Minggu, 03 November 2019
Mahasiswa Adalah Aset Tuhan
Kami bukan tak suka kekuasaan, apalagi anti kekuasaan.
Kami hanya ingin kekuasaan yang benar-benar bicara tentang kepentingan rakyat.
Yang merasakan keluh kesan rakyatnya, yang merasakan jerit tangis rakyatnya, dan berjuang mensejahterakan rakyatnya.
Banyak hal yang mesti ditata sebagai rujukan utama dalam berbangsa dan bernegara. Mulai dari prilaku pemimpin, manfaat pemimpin, akidah pemimpin, dan konstitusi kepemimpinan.
Kekuasaan bukan alat pemuas nafsu dunia, apalagi pembangkit gairah asmara. Kekuasaan merupakan alat penyatu dan pembangun hubungan berbangsa dan bernegara, lebih-lebih mensejahterakan rakyat penghuni wilayah.
Pemimpin kami anggap sebagai pemantik publik, dan sebagai bapak/ibu sosial. Yang menjadi panutan pahaman dan sikap yang bisa dimengerti oleh akal sehat.
Jika yang terjadi adalah sebaliknya, maka jangan salahkan kami kalau ada hal-hal diluar dari akal sehat kami tunjukan. sebab, kau yang telah mengajarkan kami untuk bersikap demikian.
Jangan pernah menjajal sistem dengan sikap arogansi materialis. Tapi jajal lah sistem dengan relasi intelektual dan relasi nurani kemanusiaan. !
Agar kau tak menganggap bahwa tindakkanmu lah yang paling benar.
Terkungkung jiwa, terdiam rasa. Hanya bisa berharap adanya gemerlap dihari esok.
Telah banyak cabang antropologi yang kami pelajari, tak hendak membuat kami bijak dalam memahami dan mengerti satu dengan yang lainnya.
Kata per kata telah terlantun tapi tak satupun diterima dan didengar. Kami sadar bahwa anarkis tak etis dilakukan oleh para aktor pembangun bangsa.
Tapi oleh keadaan, dipaksa untuk bertindak tak wajar.
Dalam pahaman kami, untuk menciptakan restorasi perlu kegaduhan.
Jika niat baik tak lagi dihargai, maka anarkis menjadi alternatif dalam mewujudkan nilai humaniora dan menciptakan masyarakat madani.
Tak ada lagi kata yang bisa menjadi senjata andalan sebagai cerminan kaum intelektual.
Sebab, suara kini telah dibungkam, langkah telah dipangkas. Dalam pahaman mereka, akademisi hanya bingkai tak bermakna dan Intelektual hanya pembodohan akal yang tak berorentasi jabatan.
Sehingga tak sampai niatnya untuk membangun bangsa dan negara yang adil dan makmur.
Langkah pun kian tertatih menyisiri pinggiran jalan demi mengais secuil keadilan.
Hanya harapan yang menjadi semangat dalam perjalanan nanar pembuangan diri dari kemunafikan kekuasaan.
Berbagai polemik terjadi dan berlalu, tak membuatnya ibah untuk mencegah.
Mahasiswa bukan pelampiasan senjata.
Mahasiswa bukan pelampiasan politik.
Dan mahasiswa bukan pembuat onar.
Tapi, mahasiswa adalah aset negera yang mesti dijaga dan dihargai adanya.
Banyak pemimpin yang melupakan sejarah. Melupakan jerih payah mahasiswa dalam memerdekakan indonesia. Menganggap mahasiswa hanya sebagai sampah penghuni simpang jalanan.
Saya akui rekonstruksi berpikir penguasa hari ini fantastis. Saking fantastisnya, mereka membuat dirinya terlihat sangat bodoh dalam bertutur dan bertingkah. Sangat disayangkan jika hal itu dibiarkan berlarut-larut.
Ketika langkah perubahan diambil oleh para mahasiswa, seketika itupun terdengar suara;
Dar....Dir.....Dor.... Bunyi amukan senjata yang membabi buta. Memukul, Menendang, menembak itu keahliannya.
Hatipun bertanya. Apakah mereka pengayom, pelindung, pelayan masyarakat dan ataukah ia mereka adalah aset yang menjadi vampir pesuruhan penguasa.?
Entahlah..!!!
Mungkin mereka predator liar yang tak punya arah, kemudian membela siapa yang memasukkan selembar dalam kantongnya.
Perlu dipahami dan dimengerti oleh elit kekuasaan, bahwa mahasiswa bukan sekumpulan orang yang tak punya akidah dan nilai kemanusiaan.
Mahasiswa membuat kegaduhan karna ada alasan tertentu. Mereka risih melihat tindakan elit kekuasaan yang selalu memarjinalkan rakyat.
Mahasiswa tak butuh yang lebih. Yang mereka butuhkan hanya "kesejahteraan dan keadilan yang menyeluruh untuk rakyat penghuni negara".
Ingat bos...!!
Mahasiswa adalah aset tuhan yang menjadi penyatu disetiap perbedaan, dan menjadi pembangun disetiap kehancuran.
Mahasiswa adalah tuhan ke-dua dari tuhan-tuhan yang ada.!
Penulis : KILIMAN ARIANSYAH
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Demokrasi Sumber Geopolitik
penyelenggaraan kekuasaan secara konsekuen mesti dijalankan berdasarkan normalitas prinsip demokrasi. Pemisahan wewenang, check and bal...
-
KKN (Kuliah Kerja Nyata), merupakan sebuah program pengabdian mahasiswa pada masyarakat setara 2 sks yang wajib diikuti oleh seluruh maha...
-
Begitu banyak hal yang ingin aku tuangkan dalam secarik kertas, tentang apa saja yang yang mampu dipandang mata dalam realitas. Mulai d...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar