
Tentang irama materi menghiasi hati dan pikiran ini, membuatku berimajinasi menembus batas kesadaran.
Istimewamu bukan hanya beri ilusi
Istimewamu bukan hanya beri opini
Tapi istimewamu adalah harga diri yang harus kami jaga dan kami rawat seperti diri sendiri.
Kamu bukan hanya lambang yang menjadi pembeda dari lambang-lambang yang ada.
Hijaumu mengajarkanku bahwa hidup butuh perjuangan dan pengorbanan.
Ku janjikan pada diri ini untuk tetap menjunjung tinggi nilai marwahmu.
Dan ku janjikan pada dunia untuk berdiri di atas lafas yang kau tanamkan pada jiwa dan raga ini.
Campuran warna kesempurnaan hijau hitam telah melekat dan menyatu bersama sukmaku.
Kamu bukan hanya warna yang menjadi pembeda dari warna-warna yang ada, Tapi kamulah jati diriku yang sesungguhnya.
Aku bisa berdedikasi berkatmu, Aku bisa memberi edukasi berkatmu, Dan aku bisa berekspresi karnamu.
Hitammu membuatku sadar bahwa gelap tak selalu suram. Akan ada jalan disetiap kesulitan, dan akan ada satu pintu yang terbuka dikala pintu-pintu dunia tertutup untukku.
Mimpiku indah jika membelaimu sebelum tidur.
Ku terbangun dikala irama mu dilantunkan oleh para kadermu.
Dan ku menangis jika melihat keterpurukanmu.
Hijau hitamku...
Kaulah nyawa dari segala nyawa.
Kaulah harta dari segala harta.
Kaulah cahaya dari segala cahaya.
Dan kaulah wadah dari segala wadah.
Sebab engkaulah pemantik dari semangat yang ada di setiap jiwa-jiwa kadermu yang tersadarkan akan penuh nilai.
Teropong masa depan telah terbuka, Pemantik-pemantik kata mulai bersuara, dan cahaya menuju surga telah nampak dalam ruang tak bertepi.
Aku, dia, dan mereka bisa membuka cakrawala yang tertutup semua itu berkat edukasi yang telah engkau tanamkan.
Singkirkan semua benalu yang membuat nafas tertati dalam ruang tak berapit.
Jayalah himpunanku.
Dari sejarah ke sejarah terus bercerita tentangmu.
Tentang sejuknya IMAN mu.
Tentang dalamnya ILMU mu.
Dan tentang ramahnya AMAL mu.
Aku sulit menemukan kalimat yang tepat untuk memujimu.
Jagat raya telah bersabda menyanjung namamu.
Langit telah berdoa untuk keselamatan kadermu.
Bumi mengikrarkan dirinya dan bersedia untuk kau berkibar diatasnya.
Seluruh isi alam semesta senantiasa berzikir memuja namamu.
Sembah sujud menuai air mata mengiringi langkah para pejuang muda.
Darah yang mulanya beku karna hambatan, kini telah kembali mengalir mendengar lantunan darah juang panah himpunan.
Kalimat Allah telah didengungkan, keringat menetes bukan halangan.
Dir Dar Dor bunyi tembakan, sedikitpun tak membuatku surut dalam gerakan.
Itu semua berkat ilmu dan keberanian yang telah kau titipkan.
Jika bukan tanpamu, aku tak tau kemana arah negara ini berpijak.
Dalam hujan tangis perbedaan.
Tokoh masyumi bisa duduk manis dengan tokoh nahdatul ulama berdiskusi kesejahteraan.
Dalam himpunan mahasiswa islam dalam kristis nasionalis, tokoh muhammadiyah dapat bersulang teh manis sembari bertukar pikiran dengan tokoh persis.
Sebab dalam himpunan mahasiswa islam, tokoh manapun, organisasi apapun, bahkan dengan tokoh nasionalis sekalipun bisa berpelukan mesra bahkan lebih mesra dari sepasang sejoli yang sedang jatuh cinta.
Himpunan mahasiswa islam mengajarkan bagaimana membangun negara ini dengan benar.
Himpunan Mengajarkan menghargai prularisme dan kebinekaan.
Himpunan mengajarkan tentang bebas merdeka asal tidak melanggar hak orang lain.
Apapun bentuknya, apapun warnanya, apapun agamanya, atau apapun itu, semuanya merupakan kader-kader bangsa.
Sebab tidak ada kata saling mengkafirkan karna kekuatan intelektual menjadi rujukan utama.
Ramai menyeruak membela kebenaran.
Berani bersuara lewat aksi hancurkan tirani.
Bersama hancurkan karang pemisah antara kita dan mereka.
Bersama raih kemenangan dan mewujudkan cita-cita mulia bangsa dan negara.
Dan kita sebagai mahasiswa rugi rasanya jika hanya diam terpaku mengikuti alur waktu perkuliahan.
Mari berhimpun bersama kami dan menjadi bagian dari jiwa kami.
Mari berproses demi kemajuan dan persatuan bangsa dan negara.
Mari berHMI agar kita temukan jati diri yang sesungguhnya.
Hidup mahasiswa.!
Jayalah HMI.!
Penulis: Kiliman Ariansyah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar