berarti keadaan ini yang membuat kasihmu susah untuk ku miliki.
Dambaan sejati masih dipelupuk mata, tapi kasihku telah menembus dan merajut sukma bersama mimpi dalam rasa.
Mengertilah.!!
Akulah perunggu hina yang merindu kesempurnaan cinta.
Akulah tanaman layu yang ingin disirami air suci dengan basuhan kasih putih.
Akulah sang embun yang ingin ada mesti mentari telah tiba dan menyinari dunia.
Aku akui bahwa meretas jalan menuju impian itu butuh perjuangan dan pengorbanan.
Wangimu masih membekas dibaju ini, membuatku terpaksa untuk meneteskan air mata.
Dapatkan kau rasakan derita ini.?
Derita yang menginginkan dirimu ada disisi dan mendekap dalam relung hati.
Ku tak bahagia, melihat kau bahagia dengannya.
Aku terluka tak bisa dapatkan kau sepenuhnya.
Meski ku tau kau tak menginginkanku ada, aku tetap bertahan untukmu demi rasa ini.
Penuli : Kiliman Ariansyah
Senin, 09 September 2019
BUNGA DITEPI JURANG
Meski pertengkaran hebat sering terjadi, ku yakin aku selalu dihati.
Walau konflik sering kali menghampiri, percayalah.!
Kau tetap selalu dihati.
Aku percaya dunia hanya beri janji sementara dan cintalah yang mengabadikan segala.
Kekurangan materil tidak menjamin hidup akan menderita sebab Cinta tak butuh materil.
Materil hanya hiasan dunia.
Ku janjikan pada diri ini untuk mengenalmu lewat ketidak mampuan bukan kemampuan.
Hidup ini indah jika dinikmati adanya
Hidup ini nyaman jika di rasakan adanya
Hidup itu surga jika diyakini kemuliaannya
Sebab hidup adalah pilihan dan pilihanmu yang menentukan hidupmu.
Tidaklah elok jika bunga yang dirawat sekian lama layu begitu saja
Sebab untaian selalu menanti seikat senyumnya yang sangat ramah nan manja.
Wahai bunga, aku titip aromaku dalam mimpi agar dapat kau hirup wanginya dikala terbangun bersama embun pagi.
Keindahan dunia bukanlah tujuan hidup
Kemegahan tahta bukan pengakuan diri
Berlimpah harta bukan alasan untuk hilangkan namanya dalam dekapan jiwa.
Hadirkan lah namanya dalam setiap denyutan nadi agar dapat kau rasakan cintanya yang sangat tulus.
Ku tanam mimpi bersama impian
Ku kejar impian bersama harapan
Kuraih harapan bersama cintanya yang telah tulus menemani dan mendampingi di setiap jiwa dilanda keresahan.
Harapan itu mungkin mampu ku raih, Tapi jiwa ini tetap merasa resah karna bunga yang nenjadi harapan menanti dipinggir jurang.
Ketakutan terus melanda
Imajinasi terus memuncak
Haru dan tangis pun tak kunjung berhenti melihat sibunga dalam ancaman penjara jurang yang curam yang setiap saat bisa merenggut harapanku yang telah dibangun lama.
Aku sadar bahwa dunia adalah panggung sandiwara.
Satu hal yang saya pelajari dalam hidup.
Kamu bisa menjadi penting bagi seseorang, tapi tidak untuk setiap saat.
Dan ketika hal ini terjadi semua bisa berubah menjadi garang dan sadis.
Karna perlu dipahami.
Orang jahat berawal dari orang baik yang disepelekan.!
Penulis : Kiliman Ariansyah
Selasa, 27 Agustus 2019
TABURKAN MAWAR DIATAS MAKAM
Bentakan suara hati terus menuai air mata menjelang sajak yang akan ku uraikan dalam melodi-melodi syair indahku
Dengan pena kensunyian kulukis harum aromamu
Lewat mimpi ku suratkan lamunan wajahmu yang tak dapat ku sentuh dikala ku bangun
Kaulah pelangi yang selalu ada meski hujan tak menguyur bumi
Kaulah bintang yang terus terang meski fajar sudah nampak diujung langit
Dan kaulah rembulan yang tak pernah memudarkan sinar meski awan menutupi seisi langit malam
Kan simpan wajah mu
Kan ku ukir namamu
Kan kubuktikan kesetiaanku padamu
Biarlah disini sendiri merajut hari-hari
Dan seiring waktu berganti menempuh bagai imajinasi
yang terserap kerasa ini
Kau tetap ada meski tak disisi
Mungkin esok atau lusa bayangmu akan menjadi pengobat luka ruangku
Hadirkan harapan yang membuatku kuat untuk bertahan disetiap detakkan jantung ini
Ingatkan aku untuk tetap melangkah meskipun ku tak mampu lagi untuk melangkah
Aku tahu dan mengerti
Diri ini tak bermateri
Dia yang pantas kau dampingi
Aku tak akan menyesali
Biarlah aku yang mengalah pergi
Dalam cinta terbersik keinginan saling memiliki
namun perlahan-perlahan batu besar menghadang
cinta ini pun terbawa ombak besar dan menghanyutkan
semua harapan yang terjalin lama
Saat kedua ortu menghadang jalan cinta ini
harapan tak lagi berjalan kiasan bayangan kan indahnya
masa depanpun lenyap,dimanakah aku harus mengadu
Pasrah kan keputusan yang sangat menyedihkan
tapi inilah cinta deritanya tiada berakhir
Salahku yang tak punya apa-apa
Salahku yang hidup di keluarga tak mampu
Salahku yang bukan siapa-siapa
Salahku yang punya masa depan tak tentu
Mungkin ini sudah takdirku
Aku yang tak bisa membahagiakanmu
Terdiamku dalam asaku
Yang hanya bisa mencintaimu
Wajar orangtuamu menginginkanku pergi
Mereka ingin kamu bahagia
Mereka ingin kamu bersamanya
Aku pergi dan tak kan di hatimu lagi
Hanya asa yang saat ini kurasa
Asa yang slalu menghantui
Membiarkanmu menjadi miliknya
Sudahlah, cinta kita tak direstui
Biarkan hujan yang menghapus
Cerita cintaku dan kamu
Cintaku sudah pupus
Terhalang restu orangtuamu
Cinta, begitu cepat engkau menyapa
hingga membuatku terlena oleh indahmu
dan akupun tak kuasa menghindar dari sayap cintamu
kau belai, kau buai ku terbang ke awan
namun saat cinta menagih usia, perpisahan pun tak dapat kutahan
Bukan salah cinta telah mempertemukan kita
namun kitalah yang harus belajar ikhlas dari peristiwa ini
semoga ada hikmah yang dapat kita ambil
dari cinta kita yang terhalang dinding pemisah
bukan salah keyakinan kita yang tlah menciptakan jurang pemisah
namun mungkin ini sebuah ujian
agar kita lebih bayak berdo'a
semoga kelak ada cinta yang sejati untukmu dan juga untukku
cinta.cinta.., cinta
saat kurasa cinta begitu indah
ternyata semua itu hanya sekejap
cintaku terhalang mitos dan ortu
Tuhan, berilah aku kesabaran dan ketabahan
jangan sampai cinta ini membuatku khilaf
aku harap ada cinta yang indah buatku nanti
kesadaran jiwa yang membuatku bertahan dan bersabar hingga sampai saat ini
Aku yakin akan ada cinta yang bisa menyelamatkan dunia romansaku
Bertahun-tahun kenantikan senjamu yang pergi tanpa pamit yang sangat meninggalkan luka tanpa bekas dalam hati.
Cerita ini sedikit dikutip dari cerita salah seorang aktivis Ambalawi "MAWU" yang mengginginkan ada dambaan sejati.
Penulis : KILIMAN ARIANSYAH
Selasa, 09 Juli 2019
SEMINAR PROGRAM KERJA KKN
KKN (Kuliah Kerja Nyata), merupakan sebuah program pengabdian mahasiswa pada masyarakat setara 2 sks yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa STIH. Kuliah Kerja Nyata 2019, Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pendidikan HUKUM dan Kerukunan SOSIAL.
Pada pelaksanaan kegiatan ini kami telah merancang beberapa program kerja yang akan kami laksanakan, diantaranya yaitu :
1. Program fisik
a. Perbaikan lapangan volly
b. Pet pagar mesjid
c. Papan pembatas dusun
d. Papan nama kepala dusun
e. Gotong royong kuburan dan mesjid.
2. Program non fisik
a. Bidang Hukum
× penyuluhan HUKUM 4 Kali
b. Bidang ekonomi
× Pembuatan Tahu isi
× Pembuatan bolu kukus
c. Bidang pendidikan, sosbud, dan spritual
× Mangrib mengaji dan iqro
× Mengaja mengeja dan membaca
d. Bidang pemberdayaan perempuan
× Siraman rohani
× yasinan bersama
Dari berbagai program kerja yang telah kami rancang bersama seluruh anggota posko telah diterima dan disepakati oleh pemerintah desa, dalam hal ini kepala desa mawu.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu program Tri Dharma Perguruan Tinggi, menjadi contoh real dari pengabdian kepada masyarakat yang mana kegiatan ini merupakan kegiatan civitas akademika yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Kami mengikuti program KKN STIH ini pada bulan 06 tgl 25 thn 2019 pas libur kuliah.
Kelompok KKN kami terdiri dari 27 orang anggota, diantaranya 14 orang anggota reguler dan 13 orang anggota estensi dan tentunya dari berbagai macam Fakultas dan Prodi pendidikan yang berbeda.
Namun, selama melaksanakan KKN dengan waktu kurungan 8 minggu disini, begitu banyak hal baru yang saya pelajari dan saya dapati, mulai dari pengalaman mengajar, keterbukaan kepada setiap anggota KKN, serta kebersamaan antara anggota KKN, anak-anak serta warga desa Mawu yang begitu hangat dan rasanya tidak ingin untuk meninggalkannya.
Yang begitu sangat antusias menunggu dan menjamu kami disetiap hentakan kaki para meniti masa depan, menjadikan hal tersebut sebagai suntikan semangat ketika kami khususnya saya sudah merasa lelah dengan begitu banyaknya program kegiatan yang harus kami laksanakan. Tangisan, candaan, kebersamaan, serta pengalamam sudah saya dapatkan dan itu semua saya jadikan motivasi untuk kehidupan agar kelak bisa lebih peduli dan bisa berguna untuk banyak orang.
