Minggu, 05 Mei 2019

REMBULAN MENJELMA RINDU



Setapak jalan menjadi tempat bagi diriku merindu
Kepergian sang rembulan di  ujung lautan barat adalah perpisahan yang menjadi jelmaan rindu

Aku tak tau kapan engkau membalikan dirimu dan merasakan diriku yang sedang mencari sesuatu hal agar bintang dan rembulan dalam jelmaan rindu ini hilang

Ini bukan soal aku atau kamu.
Ini masalah rindu. Masalah cinta yang harus menunggu. Terpisah ruang dan juga waktu
Ini bukan masalah kita. Ini masalah Cinta yang tak kau jaga. Rindu yang tak kau pelihara. Hingga layu dimakan usia

Kenapa, setiap ku tulis kata Rindu, yang ku ingat hanya kamu? Dan kenapa setiap ku tulis kata Cinta, yang ku ingat hanya kita?
Jika rindu adalah suara, harapku tutup telinga. Jika ia adalah benda, inginku pejamkan mata. Sayang dia bukan itu semua.

Saya kira hanya Cinta, sesuatu yang tidak bisa aku pilih untuk siapa. Dan tak bisa aku kendalikan akan bagamana akhirnya.
Cinta terlampau sulit untuk kutuliskan, Begitupun rindu, terlampau sulit untuk kuhilangkan..

Ku tuliskan kata - kata saat gulita, agar ketika pagi tiba. Engkau bisa membaca, bahwa ada Cinta sepenuh jiwa disana.
Ketika siang tak lagi ada. Dan malam hanya gulita. Akankah ada Cinta setia. Atau justru rindu yang hanya menunggu?

Jika kelak engkau dengannya. Setidaknya sedikit sisakan ingatan saja. Bahwa Cinta tidak selamanya bersama.

Penulis : Aswad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Demokrasi Sumber Geopolitik

penyelenggaraan kekuasaan secara konsekuen mesti dijalankan berdasarkan normalitas prinsip demokrasi. Pemisahan wewenang, check and bal...