“KKN itu tentang menyatukan hati. Menyatukan hati yang awalnya tidak saling mengetahui sampai akhirnya saling menyayangi. Menyatukan fikiran yang berbeda untuk menuai hasil maksimal dalam satu tujuan. Menyatukan aku, kamu dan mereka untuk menciptakan kisah indah nan penuh perjuangan dalam singkatnya waktu 8 minggu terlewatkan.”
Pada kesempatan KKN kali ini, saya dan dengan 26 teman saya lainnya memilih tema KKN yaitu HUKUM Dan KERUKUNAN bertempat di desa Mawu kecematan ambalawi Kabupaten Bima. KKN dengan tema HUKUM Dan KERUKUNAN merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui peran aktif mahasiswa sebagai gerakan nyata dimasyarakat yang melibatkan semua unsur desa yang dijadikan mitra untuk melakukan kegiatan yang mengarah pada pemberdayaan masyarakat untuk mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.
Itu semua merupakan kegiatan nyata yang akan kami laksanakan selama KKN. Namun adapun kegiatan lainnya di luar program yaitu kami membuka les privete yang bertempat di posko, mengajar ilmu Hukum, dan kerangka kerangka berpikir ilmiah.
Berikut dokumentasinya
Selasa, 02 Juli 2019
PARA PENANTI TOGA
Hiduplah Seakan-Akan Kamu Akan Mati Besok dan Belajarlah Seakan-Akan Kamu Akan Hidup Selamanya.
Waktu Tidak Berpihak Pada Siapapun. Tapi Waktu Dapat Menjadi Sahabat Bagi Mereka Yang Memegang Dan Memperlakukannya Dengan Baik.
Aku Tidak Punya Aturan. Aku hanya Berusaha Melakukan Yang Terbaik, Setiap Saat Dan Setiap Hari.
Perubahan Tidak Akan Pernah Terjadi Jika Kita Terus Menunggu Waktu Atau orang Yang Tepat. Kita Adalah Perubahan Itu Sendiri.
Pengetahuan Adalah Senjata Yang Paling Hebat Untuk Mengubah Dunia.
Kesuksesan Bukan tentang Seberapa Banyak Uang Yang Kamu Hasilkan, tapi Seberapa Besar Kamu Bisa Membawa Perubahan Untuk Hidup Orang Lain.
Jangan Tergesa-gesa Dalam Melakukan Sesuatu, Fokus Saja Dengan Rencana Yang Sudah Kamu Buat Sesuai Prioritasnya.
Jangan Pernah Menyerah, Karena Ada Tempat Dan Saat Dimana Ombak Paling Tinggi Sekalipun Akan Berbalik Arah.
Jati Diri Tidak Ditemukan, Tapi Dibentuk.
Upah Terbesar dari Suatu Pekerjaan Adalah Kesempatan Untuk Melakukan Lebih Banyak Hal.
Kita Tidak Bisa Membantu Semua Orang. Tapi Jika Kita Semua Bersatu, Kita Bisa Membantu Seseorang.
Semua Mimpimu Akan Terwujud Asalkan Kamu Punya Keberanian Untuk Mengejarnya.
Jangan Hanya Sibuk Menghitung Hari, Tapi Buatlah Hari-Hari Itu Menjadi Bermakna.
Keberanian Bukan Berarti Tidak Memiliki Rasa Takut, Tetapi Keputusan Untuk Melakukan Hal Lain Yang Lebih Penting Dari Rasa Takut.
Kamu Tidak Akan Bisa Membahagiakan Semua Orang, Dan Kamu Juga Tidak Akan Bisa Membuat Semua Orang Menyukaimu.
Tanpa Keyakinan Kuat, Seseorang Akan Selalu Gagal.
Jika Kamu Belum Meraih Kesuksesan, Jangan Pernah Berhenti Untuk Terus Mencoba.
Kita Diberi Dua Tangan, Satu Untuk Menolong Diri Sendiri dan Satu Lagi Untuk Menolong Orang Lain.
Sebuah Mimpi Dapat Terwujud Bukan Karena Keajaiban, Melainkan Karena Keringat Dan Kerja Keras.
Jangan Takut Kehilangan Hal Yang Baik Untuk Mendapatkan Yang Terbaik.
Sebab kita adalah para pejuang yang merindukan indahnya cinta kasih alam mewah dunia dan akhirat.
Penulis : KILIMAN ARIANSYAH
Senin, 03 Juni 2019
CANTIK ITU LUKA
Banyak pula yang terjebak dalam kecantikan, rela mengorbankan diri demi terlihat cantik.
Menurut saya cantik itu relatif.
Cantik memang perlu
Tapi tak seharusnya memperlihatkan kemolekan
Memberikan polesan pada paha
Memberikan sentuhan pada dadah
Dan memberikan rangsangan pada penikmat pandangan.
Terkadang cantik itu menyiksa kaum wanita
Menyiksa dalam segi lahir
Maupun dalam segi batin.
Kecantikan pula yang membuat harga wanita lebih mahal dari harga ayam potong yang di jual penghuni pasar amahami.
Katanya jika tak cantik maka tak asik
Tak cantik tak menarik
Tak cantik tak ada aduhai.
Kecantikan menjebak kaum wanita dalam kehidupan sosial
Sangat banyak wanita yang mengorbankan harga diri demi terlihat cantik.
Katanya kecantikan yang buat pria tertarik
padahal bukan cantik yang mereka kejar
Melainkan pahamu yang terlihat serupa paha ayam
Dan kemolekan dadah yang menonjol bag timbunan bangunan.
Rela korbankan selaput darah terpisah dari wadahnya hanya karna mendengar pujian "Dinda kau sungguh cantik",
Dengan landasan utama kata cinta konon katanya.
Rela dibelai-belai bag kain yang di uji kelayakan hanya karna kata "Dinda aku benar-benar cinta sama kau".
Haha.
Sadar neng ini dunia bukan ladang obralan barang bekas.
Apa tidak malu dengan ayam kampung yang selalu melekan dengan bulu?
Ketika banyak pria tertarik dia kira karna kecantika
Bukan neng!
Dia hanya tertarik dengan pandangan gratis dan rabahan gratis yang kau kasih.
Tak lebih dari itu.
Ingin terlihat tenar kok korbanin harga diri sih neng?
Ingat mati!
hidup hanya sementara jangan terlalu terlena dengan buaian asmara palsu.
Kau wanita, bukan sampah bekas adonan roti.
Buka mata lebar-lebar dan tataplah dunia
Karna realitas tak semanis espektasi.
Masa depanmu masih panjang
Peluang mu masih banyak.
Tata dirimu dengan baik agar tak terlihat serupa dengan selokan aliran got.
Jika ada kesalahan bahasa dalam tulisan ini mohon di ma'afkan.
Tak sedikitpun niat menyindir apalagi menghakimi
Hanya ingin kau aku dan mereka tau bahwa hidup itu adalah kita bukan diri sendiri.
Jadilah yang bisa diandalkan bukan yang mengandalkan.
KILIMAN ARIANSYAH
Minggu, 05 Mei 2019
REMBULAN MENJELMA RINDU
Setapak jalan menjadi tempat bagi diriku merindu
Kepergian sang rembulan di ujung lautan barat adalah perpisahan yang menjadi jelmaan rindu
Aku tak tau kapan engkau membalikan dirimu dan merasakan diriku yang sedang mencari sesuatu hal agar bintang dan rembulan dalam jelmaan rindu ini hilang
Ini bukan soal aku atau kamu.
Ini masalah rindu. Masalah cinta yang harus menunggu. Terpisah ruang dan juga waktu
Ini bukan masalah kita. Ini masalah Cinta yang tak kau jaga. Rindu yang tak kau pelihara. Hingga layu dimakan usia
Kenapa, setiap ku tulis kata Rindu, yang ku ingat hanya kamu? Dan kenapa setiap ku tulis kata Cinta, yang ku ingat hanya kita?
Jika rindu adalah suara, harapku tutup telinga. Jika ia adalah benda, inginku pejamkan mata. Sayang dia bukan itu semua.
Saya kira hanya Cinta, sesuatu yang tidak bisa aku pilih untuk siapa. Dan tak bisa aku kendalikan akan bagamana akhirnya.
Cinta terlampau sulit untuk kutuliskan, Begitupun rindu, terlampau sulit untuk kuhilangkan..
Ku tuliskan kata - kata saat gulita, agar ketika pagi tiba. Engkau bisa membaca, bahwa ada Cinta sepenuh jiwa disana.
Ketika siang tak lagi ada. Dan malam hanya gulita. Akankah ada Cinta setia. Atau justru rindu yang hanya menunggu?
Jika kelak engkau dengannya. Setidaknya sedikit sisakan ingatan saja. Bahwa Cinta tidak selamanya bersama.
Penulis : Aswad
Sabtu, 04 Mei 2019
SILUMAN PENGHUNI NEGERI POLITIK
Negeriku, negeri siluman
Hidup disini mengerikan meskipun orang-orang nya mengaku beriman dan mengaku bertuhan
Negeriku, negeri siluman dimana semuanya menjelma hewan
Siluman buaya, meraja
Siluman ular, mengakar
Siluman babi, menjadi-jadi.
Negeriku, negeri siluman
Tak ubahnya seperti permainan
Siapa yang berkuasa dia yang menjadi andalan dan siapa yang kuat dialah yang selalu menjadi panutan.
Negeriku, negeri siluman
Siluman anti kejujuran.
Dalam diam rasa ini terus bergejolak menatap hati
Luapan emosi tertatih saat dirimu berucap getir sakti
Gaung terus menerus kau agungkan pada bela arogansi
Pernahkan kau tertidur lelap seraya meraba kediaman raga
Disini titahmu yang masih tertancap kokoh penuh duri
Air mata ini penuh memori mengalirkan desahan luka
Luncuran kalimat kerap kau tuangkan tanpa makna rasa
Sebisa apa dirimu tersenyum meski hanya nyayian bisu
Sengaja kau jejali nuraniku dengan sekelumit jeratan
Kau jambak hati ini dengan temali terulur ikatan suci
Pada apa ku sanggup menghilangkan fakta mentari itu mulai redup
Singgahmu sekedar adanya kupu-kupu yang menari penuh bakti
Kekinian ini pendarkan pelita yang masih terasa buram
Bias melepas namun tak urung ku perjelas tanpa azas
Terus menerus meramu pada hakikat keadaan
Raga ini tergerus namun tetap kokoh pada pendirian
Kau lepas aku resah
Kau dekap aku jenggah
Berbaring penuh ramah
Lantas gundah.
Ada banyak cara untuk melacurkan diri
Salah satunya dengan menjadi politisi
Ada banyak cara agar disebut politisi
Salah satunya dengan sering memakai dasi
Ada banyak alasan kenapa harus memakai dasi
Salah satunya agar terlihat percaya diri
Ada banyak cara untuk terlihat pelawak
Salah satunya dengan menjadi wakil rakyat
Ada banyak cara agar bisa dihujat
Salah satunya dengan menjadi pejabat
Dan ada banyak cara juga untuk menyengsarakan rakyat
Salah satunya dengan menjadi konglomerat
Ada banyak cara untuk terlihat maju tak gentar
Salah satunya membela yang membayar
Ada banyak cara untuk terlihat sebagai pahlawan
Salah satunya selalu bangun kesiangan
Dan ada banyak cara agar bisa nikah siri
Salah satunya dengan menjadi BUPATI.
Kita hentikan sampai disini untuk rindu kepada Dilan
Tolak 2 periode kalau ingin mencegah pernikahan siri.
Kiliman Ariansyah
Selasa, 22 Januari 2019
TERIAKAN JIWA ANAK YANG DIPERKOSA PENGUASA
Berbagai teriakan telah kami lontarkan dalam pesta mimbar bebas
Tapi tak sedikitpun membuat penguasa gentar untuk melakukan tindakkan tak wajar
Jika suara kami masih saja menjadi bualan bagimu
Maka tunggulah hari dimana kau akan menyesali perbuatanmu
Kami bukan raja yang bisa memerintah
Tapi kami adalah anak yang lahir dari bau keringat sang ayah yang sangat mencintai teriakan kesejahteraan
Jangan pernah benci kami karna bikin keributan dijalan
Jangan pernah pandang hina kami karna bersikap tak sopan pada penguasa
Dan jangan pernah membuang kami dalam deraian air mata sang ibu yang penuh dengan kasih sayangnya
Semua itu kami lakukan demi menata masa depan bangsa
Dan semua itu kami lakukan untuk kesejahteraan kita semua
Kami adalah generasimu
Kami adalah pengikutmu
Kami adalah ajudanmu
Yang berteriak demi satu harapan
Yaitu kesejahteraan untuk rakyat indonesia
Buatlah generasi mu merasa bangga karna pernah dipimpin olehmu
Buatlah dunia mencatat sejarah baikmu dalam lembaran musium negara
Dan buatlah kau menjadi pahlawan yang akan di kenang oleh generasi-generasi tunas muda bangsa
Air mata dan keringat ayah ibu terus mengalir dan menetes dalam harapan semoga anaknya jauh lebih baik darinya
Batuk sang ibu yang sedang menahan asap harapan terus berbunyi didapur impian
Tetesan keringat sang ayah dalam lembar masa terus bercucuran demi menitip satu pesan semoga anak bisa menjadi yang berguna di kemudian hari
Berawal dari harapan impian mereka aku bangkit dan berteriak dalam ruang bebas yang dibenci penguasa
Sedikitpun tak ada ketakutan dalam jiwa jika ingin diperkosa haknya oleh penguasa
Sebab jika itu semua terjadi
Maka teriakan dan puisi-puisi tajam akan terus kami lontarkan tanpa henti
Sebelum tirani kekuasaan tumbang bagai pohon kelapa dikebun pak jono
Sudah sangat sering kami keluarkan keringat di medan jalanan
Dan sudah sangat sering air mata diteteskan melihat ketidak adilan
Sekarang sa'atnya meneteskan darah demi meraih kesejahteraan untuk umat dan bangsa
Hari penentuan akan ada ketika masaku masih dalam lembah kehancuran
Akan tetapi harapan dan impian takan pernah musnah
Sebab pendekar-pendekar muda akan bermunculan dan mengeluarkan amukan-amukan pembebasan bagi penghuni negeri ini
Jika hari itu datang maka tunggulah kehancuran besar bagimu
Sebab pendekar yang hadir siap berdarah dan tumbang dimedan juang
Semasih tirani belum tumbang
Ibu pernah berpesan..!!
Nak jika merasa resah silahkan berontak demi nama kebenaran
Dan ayah menitip harapan..!!
Nak jika merasa bosan silahkan tumpahkan darah di atas tanah pertiwi demi satu impian
Yaitu kesejahteraan bagi seluruh masyarakat indonesia
Ayah sudah siap kehilangan mu semasih kau berdiri di atas nama perjuangan
Dan ibu akan antarkan mayatmu dengan senyuman bangga karna dirimu mati dengan nama perjuangan nak.
KILIMAN ARIANSYAH
Senin, 07 Januari 2019
RINDU ITU LICIK
Kata rindu memang selalu jadi misteri dalam memori
Seakan-akan kata rindu itu adalah sebuah sejarah tuhan yang sampai sekarang belum ditemukan keberadaan nya
Dari timur ke barat selalu merasakan kerinduan-kerinduan tersebut
Sehingga diriku pun kian bertanya dalam diri "apakah aku juga sedang merindu"
Haha.. kurasa rindu itu hanya untuk orang-orang yang memiliki rasa yang luar biasa pada sosok idaman rahasia
Mungkin sosok idaman rahasia itu adalah TUHAN atau bisa mungkin PEREMPUAN
Entahlah yang jelas rindu itu misteri dunia
Sendi-sendi kehidupan mulai di racuni dan di grogoti oleh kata-kata yang tak bermutu
Sehingga kita terjebak dalam untaian sajak yang pernah di berikan oleh sang perindu
Generasi sudah pada salah dalam memaknai kata rindu
Sehingga yang terjadi generasi pada jadi vampir kata
Kata rindu memang menjadi satu damba'an bagi setiap insan yang sedang jatuh cinta
Dan sedang melewati proses LDR. Ini menjadi sebuah pertanya'an besar bagi para pembuat rasa dan penikmat kata rindu
Apa mungkin rindu itu sebuah rasa atau hanya sekedar kata.?
Aku rasa rindu hanya sebuah untaian kata yang dirangkai dalam memori generasi yang sedang menjalin cinta
Tak jarang aku temukan orang yang selalu mengatakan kata rindu
Tak jarang pula aku melihat orang menangis lantaran rindu
Ku rasa rindu itu penjahat yang kapan saja bisa menyiksa batin
Kadang juga rindu bisa menjadi samurai dalam hati
Yang kapan saja bisa membunuh mu secara perlahan
Maka hati-hati untuk merindu apalagi mangatakan kata rindu
Kalaupun rindu itu adalah sebuah rasa takanlah mungkin rindu itu menyiksa
Sebab yang menyiksa adalah kata yang selalu kita ingat dan kenang dalam benak kita
Yah.. Itulah kenyata'an rindu bahwa rindu itu hanya sebuah kata bukan rasa
Rindu mampu menghipnotis jiwa-jiwa tenang yang sedang hanyut dalam asmara
Rindu itu licik, licin dan cerdik
Dia pandai memainkan perannya dengan sempurna
Sehingga para penikmat rindu hanyut dan tenggelam didalamnya
Rindu terlalu curang untuk sebuah eksistensi
Rindu juga terlalu ambisi untuk menyakiti tanpa memikirkan sebab dari sebuah penderita'an diri
Rindu itu serupa hantu atau mungkin setan
Yang tak bisa dilihat tapi mampu dirasakan oleh penghuni dunia percinta'an
Yang pada dasarnya rindu harus memberi hormat pada rasa sehingga asmara tak terjebak dalam kata cinta yang memberi kerinduan pada insan dunia
Ahh.. Aku bagai orang bodoh saja berdebat dengan tulisan
Kayak sudah tak ada orang saja yang di ajak memecahkan sebuah rindu
Hehe.. Eits tapi jangan menjastis bahwa aku benar-benar bodoh lantaran berdebat dengan tulisan
Ada alasan tersendiri kenapa aku berdebat dengan tulisan
Di karnakan tak ada lagi orang yang mampu mendefinisikan rindu
Sebab para penikmat rindu sudah lenyap terbawa arus rindu
Rasa tolong selamatkan aku dari rindu agar aku tak sama dengan dia dan mereka yang selalu bergelut dengan nikmatnya rindu
Dia rela menyiksa diri dengan merindukan seseorang yang belum tentu merindukan dirinya
Dan mereka mampu menyakiti diri hanya karna ingin melepas rindu yang menggebu dalam kalbu
Seakan rindu adalah kewajiban untuk di rindu oleh pemilik ruang tak bertepi
Tak sadarkah bahwa rindu itu api yang setiap sa'at bisa membakar hati
Ku rasa mereka sudah pada lupa akan sakit karna kerinduan
Sehingga asik untuk menikmatinya
Seharusnya rindu di letakkan pada kerinduan menuju illahi
Bukan di letakan pada merindukan sang kekasi
Sebab kekasi sejati adalah dia yang memberi kehidupan abadi
Bukan dia yang memberi kehangatan dikala kesunyian malam hari
Kemuncak rindu ada pada kerinduan kepada cahaya sang illahi
Sehingga kita tidak terjebak hanya dalam alunan kata
Tapi kita akan terjebak dalam alunan rasa yang ingin menemukan sang pencipta alam semesta
KILIMAN ARIANSYAH
JANDA MENYELINAP TANPA SUARA
Serbuk-serbuk kayu bekas bangunan rumah bapak penghulu
Mulai terdengar sir..sir..sir dan hati mulai bimbang ada apa gerangan hati ini resah hanya karna suara serbuk-serbuk kayu
Mungkin sang ratu sedang mimpi basah setelah kelelahan kontrol bangunan rumah untuk bapak penghulu di simpang istana sang raja.?
Atau mungkin sang ratu sedang bergoyang di atas sofa dengan tarian madura yang merasuk sukma.?
Entahlah yang jelas hati ku sekarang sedang resah karna sang ratu sering keluar kota
Kuharap ini pertanda baik bagi rakyat miskin di desa yang menanti uluran tangan dari sang ratu penguasa alam tengah
Selogan bima sering di uraikan lewat pena
Yang berjudul kau dan dia di atas tahta dengan selimut emas permata
Jangan terlalu tergiur dengan tinta
Sebab pena akan bersembunyi jikalau upah masih tak layak untuk di ambil dalam saku celana
Kuharap saku celanamu tak bocor
Sehingga anggaran dana desa tak kau pakai untuk membeli tinta kenikmatan dari pemberi rasa ditengah malam yang gelap gulita
Kau pernah masuk dengan salam santun dari anak sampah
Sehingga kau bisa mendapat tahta yang tak kau pergunakan dengan indah
Setelah kau dapatkan apa yang kau inginkan kau keluar tanpa suara seakan-akan kaulah penjahat kelamin sesungguhnya
Wahai putri permata sang ratu di istana raja
Cobalah menoleh kepada suara tangisan anak desa yang merindukan belaian mesra dari ratu muda setengah tua
Dulu kau pernah meneteskan air mata demi ingin mendapat tahta
Tapi sekarang kau bertingkah serupa intan permata yang wajib di coba oleh para duda
Apa tugas yang di berikan hanya hiasan semata.?
Sehingga tak ada realisasi dari tugas-tugas negara yang kau emban dengan cahaya
Atau mungkin janji yang pernah di nyatakan hanya sekedar sandiwara dunia.?
Sehingga anak desa jadi korban pencabulan hak anggaran dana desa.
Bersikaplah yang sewajarnya
Agar tak ada hujatan serupa air hujan yang jatuh di atas genteng rumah para pemangku tahta pembasmi hama
Yang jatuhnya sangat besar namun tak terdengar suaranya
Selimut-selimut permata sudah menghilangkan nilai dalam jiwa yang pada dasarnya mempunyai kasih sayang yang sempurna
Bima ku di ambang huru hara
Sebab kekasih tercinta sang ratu disinggah sana raja suka di kota rantauan orang
Kembalilah dan buat kota mu jadi emas mulia yang bisa di nikmati sepanjang sejarah pembangunan kota bima
Sehingga anak cucu penerus tanah keramat tak keluhkan sesal pada pemimpin-pemimpin selanjutnya
Yang akan memimpin kota kita tercinta
Sudahlah janda kembang!!!
buang jauh-jauh arogansi mu terhadap percikan cairan surga di luar sana
Sebab yang benar-benar membutuhkan mu menanti dengan ratapan disini.
KILIMAN ARIANSYAH
Minggu, 06 Januari 2019
MEMBURU MIMPI
Pejuang peradaban terus bermunculan dan berkembang di negeri ini
Teriakan dan nyanyian pun terus berhamburan dan berterbangan mengikuti alur perkembangan dunia yang penuh dengan kemunafikan
Para tokoh yang ditokokkan kini menjelmah menjadi naga saki yang siap menerkam ribuan penghuni hutan rimba
Jalan menuju kemakmuran kini sudah tertutupi oleh kabut kemungkaran dari kaum munafikun
Lika liku perjalannya yang mengatakan diri sebagai orang yang ingin menyadarkan orang itu hanya topeng dan bualan semata
Tak banyak yang merasa diri hebat seolah-olah dia adalah raja di alam semesta
Sambaran dan cambukan suara anak bangsa selalu menggelegar bagai petir yang menyambar selat himalaya tak sedikitpun memberi efek jerah bagi mereka yang merasa diri berkuasa
Kantung-kantung basah sudah menutupi hati para tokoh yang mulanya mulia
Memang hancur tapi mau bilang apalagi kekuatan tahta sudah menyelimuti kalbu para ulama
Hanya kesadaran sejati yang mampu melawan nafsu dari pengaruh kekuasaan
Hanya jiwa yang merdeka yang tak mampu dirasuki oleh roh dari tahta
Dan hanya generasi ibu pertiwi yang bisa menghancurkan tirani-tirani yang berselimut jabatan
Jejak setapak terus menuai air mata dalam mengiringi langkah memori
Semoga apa yang disemogakan bisa tersemogakan demi masa depan generasi penerus bangsa
Pengaruh kapitalis sudah sangat kental merasuk dan membumi dalam akal pemuda milineal
Sehingga apa yang dicita-citakan oleh bapak bangsa tak lagi dapat diindahkan
Sebab sepuluh pemuda yang di idamkan kini menjadi racun dunia
Ma.afkan anak cucumu nanti jika bertingkah serupa binatang yang tak punya etika
Ma.afkan pula jika mereka menjual harga diri karna rupiah.
Kurasa tak ada lagi yang harus di khawatirkan oleh meraka
Sebab semuanya sudah nampak jelas sepuluh tahun kedepan indonesia akan menjadi negara jamaika
Kuharap ada pemuda yang akan mampu merubah dunia
Sehingga tak terjadi yang namanya pelacur intelektual muda
Tinggal menanti ridho Allah untuk menjemput para pemburu mimpi
Agar dunia lebih khusus indonesia jadi madrasah unggul dalam mencetus generasi
Ayah, Ibu Do.akan aku dalam setiap pijakkan kaki ini
Mudah-mudahan langit bisa dijunjungi tinggi dan indonesia bisa dijadikan surga di alam ini
Mimpi ku bangun dalam raut wajahmu petarung tangguh
Harapan ku tertanam dalam keringat yang menetes didahimu pejuang hebat
Dan tujuan ku terwujud karna do.a-do.a yang kalian panjatkan atas nama Allah bukan nama kekuasaan
Aku sadarkan diri untuk tetap kuat dan bertahan dalam arus gelombang kehidupan
Aku haramkan diri untuk berhenti berjuang demi nama keadilan
Dan pesanmu selalu terpatri dalam jiwa ini
Ijinkan ku mati dengan lafas kebenaran
Dan ijinkan aku hidup dengan kata kesejahteraan
Suatu sa.at nanti mimpi itu akan ku genggam bersama senyum indah dalam raut wajah kalian
Sebab kesuksesan ku adalah bahagia yang kalian nampakkan
Aku sadar aku belum jadi yang kalian inginkan
Dan aku juga sadar aku belum bisa menjadi kebanggaan kalian
Tapi satu yang perlu di ketahui klau aku bangga pernah di lahirkan oleh kalian di dunia ini
Demi mewujudkan mimpi dan harapan yang pernah kalian idam-idamkan masa itu
Jalan masih panjang untuk ku arungi bersama derita yang ku hadapi
Semoga cahaya illahi dapat menerangi dikala gelapnya jalan ini
Kaki terus melangkah mengukuti isarat hati yang mencari sepercik harapan yang pernah dibangun atas dasar derai dan tangisan para petarung hebat dulu
Aku ingin dari ribuan anak bangsa yang sadar akan keadilan dan kebenaran
Akulah salah satu diantara mereka
Sewalaupun aku hanya benalu dan benang merah yang kapanpun bisa ditarik ulur oleh pemenang tahta
Tapi tak sedikitpun hati ini ingin mengukir sejarah suram yang akan di ceritakan kepada anak cucuku nanti
"Selamat berjuang pemburu mimpi
Dan selamat datang pejuang peradaban".
KILIMAN ARIANSYAH
SANG MALAM DAN NAFAS
Akulah sang malam yang merindukan nafas keindahan dari perindu surga
Malam ku tak sama dengan malam mu
Sebab hikayat rasa tak bisa menentukan sikap untuk menjauh dari gelap
Serpihan raga ku mulai merintih dalam gelap yang sangat gulita
Ku rangkai bait-bait kata dalam bisunya malam
Ku untaikan sajak lewat coretan-coretan hati
Dan ku sampaikan lantuna melodi lewat angin-angin jalan menuju cahaya
Haru dan pilu selalu menyelimuti jiwa yang sedang mencari cinta
Adakah bait-bait kata cinta tulus yang akan ku temui dalam sahdunya nyanyian sang malam?
Ataukah sebaliknya yang ku dapat hanya hamparan hampa yang mengisi dunia?
Entahlah aku tak mau terlalu jauh tenggelam dalam senandung sang malam
Biarkanlah diriku bebas dalam sangkar asmara
Hingga nanti ku temui sedikit cahaya kehidupan dari sang malam yang memberi nafas kehidupan
Wahai sang pemberi rindu ijinkan ku bersemayam bersama mu agarku bisa tancapkan benih-benih kehidupan dalam jiwa
Aku ingin hidup serupa malaikat yang mengubah peradaban dengan satu untaian kata
Aku juga ingin merasakan indahnya dunia agar harapanku takan sirnah lantaran waktu yang menghimpit raga
Nafas-nafas kehidupan telah di bayang-bayangkan lewat intonasi retorika
Sehingga banyak yang terbuai dalam cerita sang senja yang memberi cerita suram dikala sore hari datang menghampiri penghuni dunia
Gelapnya sang malam memang sangat membuat merinding semua yang ada
Tapi dalam gelap pun kita dapat menemukan satu titik kemunculan peradaban
Sebab dunia hadir karna kegelapan
Sehingga isi semesta diberikan nafas harapan untuk mengarungi bahtera rasa yang dihadirkan oleh cinta
Kita terlalu pandai untuk menciptakan kasih sayang tanpa memikirkan rasa yang diberikan pada si pemilik cinta
Jangan pernah berikan harapan pada rasa yang sensitif pada keegoan semata
Tapi berikanlah rasa pada si pemilik cinta yang tetap untuk mengarungi samudra cinta
Yakinlah dalam gelapnya sang malam akan ada nafas cahaya yang selalu memberi isarat bahwa kasih hanya butuh rasa untuk menjelaskan cinta
Sehingga sayang pun bisa melahirkan benih-benih harapan yang akan dikenang sepanjang sejarah peradaban dunia
Yang pada dasarnya jangan hanya melihat bahwa gelap itu tanpa cahaya
Tapi yakinkan diri bahwa gelap itu adalah cahaya sejati bagi setiap jiwa yang mencari cahaya illahi
Jejak setapak terus mengukir deraian air mata dari sang bidadari tak bersayap
Membuat diriku lemah tak berdaya jika mengingat tetesan air mata karna merindu cahaya cinta dari sang pemilik alam semesta
Ingin ku lepas semua yang menjadi beban derita
Tapi diriku tak sanggup untuk mengulang sejarah masa lampau yang mengisahkan seribu luka
Niat hati untuk menjaga dengan ketulusan rasa yang dititipkan oleh sang malam pada gelapnya asmara
Tapi kabut hitampun terus menyelimut amarah karna keegoan dirinya
Ku harap sang angin memberikan nafas cinta agar cahayapun bisa memberikan sinarnya dalam gelapnya hati yang tertutupi oleh kabut hitam
Yah.. Aku tak terlalu pandai untuk mencintai sang pemilik kata aku luka dengan senandung sempurna
Aku hanya pandai memberi isyarat kalau aku cinta pada sang perindu cahaya yang disana.
KILIMAN ARIANSYAH
Langganan:
Komentar (Atom)
Demokrasi Sumber Geopolitik
penyelenggaraan kekuasaan secara konsekuen mesti dijalankan berdasarkan normalitas prinsip demokrasi. Pemisahan wewenang, check and bal...
-
KKN (Kuliah Kerja Nyata), merupakan sebuah program pengabdian mahasiswa pada masyarakat setara 2 sks yang wajib diikuti oleh seluruh maha...
-
Begitu banyak hal yang ingin aku tuangkan dalam secarik kertas, tentang apa saja yang yang mampu dipandang mata dalam realitas. Mulai d...
































